29 Agustus 2025

Parkir di Halaman Balai Kota Dipindah, Pj Wali Kota Malang Pastikan Tak Ganggu Pelayanan

Selasa, 16 Januari 2024

Malangpariwara.com – Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat memastikan bahwa pelayanan Pemerintah Kota (Pemkot) tak akan terganggu setelah halaman Balai Kota diterapkan steril kendaraan parkir. Kebijakan itu resmi diberlakukan sejak Senin (15/1/2024) kemarin.

Apalagi menurut Wahyu, ruas Jalan Gajahmada yang saat ini menjadi alternatif parkir juga dinilai lebih representatif daripada di Halaman Balai Kota Malang. Sebab, selain lokasinya yang lebih teduh karena banyak pepohonan, aksesnya juga lebih dekat dengan gedung perkantoran dan pelayanan.

Pj.Walikota Wahyu saat memberi keterangan wartawan( Ist)

“Orang lebih senang parkir disini karena kan lebih teduh, adem, dan segala macem dan drivernya juga bisa ngopi ngopi disini. Akses masuknya juga lebih enak disini, pelayanan itu kan di belakang, di samping, depan hanya terima tamu,” jelas Wahyu.

“Depan hanya ada saya, pak sekda, staf ahli, dan bagian hukum, jadi gak ada pelayanan untuk masyarakat,” imbuh Wahyu.

Selain itu, kebijakan tersebut juga tidak dimaksudkan agar Balai Kota Malang menjadi bangunan yang sakral. Dirinya memastikan bahwa Balai Kota Malang tetap terbuka. Termasuk bagi wisatawan yang ingin menikmati panorama Balai Kota Malang sebagai salah satu bangunan ikonik.

“Disana juga tidak tertutup, jadi mereka drop turun disana kemudian bisa parkir disini. Jadi akses menuju kesana tidak terganggu, tidak ada mempengaruhi pelayanan. Jadi bukan saya menolak sakral itu nggak, Balai Kota untuk semua tidak ada yang ditutup semua terbuka,” terang Wahyu.

Selain itu menurut Wahyu, sebenarnya ruas Jalan Gajahmada juga sejak lama steril. Setidaknya minim aktivitas lalu-lintas, karena ruas jalan itu digunakan untuk jalur satu arah. Dan juga sejak lama dijadikan lahan parkir kendaraan roda empat untuk tepi jalannya.

“Dari dulu jalannya disini kan steril, sudah lama dan disini semua perkantoran tidak ada rumah,” imbuh Wahyu.

Untuk itu, penerapan skema tersebut akan diujicoba selama satu bulan ke depan. Untuk selanjutnya dilakukan evaluasi. Jika memang memungkinkan untuk diterapkan maka akan dilanjutkan.

“Yang jelas dalam satu bulan ini saya coba dan kalau dari ASN sudah siap karena mereka tinggal masuk aja dan ini jalan kan gak jauh. Parkir kendaraannya kan disini tidak di depan,” pungkas Wahyu.(Djoko W)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *