Malangpariwara.com – Menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Pemerintah Kabupaten Malang melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menggelar High Level Meeting, Rabu (10/12/2025).
Rapat strategis yang dipimpin Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, ini dihadiri Forkopimda, Bank Indonesia Malang.
Juga seluruh unsur TPID untuk memastikan stabilitas harga dan pasokan pangan tetap terjaga selama libur panjang.
IPH Jelang Nataru
Wakil Bupati Malang, Lathifah, menyampaikan bahwa Indeks Perkembangan Harga (IPH) menunjukkan tren kenaikan.
Pada Minggu ke-3 November, IPH berada di angka 0,40; meningkat menjadi 0,52 pada Minggu ke-4; dan melonjak menjadi 2,30 pada awal Desember.
“Kenaikan IPH ini bukan sekadar angka statistik, tetapi juga sebagai refleksi meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang libur panjang,” tegasnya.
Ia memastikan stok komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, telur, daging ayam, bawang, cabai, dan gula berada pada kategori aman.
Namun distribusi harus dijaga terutama pada wilayah rawan longsor dan banjir.
Wakil Bupati juga meminta pengawasan diperketat untuk mencegah penimbunan dan memastikan informasi harga tetap transparan.
“Kita harus bekerja lebih cepat, lebih kompak, dan lebih presisi. Setiap potensi gejolak harga harus segera terdeteksi dan ditangani bersama. Saya ingin distribusi kita benar-benar lancar tanpa hambatan, terutama di jalur yang rawan longsor dan banjir,” ujar Wakil Bupati, Lathifah.

Deputi Kepala Perwakilan BI Malang, Dedy Prasetyo, memaparkan bahwa tekanan harga akhir tahun dipengaruhi beberapa faktor.
Seperti pergerakan harga emas akibat kondisi global, serta produksi tomat dan cabai merah yang terdampak cuaca ekstrem.
Inflasi Kota Malang pada November 2025 tercatat 2,71% (yoy) dan 0,16% (mtm).
“Dalam hal ini, strategi 4K (Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, Keterjangkauan Harga, dan Komunikasi Efektif, Red) harus dijalankan lebih disiplin,” katanya.
Ia juga menyoroti potensi peningkatan permintaan setelah bergulirnya Program Makan Bergizi (MBG) 2025.
Pemantauan Titik Penting
Dari sisi pengawasan, Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang menyatakan bahwa intelijen kejaksaan telah memperketat pemantauan untuk mencegah penimbunan atau manipulasi harga.
Kapolres Malang, AKBP Danang Setiyo Pambudi Soekarno, menekankan bahwa pengamanan Nataru akan difokuskan di beberapa tempat.
Layaknya seperti tempat ibadah, destinasi wisata, serta jalur distribusi bahan pokok.
“Kami mengantisipasi kerawanan di tempat ibadah, daerah wisata, dan jalur distribusi bahan pokok. Semua potensi yang dapat mengganggu stabilitas harga dan stabilitas sosial harus diwaspadai,” terangnya.
Kasdim 0818/Malang–Batu, Mayor Czi Supaat, menambahkan bahwa TNI menyiapkan personel untuk penanganan bencana dan pengamanan di 427 gereja. Termasuk wilayah pantai yang rawan kecelakaan wisata.
Baca Juga:
Pertamina Siagakan Satgas Nataru, Pastikan Pasokan Energi Aman Jelang Liburan
Jelang Nataru, Inflasi Tahunan Kota Malang Terkendali di Angka 2,71 Persen pada November 2025
BPS Kabupaten Malang mencatat cabai rawit, bawang merah, dan daging ayam sebagai penyumbang kenaikan IPH tertinggi.
Sementara Dinas Ketahanan Pangan melaporkan kebutuhan pangan naik 8,53% selama Nataru, namun stok surplus untuk beberapa komoditas.
Dari sisi perdagangan, Disperindag mencatat kenaikan harga ayam potong, cabai rawit, bawang merah, dan wortel.
Mereka telah melakukan sidak pasar, pengawasan distribusi Minyakita, serta menggelar pasar murah.
Pertamina melaporkan penyaluran 100 ribu tabung LPG per hari dengan kondisi over supply 3,9%, serta distribusi BBM sebesar 145 ton per hari.
Adapun Perum Bulog memastikan stok beras mencapai 29.443 ton, cukup untuk enam bulan kebutuhan Malang Raya dan Pasuruan.
High Level Meeting TPID Kabupaten Malang menegaskan bahwa menjaga stabilitas harga harus berjalan seiring dengan menjaga stabilitas keamanan.
TPID, Forkopimda, BI, Bulog, Pertamina, dan OPD teknis berkomitmen bersinergi agar Nataru tahun ini berlangsung aman dan nyaman bagi masyarakat. (Djoko W/Yaya)






