Bareng Dispangtan Dinsos P3AP2KB Kota Malang Gelar Gerakan Pangan Murah

Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji tinjau kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM).(foto:from Kominfo)
Selasa, 19 September 2023
Malangpariwara.com –
Jaga stabilisasi pasokan dan harga pangan di kota Malang, Dispangtan bersama Dinsos P3AP2KB Kota Malang menggelar Kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan Hariadi, SP mengatakan bahwa kegiatan GPM kali ini digelar di Terminal Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Senin (18/9/2023).
“Selain untuk stabilisasi pasokan dan harga pangan kegiatan ini juga menyalurkan bantuan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) kepada 25 warga prasejahtera di Kecamatan Sukun,”imbuhnya.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dispangtan bekerja sama dengan Dinsos P3AP2KB Kota Malang ini sudah dilakukan di beberapa titik di Kota Malang.
Slamet mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan buah dari kerja sama dan kolaborasi Pemkot Malang bersama berbagai stakeholder.
“Terima kasih para stakeholder untuk kerja samanya dalam kegiatan ini. Ada dari PT Rajawali Nusindo, Bulog, Perumda Tunas, Kelompok Tani Sumber Rezeki, Ponpes Bahrul Maghfiro, dan UMKM di Kecamatan Sukun,” sebutnya.
Pada kesempatan ini, Kepala Dispangtan juga menyampaikan beberapa program kerja dalam usaha mempertahankan pasokan dan ketersediaan pangan di Kota Malang.
“Kami menerapkan teknologi pertanian. Di tahun 2023, kami menerapkan smart farming berupa smart irigasi pada kelompok tani pelaku urban farming. Insyaallah ada tujuh kelompok tani saat ini,” beber Slamet.
Lebih lanjut, Slamet menuturkan bahwa strategi teknologi pertanian juga digunakan untuk hamparan sawah akan diterapkan teknologi drone spraying yang selain untuk penyemprotan juga berfungsi untuk mendeteksi kesuburan tanah dan tanaman.
“Selain itu juga sesuai arahan Bapak Wali Kota Malang, perlu kita bangun greenhouse dalam skala besar yang di dalamnya akan kita usahakan budi daya tanaman, perikanan, maupun peternakan. Ada arahan juga untuk mencoba hidroponik secara bertingkat agar pemanfaatan lahan dalam greenhouse lebih maksimal,” sambungnya.
Sementara itu Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji menyebutkan bahwa gelaran Gerakan Pangan Murah ini tidak hanya untuk menekan inflasi, namun yang juga untuk memberikan jaminan bahwa ketersediaan bahan pangan di Kota Malang aman.
Disampaikannya bahwa urusan ketersediaan pangan ini menjadi sebuah tanggung jawab bagi pemerintah.
“Kita harus pastikan jangan sampai masyarakat cemas, karena bahan pangan tersedia dan terjangkau. Tujuannya bukan hanya untuk menekan inflasi, tapi memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Tidak ada kepanikan masalah pangan. Kegiatan semacam ini akan kita lakukan terus,” pungkas Sutiaji.
Dalam kegiatan ini, beras menjadi primadona yang banyak diburu masyarakat. Dari dua ton beras yang disediakan oleh Bulog, dalam waktu kurang dari tiga jam sudah habis dibeli masyarakat.
Harga beras medium di pasaran hari ini adalah Rp66.445,00 namun dijual seharga Rp51.000,00 per lima kilogram.
Dalam GPM kali ini, selain beras, berbagai produk yang dijual di bazar murah ini adalah beras, gula, cabai rawit, cabai merah, jeruk, bawang merah, minyak goreng, daging ayam, telur ayam, daging sapi, tepung terigu, serta berbagai produk UMKM.

Terpantau bahwa harga bahan pokok yang dijual dalam kesempatan ini lebih murah. Seperti PT Rajawali Nusindo biasanya menjual tepung terigu seharga Rp11.000,00 pada pedagang namun dalam GPM ini hanya dijual Rp9.000,00 per kilogram, sementara untuk minyak goreng per satu liter dipatok seharga Rp15.000,00 lebih murah 500 rupiah daripada harga jual biasanya.
Salah satu warga Mulyorejo, Yanuar menuturkan bahwa masyarakat merasa terbantu dengan diadakannya bazar murah seperti ini.
“Cukup lumayan selisihnya dengan harga biasanya. Biasanya kami beli beras lebih dari Rp60 ribu, ini tadi Rp51 ribu. Semoga kegiatan seperti ini terus rutin dilakukan untuk membantu masyarakat,” tandasnya.(Djoko W)