1 September 2025

Tingkatkan Literasi Budaya Gandeng Tiongkok Ma Chung Resmikan Chinese Corner

c1_20250728_12522162

Universitas Ma Chung kembali menguatkan hubungan bilateral dalam bidang pendidikan dan budaya antara Indonesia dan Tiongkok dengan meresmikan Chinese Corner. (Djoko W)

Senin, 28 Juli 2025

Malangpariwara.com – Universitas Ma Chung kembali menguatkan hubungan bilateral dalam bidang pendidikan dan budaya antara Indonesia dan Tiongkok dengan meresmikan Chinese Corner.

Chinese Corner ini diresmikan langsung oleh Konsulat Jenderal (Konjen) Tiongkok, Senin (28/7/2025).

Chinese Corner ini dibuka dengan tujuan untuk meningkatkan literasi, pertukaran budaya serta mengenalkan lebih dalam tentang kebudayaan Tiongkok. Selain itu, Chinese Corner ini menjadi batu loncatan bagi yang ingin melanjutkan studi ke Tiongkok.

Lebih lanjut, Chinese Corner juga menyediakan buku-buku literasi dan juga dilengkapi dengan device berupa komputer dari Tiongkok.

Hal ini ditunjukan dari komitmen kedua belah pihak antara Universitas Ma Chung dan Konjen Tiongkok sebagai upaya pelestarian budaya Tiongkok di Indonesia.

Kepala Perpustakaan Universitas Ma Chung, Bintang Pramudya menjelaskan bahwa di Chinese Corner ini memberikan layanan khususnya pada bedah buku mengenai literasi-literasi berbahasa Tiongkok dan juga ada beberapa media belajar aplikasi untuk belajar bahasa Mandarin. Namun, saat ini masih terbatas dengan sivitas akademika Universitas Ma Chung.

“Sehingga dari prodi yang non-PPBM atau prodi bahasa Mandarin itu juga bisa belajar salah satunya di Chinese Corner ini,” katanya, Senin (28/7/2025)

Kepala Perpustakaan Ma Chung itu juga menyebut bahwa Chinese Corner menerjemahkan buku atau membuat jurnal yang nantinya bisa diterbitkan dalam bahasa Tiongkok.

Ia menambakan bahwa akses Chinese Corner ini dibuka sesuai operasional perpustakaan mulai 08.30 WIB sampai 16.30 WIB. Mengenai mahasiswa yang ingin mengakses, bisa mendatangi pojok corner untuk melakukan registrasi begitupun berlaku bagi masyarakat umum. Sesi konsultasi juga dibuka selama operasional perpustakaan.

“Registrasi tidak terlalu panjang, nanti akan langsung diregistrasikan petugas kami,” ujarnya.

Bintang juga menyatakan bahwa kedepannya akan memperbanyak kerjasama bersama konjen RRT dengan fokus utamanya di bidang software yang menjadi tujuan utama jangka panjang perpustakaan.

“Karena Ma Chung juga mewajibkan HSK, disini ada juga dosen yang fokus pada kajian literasi Tionghoa sehingga itu menjadi salah satu bagi mahasiswa yang ingin menargetkan poin,” pungkasnya.(Djoko W)