Malanagpariwara.com – Universitas Negeri Malang (UM) menggelar kegiatan halal bihalal di Graha Cakrawala pada Senin (30/3) sebagai momentum mempererat tali silaturahmi usai perayaan Idul fitri 1447 Hijriah.
Kegiatan ini menjadi ajang memperkuat solidaritas seluruh warga kampus setelah merayakan Lebaran di kampung halaman masing-masing.
Sejak pagi, suasana di lokasi acara tampak semarak dengan kehadiran jajaran pimpinan universitas, mulai dari rektor, wakil rektor, dekan, dosen, hingga tenaga kependidikan.
Tradisi saling berjabat tangan dan bermaaf-maafan menjadi pembuka kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan dan kekeluargaan.
Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., menyampaikan bahwa halal bihalal memiliki makna lebih dari sekadar tradisi tahunan.
Ia menekankan bahwa kegiatan ini berakar dari sejarah panjang bangsa Indonesia.
“Halal bihalal sudah ada sejak 1948, diprakarsai oleh Bung Karno bersama KH Abdul Wahab Chasbullah untuk mempererat persatuan bangsa. Karena itu, kegiatan ini bersifat inklusif dan melibatkan seluruh elemen, termasuk sivitas akademika non muslim,” ungkapnya.
Menurutnya, inti dari halal bihalal adalah saling memaafkan serta memperbaiki hubungan sosial yang mungkin sempat renggang.
Momentum ini dinilai penting untuk membangun kembali komunikasi yang harmonis di lingkungan kampus.
Kemeriahan acara semakin terasa dengan penampilan grup banjari Al-Umm yang membawakan lagu-lagu bernuansa religi dan tradisional.
Alunan musik tersebut menambah kekhidmatan sekaligus memperkuat nuansa kebersamaan di tengah sivitas akademika.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Hariyono juga mengajak seluruh warga kampus untuk mengambil hikmah dari ibadah Ramadan sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari.
“Ramadan mengajarkan kita untuk mengendalikan diri, bukan hanya menahan lapar dan haus. Semoga nilai-nilai ini dapat terus kita jaga, termasuk dalam menjaga kesehatan dan mempererat silaturahmi,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, UM juga menegaskan komitmennya dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek kesehatan dan kesejahteraan serta terciptanya institusi yang damai dan inklusif.
Halal bihalal menjadi refleksi nyata upaya kampus dalam membangun lingkungan akademik yang sehat, harmonis, dan berkelanjutan.( Djoko W )






