Kemeriahan Puncak Imlek The Great Lunar Harmony di Malang Town Square

Malangpariwara.com – Puncak perayaan Tahun Baru Imlek bertema “The Great Lunar Harmony” berlangsung meriah di Malang. Rangkaian acara yang digelar sejak 13 Februari itu mencapai klimaks hari ini (17/2/2026) dengan berbagai pertunjukan seni, budaya, dan hiburan yang menarik ribuan pengunjung.

Perayaan puncak dibagi dalam dua sesi utama. Yakni sesi pertama pada pukul 10.00–11.00 WIB berlangsung di Sky Garden. Sesi ini diisi dengan penampilan atraksi barongsai, demonstrasi wushu, dan tarian oriental modern.

Puncak Imlek “The Great Lunar Harmony” di Malang Town Square Meriah
Atraksi barongsai pada acara puncak Imlek sesi pertama. (Djoko W)

Acara kemudian dilanjutkan Road to Tenant (12.00–13.00 WIB) yang menghadirkan interaksi pengunjung dengan berbagai tenant kuliner dan produk tematik Imlek.

Sesi kedua (13.00–15.00 WIB) menjadi grand show di Hall Lower, tepat di depan Hypermart.

Acara dibuka tarian oriental kolosal, dilanjutkan paduan suara lagu Mandarin dan tari tradisional Tiongkok oleh mahasiswa Universitas Negeri Malang.

Puncak Imlek “The Great Lunar Harmony” di Malang Town Square Meriah
Penampilan paduan suara UM dalam membawakan nyanyian Mandarin dan tarian tradisional Tiongkok. (Djoko W)

Selain itu, pengunjung juga disuguhi fashion show busana oriental, atraksi wushu, hingga barongsai dan liang-liong sebagai penutup.

Kampung Pecinan dan Ragam Aktivitas

Marketing Communication Manager Matos, Sasmitha Rahayu, menjelaskan tema tahun ini menekankan harmony budaya dan kebersamaan lintas komunitas.

Menurutnya, sejak 14–17 Februari area lantai atas mal disulap menjadi Kampung Pecinan. Di mana menghadirkan bazar kuliner Imlek dan makanan kekinian.

Juga lomba mewarnai dan menyanyi, pertunjukan K-Pop dance, dan penampilan angklung lagu Mandarin oleh ibu-ibu komunitas.

Puncak Imlek “The Great Lunar Harmony” di Malang Town Square Meriah
Marketing Communication Manager Matos, Sasmitha Rahayu, saat berbicara dengan awak media. (Djoko W)

“Nuansa kebersamaan terasa kuat. Apalagi momentum Imlek kali ini berdekatan dengan Ramadan, jadi kami ingin menghadirkan kegiatan yang inklusif dan penuh harmoni,” ujarnya.

Antusiasme Pengunjung Meningkat

Tingginya minat masyarakat terlihat dari lonjakan jumlah pengunjung. Bahkan, panitia memperkirakan total pengunjung selama rangkaian acara bisa meningkat hampir dua kali lipat dibanding tahun lalu.

“Event sebelumnya seperti lomba mewarnai saja diikuti sekitar 300 anak. Sementara bazar kuliner juga menunjukkan peningkatan transaksi signifikan,” ungkap Sasmita.

Puncak Imlek “The Great Lunar Harmony” di Malang Town Square Meriah
Antusiasme pengunjung yang terjadi pelonjakan pada tahun 2026. (Djoko W)
Rangkaian Event Berlanjut Hingga Ramadan

Selepas Imlek, Matos telah menyiapkan agenda lanjutan menjelang Ramadan. Diantaranya fashion show busana muslim dan bagi takjil yang jumlahnya ratusan paket untuk pengguna jalan Veteran maupun pengunjung Mall.

Selain itu, kegiatan sosial dan charity yakni kolaborasi acara sekolah hingga pertengahan Maret dengan konsep acara berkelanjutan.

Manajemen berharap pusat perbelanjaan tetap menjadi ruang interaksi budaya sekaligus hiburan keluarga.

Perayaan Imlek bertema “The Great Lunar Harmony” pun menjadi simbol kebersamaan lintas budaya di Malang.

Memperlihatkan bahwa tradisi dapat dirayakan secara inklusif, meriah, dan penuh harmoni. (Djoko W)