29 Agustus 2025

Bazar Bareng Meriah Dorong UMKM Cerdas Memilih Pinjaman Tingkatkan Usaha

c1_20230820_16341976

Suasana Bazar Bareng di stand Pegadaian KUR Syariah.(Djoko W)

Minggu, 20.Agustus 2023

Malangpariwara.com – Ketua LPMK Kelurahan Bareng Kadang Pancoro mengatakan bahwa event Basar ini merupakan event lanjutan yang pernah dilaksanakan beberapa waktu lalu di wilayah Kelurahan Bareng.

Pengamanan oleh Linmas Bareng (Ist)

“Kali ini kita menggelar Bazar UMKM Kelurahan Bareng memanfaatkan momen Peringatan HUT RI ke-78 menggandeng beberapa instansi,” katanya Minggu ( 20/8/23) saat ditemui Malangpariwara di lokasi Bazar jalan Terusan Ijen Malang.

Suasana Bazar UMKM Kelurahan Bareng (Ist)

Pada Bazar kali ini ketua Panitia Kadang Pancoro menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan bazar ini selain masyarakat bisa berbelanja di stan UMKM masyarakat, panitia juga membuka layanan pemeriksaan gratis mengandeng Nakes Puskesmas Bareng.

“Pemeriksaan kesehatan gratis dari puskesmas Bareng ini meliputi pemeriksaan

  • tekanan darah, berat & tinggi badan, lingkar lengan
  • kolesterol (wajib puasa min 8 jam)
  • kadar gula
  • konsultasi kesehatan
    (Pemeriksaan kesehatan dibatasi hanya 100 org ) dan semuanya terpenuhi,” ujar Pancoro Yang juga ketua RW O2 Kelurahan Bareng.

Selain itu ternyata panitia juga menyediakan Pengurusan NIB & sertifikasi halal, dgn syarat :

  • bawa fc KTP
  • bawa NPWP (jika punya)
  • bawa foto produk (sertifikasi halal)
  • utk sertifikasi halal, hanya utk produk makanan & minuman

Menarik lagi ada Sosialisasi KUR tanpa jaminan dari pegadaian bagi peserta Bazar dan responnya luar biasa.

Arief Wahyudi Anggota DPRD Kota Malang Komisi B sedang mengunjungi Stand Pegadaian KUR Syariah Baju merah Koko Wijanarko .(ist)

Malangpariwara mencoba meminta keterangan kepada salah satu petugas Pegadaian KUR Syariah yang ada di lokasi Bazar.

Koko Wijanarko bersama dua temannya Arizal dan Nur Ali mengatakan bahwa respon para pelaku UMKM sangat baik dan tertarik untuk lebih dalam ingin mengetahui Tentang Pegadaian KUR Syariah.

“Responnya sangat bagus.Jadi patut untuk dipertimbangkan bahwasanya produk dari pegadaian ini bisa untuk dimanfaatkan para pelaku UMKM daripada mengakses atau transaksi dengan pinjaman online,” terang pria yang akrab di sapa Koko.

Pegadaian sendiri mengeluarkan produk KUR ini agar para pelaku UMKM bisa memanfaatkan KUR tersebut untuk suntikan modal usaha.

“Minimal 3 juta maksimal 10 juta untuk pinjaman pertama, tanpa anggunanan. Yang penting para pelaku UMKM punya usaha yang aktif,” timpal Alrizal.

Persyaratan sangat mudah, seperti KTP suami istri, NIB. Pegadean juga menggandeng garda tranfurmi untuk legalitas NIB.

“Kelebihan dari Pegadaian kita diawasi OJK. Pinjaman tanpa agunan tanpa jaminan dengan bunga yang ringan sekali di 0,14 persen per bulannya. Jadi setara 1.400 rupiah per satu jutanya. Ini sangat meringankan sekali dan sangat membantu para pelaku UMKM,” imbuh Koko.

“Harapan ke depan untuk para pelaku UMKM, yang pertama untuk pinjaman agar menghindari Pinjol. Lebih baik kita mengikuti program dari pemerintah untuk suntikan dana. Seperti yang pegadaian keluarkan dalam bentuk KUR. Nanti kalau sudah berjalan 6 bulan bisa top up lagi,” pungkasnya.

Ditemui ditempat yang sama Arief Wahyudi Sekertaris Komisi B DPRD Kota Malang sangat berharap masyarakat utamanya UMKM bisa memanfaatkan kesempatan mengembangkan usahanya dengan pinjaman aman.

“Upaya menghindari lintah darat atau rentenir memang harus dipikirkan dan dikerjakan oleh seluruh stakeholder yang salah satunya telah dilakukan oleh pegadaian yang merupakan Badan Usaha Milik Negara ini,” ujar AW panggilang Akrab Legislator FPKB Dapil Klojen Ini.

AW sangat berharap
yang mau turun lapangan dan jemput bola bukan hanya BUMN pegadaian saja, tapi termasuk Perbankan baik milik BUMN maupun BUMD,” katanya lagi.

Arief Wahyudi bincang bincang jaring aspirasi dengan warga kelurahan Bareng (Ist)

Secara umum kegiatan pamer produk maupun berjualan dalam bentuk bazar semacam ini akan mampu terus menghidupkan usaha mikro kecil yang sebagian besar dijalankan oleh Masyarakat di perkampungan. Untuk itu saya akan terus mengajak dan mendorong kegiatan semacam ini di seluruh wilayah Kelurahan yang ada di kota Malang,” tegasnya mengakhiri (Djoko W)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *