Malangpariwara.com – Dalam perjalanan yang panjang, kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Octavia Nurul Rohmah Azawie membuktikan bahwa pengalaman jatuh justru menumbuhkan keberanian untuk kembali mencoba hingga mengantarkannya meraih Runner Up 1 Putri Lokantara Indonesia 2026.
Mahasiswi Program Studi Psikologi angkatan 2025 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tersebut mengusung advokasi bertajuk “Culturavia”. Program ini merupakan perpaduan kata culture dan namanya, terinspirasi dari latar belakang keluarganya yang bergerak di bidang perjalanan wisata ke berbagai daerah di Indonesia.
Dari pengalaman tersebut, ia melihat besarnya potensi pariwisata dan budaya Nusantara yang perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda. Melalui “Culturavia”, Octavia mengajak anak muda tidak sekadar menikmati destinasi wisata, tetapi juga memahami nilai budaya di dalamnya.
Ia menegaskan bahwa promosi pariwisata harus sejalan dengan upaya menjaga identitas lokal. “Saya ingin melestarikan budaya dengan cara dan ciri khas saya sendiri. Saya ingin menunjukkan bahwa generasi muda juga bisa menjadi wajah pariwisata Indonesia,” ujarnya kepada tim Humas UMM, 19 Februari lalu.
Mahasiswi asal Kota Batu yang akrab disapa Octavia itu mengaku perjalanan yang ditempuhnya tidak selalu mulus. Ia sempat gagal dalam ajang pemilihan duta tingkat regional. Akan tetapi, ia bangkit kembali dengan mengikuti Putra Putri Tari Jawa Timur 2025 dan berhasil menorehkan prestasi.
Rasa percaya dirinya semakin terasah ketika mengikuti Putra Putri Lokantara Jawa Timur 2025. Ia berhasil meraih gelar Winner yang membawanya melaju ke tingkat nasional.
Bagi Octavia, kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Pengalaman tersebut justru menjadi pijakan untuk terus melangkah dan membuktikan bahwa keberanian mencoba kembali dapat membuka jalan menuju pencapaian yang lebih tinggi.
Persiapan yang Penuh Tantangan Tidak Menghambatnya
Ia juga mengakui bahwa persiapan menuju Putra Putri Lokantara Indonesia 2026 penuh tantangan. Sebagai mahasiswa yang aktif di BEM Fakultas, ia harus membagi waktu antara kuliah, organisasi, dan persiapan kompetisi dengan waktu yang terbatas.
Persiapan menuju tingkat nasional bahkan hanya berlangsung sekitar dua minggu. Meski demikian, ia tetap menjalani proses tersebut dengan penuh komitmen dan disiplin.
Selama masa karantina hingga Grand Final di Semarang, Octavia mengikuti berbagai pembekalan yang semakin mengasah kemampuan dan rasa percaya dirinya. Upaya tersebut membuahkan hasil dengan diraihnya gelar Runner Up 1 Putri Lokantara Indonesia 2026 yang menjadi kebanggaan bagi dirinya, Jawa Timur, dan UMM.
Sementara itu, Kepala Urusan Minat, Bakat, dan Prestasi Mahasiswa UMM, Setiya Yunus Saputra, M.Pd., turut menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi yang diraih Octavia menjadi langkah awal untuk kontribusi yang lebih luas di masa mendatang.
“Semoga prestasi ini menjadi motivasi bahwa setiap mahasiswa memiliki potensi dan kesempatan yang sama. Kami di bidang Minat Bakat dan Pengembangan Prestasi akan terus berkomitmen menyediakan ruang, kesempatan, serta dukungan agar mahasiswa berani berproses dan berprestasi sesuai passion masing-masing,” tutupnya. (Djoko W)






