Malangpariwara.com – Upaya menekan angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di wilayah Malang Raya terus diperkuat melalui program pemberdayaan berbasis keterampilan.
Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, menggandeng Balai Latihan Kerja Singosari untuk menggelar pelatihan Make Up Artist (MUA) bagi masyarakat.
Program pelatihan ini resmi dibuka pada Rabu (1/4) dan dipusatkan di Koperasi Setia Budi Wanita.
Kegiatan tersebut tidak hanya bersifat pelatihan singkat, tetapi dirancang sebagai proses pembinaan keterampilan secara berkelanjutan.

Selama kurang lebih 33 hari, peserta akan mendapatkan materi intensif dari instruktur profesional, mulai dari teknik dasar hingga kemampuan tata rias tingkat lanjut.
Hal ini diharapkan mampu mencetak tenaga terampil yang siap terjun langsung ke dunia kerja maupun usaha mandiri.
Sri Untari menyampaikan bahwa program ini merupakan jawaban atas kebutuhan masyarakat yang menginginkan pelatihan dengan dampak ekonomi nyata.
Menurutnya, pemberdayaan berbasis keterampilan menjadi salah satu langkah efektif untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Ia menegaskan, pelatihan ini tidak berhenti pada proses belajar saja. Para peserta nantinya akan dibekali sertifikat kompetensi sebagai pengakuan keahlian, sekaligus direncanakan menerima bantuan peralatan sebagai modal awal untuk membuka jasa tata rias.
“Harapannya, setelah pelatihan selesai, peserta bisa langsung mempraktikkan ilmunya dan mulai berwirausaha dari lingkungan terdekat,” ujarnya.
Sektor kecantikan dinilai memiliki prospek cerah dalam ekonomi kreatif, karena permintaan pasar yang stabil dan terus berkembang.
Dengan membekali masyarakat keterampilan spesifik seperti MUA, peluang menciptakan lapangan kerja mandiri dinilai semakin terbuka lebar.
Kolaborasi antara DPRD Jawa Timur dan BLK Singosari ini pun mendapat apresiasi sebagai bentuk sinergi nyata antara lembaga legislatif dan pelaksana teknis.
Program ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan strategi pengurangan pengangguran berbasis pelatihan keterampilan.( Djoko W)






