Becak Listrik Jadi Daya Tarik Wisata Baru di Kota Malang

Malangpariwara.com – Pemerintah Kota Malang mulai memanfaatkan becak listrik sebagai bagian dari pengembangan sektor pariwisata.

Program ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang memberikan bantuan becak listrik, sekaligus arahan langsung dari Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, untuk menjadikannya sarana pendukung layanan wisata.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, mengatakan pemanfaatan becak listrik ini bersifat tematik dan difokuskan untuk meningkatkan kualitas pelayanan pariwisata di Kota Malang.

“Jadi sesuai dengan arahan Bapak Wali Kota Malang bahwa pemanfaatan bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo ini ada yang bersifat tematik. Artinya dalam rangka meningkatkan layanan pariwisata,” ujar Baihaqi.

Untuk mendukung hal tersebut, Pemkot Malang saat ini tengah menyiapkan regulasi terkait pengoperasian becak listrik.

Disiapkan Regulasi dan Terintegrasi dengan PHRI

Nantinya, pengoperasian becak listrik akan terintegrasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), sehingga dapat digunakan untuk melayani tamu kenegaraan maupun wisatawan, baik mancanegara maupun lokal.

“Pengaturan pengoperasiannya nanti bisa terkoneksi dengan PHRI. Kalau misalnya ada tamu-tamu kenegaraan, tamu wisatawan mancanegara maupun lokal,” jelasnya.

Selain itu, Pemkot Malang juga berencana membentuk paguyuban becak listrik. Paguyuban ini akan mengatur titik-titik mangkal becak listrik agar lebih tertata dan siap digunakan kapan pun dibutuhkan.

“Sesuai arahan Pak Wali, segera akan kita bentuk paguyuban becak listrik. Nanti bisa saja ditentukan titik mangkalnya, sehingga pada saat dihubungi sudah siap,” lanjut Baihaqi.

 

Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi saat di Balai Kota Malang. (Djoko W)
Pemkot Siapkan Aplikasi Khusus Becak Listrik

Untuk mempermudah layanan, Pemkot Malang juga akan menyiapkan aplikasi khusus becak listrik. Aplikasi ini diharapkan dapat meningkatkan kecepatan layanan saat wisatawan membutuhkan transportasi ramah lingkungan tersebut.

“Nanti juga akan dibuatkan aplikasi untuk mempermudah layanan dan kecepatan ketika dibutuhkan becak listrik untuk melayani wisatawan,” katanya.

Menurut Baihaqi, keberadaan becak listrik yang ramah lingkungan ini diyakini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Malang.

“Dengan becak listrik ini yang unitnya ramah lingkungan, akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan di Kota Malang,” tambahnya.

Saat ini, bantuan becak listrik masih berada pada gelombang pertama. Pendataan dilakukan oleh Disporapar bersama Dinas Sosial sesuai dengan kuota yang diberikan pemerintah pusat.

“Yang awal ini memang diutamakan bagi yang berusia minimal 55 tahun,” jelas Baihaqi.

Ke depan, seluruh pengayuh becak di Kota Malang akan mendapatkan bantuan becak listrik secara bertahap. Program ini juga diprioritaskan bagi warga Kota Malang yang memiliki KTP Malang.

“Nanti secara keseluruhan semuanya akan mendapatkan bantuan becak listrik. Jadi semua yang berprofesi sebagai pengayuh becak, dan diutamakan yang ber KTP Malang,” tutupnya. (Djoko W)