Malangpariwara.com – Bantuan becak listrik diberikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto menjadi harapan baru bagi pengemudi becak yang telah lanjut usia.
Salah satu penerima bantuan tersebut adalah Abdul Azis (78), pengemudi becak asal Mergilosono, Kota Malang. Pria yang telah menarik becak sejak 1990 itu mengaku bersyukur atas bantuan becak listrik yang diharapkan dapat membantunya mencari nafkah.

Abdul Azis menuturkan bahwa dirinya pertama kali mengetahui adanya program bantuan tersebut dari informasi sesama pengemudi becak. Setelah itu, ia didaftarkan ke Dinas Sosial (Dinsos) Kota Malang sebagai calon penerima bantuan.
“Saya awalnya tidak tahu ada program ini. Dapat info dari teman, lalu saya didaftarkan ke Dinsos,” ujarnya, Selasa (20/1/2026).
Setelah menerima becak listrik, Abdul Azis mengaku telah mendapatkan penjelasan mengenai tata cara penggunaan serta pengisian daya baterai. Proses pengisian daya disebutnya cukup dilakukan di rumah.
“Sudah dikasih tahu cara pakainya dan ngecasnya. Nanti ngecas bisa di rumah sendiri,” ujar abang becak yang biasa mangkal di Pasar Besar Matahari mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB.

Bantuan yang Sangat Bermanfaat bagi Pengemudi Becak Lansia
Bagi Azis, bantuan becak listrik tersebut memiliki arti yang sangat besar. Ia mengaku selama puluhan tahun mengayuh becak manual merasakan beratnya mencari penumpang, terutama di usia yang tidak lagi muda.
“Saya narik becak sejak 1990. Dapat bantuan ini ya senang sekali. Selama ini kan soro (susah). Kalau sudah ada ini jadi mempermudah,” ungkapnya.
Ia berharap keberadaan becak listrik dapat meningkatkan minat masyarakat untuk kembali menggunakan jasa becak. Dengan demikian, pendapatannya diharapkan ikut meningkat.
Selama ini, pendapatan harian Azis kerap tidak menentu saat masih menggunakan becak manual. “Kadang-kadang nggak dapat sama sekali, apalagi kalau lagi sepi. Sekarang kalah sama ojek online,” ucapnya.
Penerima bantuan lainnya, Rasmun (100), pengemudi becak yang biasa mangkal di kawasan Bareng–Musium, juga merasakan manfaat serupa. Ia mengaku telah menarik becak sejak usia muda dan menggantungkan hidupnya dari pekerjaan tersebut.

Rasmun menyebutkan bahwa pendapatan hariannya selama ini berkisar antara Rp40 ribu hingga Rp50 ribu saat kondisi ramai.
Dengan adanya bantuan becak listrik, Mbah Mun berharap pendapatannya dapat meningkat.
Bantuan Becak Gratis dari Dana Pribadi Presiden
Sementara itu, Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Letnan Jenderal TNI (Purn) Teguh Arief Indratmoko, menjelaskan bahwa bantuan becak listrik tersebut murni berasal dari dana pribadi Presiden RI Prabowo Subianto. Pada tahap awal ini, sebanyak 200 unit becak listrik disalurkan kepada pengemudi becak di Kota Malang.

“Pada tahap awal, prioritas penerima adalah pengemudi becak berusia 70 tahun ke atas, kemudian 60 tahun, dan 50 tahun ke atas. Harapannya ke depan seluruh pengemudi becak bisa menerima bantuan ini,” jelas Teguh.
Ia menambahkan bahwa becak listrik tersebut mampu melaju di tanjakan hingga 15 derajat. Selain itu, daya tempuh baterainya mencapai sekitar 36 kilometer dalam sekali pengisian.
“Kalau baterai setengah pun bisa diisi lagi, tidak ada masalah,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Malang berencana mengintegrasikan becak listrik sebagai bagian dari layanan becak wisata.
Pemkot Malang juga telah menjalin kerja sama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) serta pihak travel guna mendukung sektor pariwisata.
“Kami juga akan membentuk paguyuban becak listrik agar ada kebersamaan dan pengelolaan yang lebih baik,” ujar Wahyu. (Djoko W)






