Kuliah Tamu FISIP UMM Gandeng Kedubes Kosta Rika, Wujudkan Perdamaian Global

Malangpariwara.com – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menghadirkan perspektif internasional bagi mahasiswanya melalui kuliah tamu bersama Kedutaan Besar Republik Kosta Rika, Kamis (4/11/2025).

Dengan tema “Realizing a Global Culture of Peace Through the Costa Rica Experience,” acara ini menghadirkan diplomat Kosta Rika, H.E. Fransisco José Masís Holdridge.

Tujuannya untuk membagikan pengalaman negaranya dalam menumbuhkan budaya damai tanpa keberadaan militer.

Mengawali sesi, Holdridge menyampaikan apresiasi kepada UMM yang telah membuka ruang diskusi mengenai isu perdamaian global.

“Kami merasa terhormat dapat hadir di UMM. Kampus merupakan ruang penting untuk menumbuhkan kesadaran mengenai pendidikan perdamaian. Terutama bagi mahasiswa sebagai generasi penerus,” ujarnya.

Keberagaman Budaya Dua Negara

Ia kemudian mengaitkan nilai Bhinneka Tunggal Ika dengan karakter masyarakat Kosta Rika.

Menurut Holdridge, Indonesia dan Kosta Rika sama-sama hidup dalam keberagaman budaya dan etnis yang justru menjadi kekuatan dalam merawat persatuan.

“Indonesia dan Kosta Rika sama-sama kaya dengan perbedaan budaya dan etnis. Perbedaan bukan pemisah, melainkan kekuatan untuk membangun perdamaian,” tuturnya.

Kosta Rika dikenal dunia setelah mengambil keputusan bersejarah, yakni menghapus militer pada tahun 1949.

Langkah itu menjadi titik balik pembangunan nasional, membuat anggaran negara dialihkan ke pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan peningkatan kualitas hidup.

“Perdamaian bagi kami bukan tentang kekuatan militer, melainkan bagaimana negara membuka peluang bagi warganya untuk hidup aman, sehat, dan terdidik,” jelasnya.

Kebijakan tersebut terbukti membawa perubahan besar. Tingkat kesehatan melonjak, angka kematian dan anak menurun drastis.

Juga akses pendidikan semakin luas hingga mampu melahirkan institusi akademik baru, termasuk Fakultas Kedokteran.

Pada 1 Juli 2025, Bank Dunia mengakui Kosta Rika naik kelas menjadi high-income country.

Peluang Pembelajaran Internasional

Holdridge juga membuka peluang bagi mahasiswa internasional, termasuk dari Indonesia, untuk belajar langsung tentang praktik pembangunan damai di negaranya.

Ia menegaskan dua gagasan utama, diantarana penghapusan militer sebagai pilihan politik jangka panjang, dan fokus pembangunan Kosta Rika yang bertumpu pada kesejahteraan manusia.

“Kebijakan ini mampu membawa banyak kemajuan bagi masyarakat kami. Contohnya dalam sektor kesehatan dan pendidikan, dampaknya terlihat nyata pada peningkatan kualitas hidup warga,” ungkapnya.

Melalui kuliah tamu ini, FISIP UMM berharap mahasiswa dapat melihat bahwa perdamaian global tidak selalu dibangun melalui kekuatan militer.

Tetapi lewat pendidikan, kerja sama internasional, dan pembangunan yang berpihak pada manusia. (Djoko W/Yaya)