Malangpariwara.com – Sebanyak ribuan atlet karate turut meramaikan Kejuaraan Jatim Open Piala Kemenpora 2026 yang digelar di GOR Ken Arok, Jalan Kalianyar Buring No.9, Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Kompetisi tersebut menarik perhatian peserta dari berbagai wilayah dan menjadi pusat pertemuan para pegiat karate lintas daerah.
Kejuaraan yang digelar selama dua hari, Sabtu (14/2/2026) hingga Minggu (15/2/2026), dirancang sebagai wadah pembinaan dan penjaringan atlet karate potensial. Tidak hanya diikuti peserta nasional, kompetisi ini juga menarik partisipasi atlet mancanegara.
Ketua Pelaksana Kejuaraan, Muhammad Kamarudin, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menemukan sekaligus membina atlet karate terbaik sejak usia dini. Ajang ini diharapkan menjadi pintu lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan daerah.

“Tujuan utama kami adalah mencari bibit-bibit atlet karate, khususnya untuk Kabupaten Malang dan Kota Malang. Dari sini kami berharap lahir atlet-atlet berprestasi yang bisa mengharumkan daerah,” katanya, saat dikonfirmasi awak media, Minggu (15/2/2026). Pernyataan tersebut menegaskan komitmen panitia terhadap pembinaan jangka panjang.
Kamarudin menjelaskan bahwa kejuaraan ini terintegrasi dengan program kurasi Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Seluruh data atlet yang bertanding akan masuk ke sistem nasional sebagai bagian dari pemetaan potensi atlet.
“Jadi, data para atlet yang berlaga akan langsung terinput ke pusat data nasional sebagai bagian dari pemetaan atlet potensial. Harapannya, atlet-atlet yang berprestasi di sini bisa langsung terpantau dan masuk dalam database pusat,” jelasnya. Integrasi ini diharapkan mempercepat proses pembinaan berjenjang.
Jaminan Keselamatan Para Atlet
Selain aspek pembinaan, panitia juga memberikan perhatian pada keselamatan atlet dengan menjamin perlindungan melalui BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Perlindungan tersebut berlaku sejak atlet berangkat dari rumah hingga kembali pulang usai bertanding.
“Ini bentuk tanggung jawab kami agar atlet merasa aman dan terlindungi, kami menggandeng BPJS Tenaga Kerja (TK),” tegasnya. Langkah ini menjadi salah satu nilai lebih dalam pelaksanaan kejuaraan.
Peserta dari Luar Negeri Turut Meramaikan Kejuaraan
Kamarudin menambahkan, total terdapat 1.874 kelas pertandingan yang dipertandingkan, baik kategori perorangan maupun beregu. Peserta berasal dari berbagai wilayah Indonesia hingga luar negeri.

“Banyak dari daerah Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali tim dari Malaysia, dengan kekuatan 12 atlet yang mengikuti 25 kelas pertandingan,” terangnya. Kehadiran atlet internasional memberi warna tersendiri dalam kompetisi.
Menurutnya, partisipasi atlet luar negeri menjadi motivasi tambahan bagi karateka muda untuk mengukur kemampuan mereka. Pengalaman bertanding lintas negara dinilai penting bagi mental dan kualitas atlet.
“Pertandingan itu bisa dijadikan motivasi, anak-anak tentu lebih semangat karena bisa bertanding dengan atlet dari luar negeri,” tegasnya. Hal ini diharapkan mendorong peningkatan prestasi atlet lokal.
Sportivitas dan Sikap Fair Play Dijunjung Tinggi dalam Kejuaraan
Ia pun berpesan agar seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas dan menjaga kondisi fisik selama pertandingan. Sikap fair play menjadi kunci utama dalam kompetisi olahraga.
“Mainlah sportif, semangat, dan tetap jaga diri supaya tidak cedera,” pesannya. Imbauan ini ditujukan agar kejuaraan berjalan aman dan berkualitas.
Sementara itu, perwakilan MLP PB FORKI, Ardi Ganggas, menyampaikan pihaknya hadir untuk memantau jalannya kejuaraan agar sesuai regulasi. Dari pemantauan awal, panitia dinilai telah bekerja dengan baik, termasuk dalam aspek perlindungan atlet.
“Dari paparan panitia sudah sangat baik, termasuk proteksi atlet. Ini langkah positif,” ujarnya. Penilaian tersebut menjadi apresiasi atas kesiapan penyelenggara.
Ardi juga mengapresiasi dibukanya seluruh kategori pertandingan, mulai dari kadet hingga veteran. Menurutnya, hal ini memberi ruang kompetisi yang luas bagi atlet muda maupun kesempatan nostalgia bagi atlet senior.
Selain itu, MLP PB FORKI turut memberi perhatian pada profesionalisme wasit yang mengacu pada regulasi terbaru edisi 2026. Regulasi tersebut untuk pertama kalinya diterapkan dalam kejuaraan ini.
“Harapan kami, wasit mengedepankan profesionalisme dan sportivitas, sehingga benar-benar lahir atlet-atlet terbaik dari kejuaraan ini,” pungkasnya. Ia berharap kejuaraan ini menjadi tolok ukur kualitas karate di tingkat regional maupun nasional. (Djoko W)






