UM Gandeng Kampus Taiwan, Hadirkan Program Fast Track 3+2 untuk Cetak Lulusan Berdaya Saing Global

Malangpariwara.com – Universitas Negeri Malang (UM) memperkenalkan program percepatan studi 3+2 Bachelor–Master Fast Track melalui kerja sama dengan Ming Chi University of Technology (MCUT), Taiwan.

Program ini disosialisasikan pada Selasa (31/3) di Gedung Kuliah Bersama (GKB) A20 lantai 2 dan mendapat respons positif dari mahasiswa.

Skema 3+2 memungkinkan mahasiswa menempuh pendidikan selama lima tahun, dengan rincian tiga tahun di UM dan dua tahun di Taiwan.

Melalui program ini, peserta berpeluang meraih dua gelar sekaligus sarjana dan magister dalam waktu yang lebih singkat dan efisien.

Kerja sama ini menjadi langkah strategis UM dalam meningkatkan kualitas lulusan agar mampu bersaing di tingkat global.

Selain mempercepat masa studi, mahasiswa juga akan mendapatkan pengalaman belajar di lingkungan internasional yang multikultural.

Presiden MCUT dalam sambutannya menegaskan pentingnya memanfaatkan waktu untuk mengembangkan pengalaman sejak dini.

Menurutnya, pengalaman internasional akan menjadi bekal penting dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Tak hanya itu, program ini turut didukung fasilitas penunjang seperti beasiswa, tempat tinggal, serta subsidi kebutuhan hidup selama berada di Taiwan.

Dukungan tersebut membuka akses lebih luas bagi mahasiswa untuk merasakan pendidikan berkualitas tanpa hambatan finansial yang besar.

Meski menawarkan banyak keuntungan, program ini tetap menuntut kesiapan mahasiswa, baik dari sisi akademik, kemampuan bahasa Inggris, maupun adaptasi terhadap budaya baru.

Tantangan tersebut dinilai sebanding dengan peluang dan manfaat jangka panjang yang akan diperoleh.

Inisiatif ini juga sejalan dengan komitmen UM dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas dan kemitraan global.

Melalui program ini, UM berupaya mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif dan siap bersaing di kancah internasional.(Djoko W)