Malangpariwara.com – Politeknik Negeri Malang (Polinema) menggelar Rapat Terbuka Senat dalam rangka Wisuda Magister Terapan, Sarjana Terapan, dan Diploma, Sabtu (29/11/2025).
Pada wisuda ke-72 ini, sebanyak 1.045 lulusan resmi dikukuhkan dari 43 program studi, mencakup kampus utama serta PSDKU Kediri, Lumajang, dan Pamekasan.
Dengan pelaksanaan tahap IV ini, total lulusan Polinema sepanjang 2025 mencapai 3.727 orang.
Green Jobs
Direktur Polinema, Ir. Supriatna Adhisuwignjo, S.T., M.T, dalam sambutannya menegaskan dunia kerja kini memasuki era baru yang menuntut SDM dengan green skills.
Perubahan iklim dan krisis lingkungan mendorong hadirnya green jobs di berbagai sektor, mulai energi terbarukan, transportasi, manufaktur, hingga konstruksi.
“Pergeseran ini telah mendorong meningkatnya permintaan akan tenaga kerja dan tenaga profesional terampil keberlanjutan. International Labour Organization (ILO), sebagai Organisasi Perburuhan Internasional. Memperkirakan bahwa pencapaian target 2°C sesuai isi Perjanjian Paris dapat menciptakan 24 juta pekerjaan hijau secara global pada tahun 2030,” ujarnya.
Supriatna mencontohkan ragam profesi yang kini masuk kategori green jobs.
Layaknya seperti insinyur energi terbarukan, teknisi pembangkit listrik tenaga surya dan angin, ahli biomassa.
Juga seperti konsultan lingkungan, hingga spesialis mobilitas berkelanjutan.
Menurut laporan lembaga internasional, kebutuhan tenaga kerja hijau diproyeksikan terus meningkat secara signifikan hingga 2050.
Polinema, kata Supriatna, telah mulai mengintegrasikan konsep keberlanjutan ke dalam kurikulum.
Termasuk memperkuat mata kuliah keselamatan kerja dan lingkungan, energi terbarukan, hingga pengolahan limbah.

“Harapannya siapa pun nanti para lulusan kita yang tertarik ke sana bisa memilih alternatif beberapa bentuk yang diminati sesuai dengan apa yang menjadi passion-nya dan menjadi keahliannya,” tambahnya.
Pertemuan Kampus Utama dan PSDKU
Saat ditemui usai serangkaian acara, Supriatna menyebut pelaksanaan wisuda tahap ini juga menjadi momentum mempertemukan mahasiswa dari kampus utama dan PSDKU.
“Supaya ini menjadi salah satu momentum juga untuk bisa mengajak para orang tua dan juga para lulusan untuk bisa hadir bersama-sama offline di kampus utama di Malang ini. Sehingga ini merupakan salah satu upaya kita juga untuk bisa mengenalkan kampus utama kepada semua mahasiswa, kepada orang tua, dan kepada lulusan yang kebetulan ikut wisuda tahap 4,” tuturnya.
Mengenai green jobs, ia menegaskan kampus kini memberi ruang lebih luas agar mahasiswa dapat mendalami topik-topik keberlanjutan sesuai bidangnya.
Lulusan teknik listrik misalnya dapat memilih jalur instalasi tenaga surya atau tenaga angin. Sementara mahasiswa bidang kimia dapat masuk ke biomassa, dan teknik sipil ke green building.
Tujuannya, “Menjadi opsi yang bisa dipikirkan untuk menjadi alternatif karier ke depan. Menciptakan pekerja yang tidak merusak lingkungan,” jelasnya.
Wakil Direktur I Bidang Akademik Polinema, Dr. Kurnia Ekasari, SE., M.M., Ak dalam laporannya menyampaikan rincian jumlah lulusan.
Yakni 404 lulusan dari kampus utama dan 641 dari PSDKU Kediri, Lumajang, dan Pamekasan.
Terdapat pula 6 wisudawan terbaik tingkat Polinema, 30 terbaik tingkat program studi, serta 569 lulusan cumlaude.
Supriatna menambahkan, Polinema kini berada dalam jalur peningkatan mutu yang positif.
Hal itu tampak dari capaian indikator kinerja utama, akreditasi institusi Unggul, peningkatan jumlah prodi berakreditasi internasional (ASIC dan IABEE).
Hingga perbaikan posisi kampus dalam sejumlah pemeringkatan dunia.
“Menguatkan posisi Polinema sebagai salah satu Kampus Politeknik yang unggul dan terbaik di Indonesia serta Polinema semakin siap untuk menjadi kampus Internasional ke depan,” tandasnya.(Djoko W)






