Halalbihalal ITN Malang Jadi Momentum Perkuat Empati dan Soliditas Sivitas Akademika

Malangpariwara.com – Suasana hangat penuh kekeluargaan mewarnai kegiatan halalbihalal Idulfitri 1447 Hijriah yang digelar Institut Teknologi Nasional Malang, Selasa (31/03/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kampus 1 ini menjadi momentum penting untuk memperkuat empati dan kebersamaan di tengah tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks.

Menariknya, kehadiran para purnatugas dalam acara tersebut terlihat semakin meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Antusiasme ini menunjukkan kuatnya ikatan emosional antara para pensiunan dengan keluarga besar kampus, meski mereka telah purna dari tugasnya.

Selain purna tugas, kegiatan ini juga dihadiri oleh seluruh elemen sivitas akademika, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, hingga perwakilan mahasiswa dari berbagai himpunan dan unit kegiatan.

Perwakilan alumni serta mitra perbankan turut hadir, menjadikan momen ini sebagai ajang silaturahmi lintas generasi.

Halalbihalal ITN Malang Jadi Momentum Perkuat Empati dan Soliditas Sivitas Akademika
Sambutan Rektor ITN Malang dalam Halalbihalal.(Ist)

Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, dalam sambutannya mengajak seluruh civitas akademika untuk menjadikan halalbihalal sebagai ruang refleksi diri.

Ia menyoroti meningkatnya kompleksitas beban kerja di dunia pendidikan, mulai dari tuntutan publikasi hingga adaptasi teknologi digital.

“Di tengah tekanan kerja yang tinggi, kita membutuhkan budaya kerja yang tidak hanya berorientasi pada target, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan empati,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan tantangan eksternal seperti kenaikan harga BBM serta persaingan antar perguruan tinggi yang semakin ketat.

Karena itu, ia menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan menghindari sikap saling menjatuhkan.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Perkumpulan Pengelola Pendidikan Umum dan Teknologi Nasional, Kartiko Ardi Widodo, menyampaikan bahwa Ramadan merupakan proses pendidikan batin untuk membersihkan diri dari sifat negatif.

“Kita memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga ITN Malang tetap menjadi lembaga yang unggul dan dipercaya masyarakat.

Hal ini tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan perlu dukungan semua pihak,” katanya.

kehadiran para purnatugas dalam acara tersebut menunjukkan kuatnya ikatan emosional antara para pensiunan dengan keluarga besar kampus.( Ist)

Dalam kegiatan tersebut, panitia juga menyalurkan tali asih kepada 17 penerima yang terdiri dari purnatugas, keluarga karyawan, serta staf yang sedang sakit.

Selain itu, santunan juga diberikan kepada Panti Asuhan Yasibu dan Mizan Amanah sebagai bentuk kepedulian sosial.

Ketua panitia, Nanik Astuti Rahman, menjelaskan bahwa pemberian bantuan ini merupakan upaya menjaga hubungan kekeluargaan agar tetap erat.

“Penyaluran dilakukan secara bergantian setiap tahun agar merata dan tepat sasaran. Ini menjadi bentuk perhatian kami agar para purnatugas tetap merasa menjadi bagian dari keluarga besar ITN,” jelasnya.

Kegiatan semakin khidmat dengan tausiyah yang disampaikan Zainur Rozikin.

Dalam ceramahnya, ia mengingatkan bahwa halalbihalal bukan sekadar tradisi, melainkan sarana menyambung kembali hubungan yang sempat renggang akibat kesalahan antar sesama manusia.

Ia menekankan bahwa setiap manusia tidak luput dari dosa, sehingga penting untuk saling memaafkan.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai Idulfitri sebagai momentum kembali suci, serta nilai Syawal sebagai peningkatan kualitas diri.

“Jangan sampai kita menjadi orang yang merugi di akhirat karena pahala habis akibat menyakiti orang lain. Mari kita jadikan Syawal sebagai awal peningkatan dalam segala hal positif,” pesannya.(Djoko W)