FTP UB Latih Pelaut Indonesia di Taiwan, Bekali Keterampilan Usaha dan Literasi Keuangan

Malangpariwara.com – Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB) memberikan pelatihan untuk para Pekerja Migran Indonesia (PMI) sektor maritim di Donggang, Taiwan.

Kegiatan berlangsung lima hari, Rabu-Minggu (19-23/11/2025).

Program menyasar lebih dari 30 nelayan migran Indonesia melalui kolaborasi dengan National Pingtung University of Science and Technology (NPUST) Taiwan.

Dibersamai Forum Silaturahmi Pelaut Indonesia (FOSPI) Taiwan, dan PCI NU Taiwan dalam skema Doktor Mengabdi.

Tak ketinggalan juga Pengembangan Kemitraan yang didukung Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) UB.

Koordinator kegiatan dari FTP UB, Endrika Widyastuti, Ph.D, menjelaskan pelatihan dirancang untuk membekali para PMI dengan keterampilan yang dapat langsung diterapkan.

Baik selama bekerja maupun saat mereka kembali ke tanah air.

Pembekalan Keterampilan

Selama lima hari, peserta mendapatkan materi digital marketing, inovasi pengolahan ikan bernilai tambah, manajemen bisnis hingga literasi keuangan.

“Alhamdulillah selama lima hari dari tanggal 19 November hingga 23 November 2025 kemarin. Kami sudah menjalankan pelatihan strategis untuk saudara saudara pelaut Indonesia di Donggang-Taiwan dengan topik pelatihan digital marketing. Lalu inovasi pengolahan ikan bernilai tambah serta manajemen bisnis dan literasi keuangan,” papar Endrika.

Wakil Dekan Bidang Akademik FTP UB tersebut menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi jembatan memperkuat jejaring antara perguruan tinggi dengan komunitas migran Indonesia di Taiwan.

FTP UB Latih Pelaut Indonesia di Taiwan, Bekali Keterampilan Usaha dan Literasi Keuangan
Foto bersama pelaut dan civitas akademika FTP UB setelah pelatihan. (Ist)

“Kami ingin memastikan para PMI memperoleh bekal yang relevan dan aplikatif untuk meningkatkan kesejahteraan jangka panjang,” ujarnya.

Salah satu peserta, Achmad Mudzakir, mengaku mendapatkan wawasan baru dari pelatihan ini.

“Jarang ada kampus dari Indonesia yang datang jauh-jauh ke sini untuk mengajari kami. Pelathan ini membuka wawasan baru buat kami untuk mempersiapkan usaha saat pulang nanti, ” katanya.

Program pengabdian ini juga diselaraskan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Di antaranya peningkatan peluang finansial PMI melalui literasi keuangan (SDG 1), penyediaan pendidikan non-formal dan peningkatan kompetensi (SDG 4).

Turut juga dukungan kemampuan wirausaha (SDG 8), inovasi pengolahan hasil perikanan (SDG 9), pemanfaatan sumber daya laut yang efisien (SDG 14). Serta penguatan kemitraan lintas lembaga (SDG 17).

Tim berharap kegiatan ini dapat menjadi model pemberdayaan berkelanjutan bagi pekerja migran Indonesia di sektor maritim. (Djoko W)