Malangpariwara.com – Kolaborasi akademik antara Universitas Brawijaya (UB) dan Meijo University kian menguat. Kedua institusi menggelar seminar internasional bertajuk Joint International Seminar on Frontiers in Sustainable Biotechnology and Bio-based Innovation.
Di mana dilangsungkan di Lecture Room N107, Meijo University, Nagoya, Jepang, pada Jumat (13/03/2026).
Seminar ini menjadi ruang diskusi ilmiah yang mempertemukan dosen dan mahasiswa dari dua negara untuk membahas isu-isu mutakhir bioteknologi berkelanjutan.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan International Exchange Program (International Brewing and Fermentation Studies Program) pada 16 Februari 2026.
Yang juga sekaligus menjadi bagian dari peringatan 100 tahun Meijo University.
Sebanyak enam dosen dan 19 mahasiswa terlibat dalam forum tersebut. Dari UB hadir Tri Ardyati, Ph.D., Yoga Dwi Jatmiko, Ph.D., dan Dian Siswanto, Ph.D.
Serta dua delegasi mahasiswa, Aleyda Nur Halizah Wahyudi (S2 Biologi) dan Shella Zahra Kumala Azmi (S3 Biologi). Delegasi UB hadir sebagai undangan khusus dari Meijo University.
Diskusi Dinamis
Diskusi berlangsung dinamis dengan topik seputar pemanfaatan limbah agroindustri, pengembangan mikroba fungsional, hingga interaksi tanaman-mikrobioma untuk solusi lingkungan.
Tri Ardyati memaparkan riset eksplorasi khamir penghasil senyawa antibakteri dari limbah fermentasi kulit kopi. Mengusung konsep waste-to-value yang relevan bagi industri berkelanjutan.
Yoga Dwi Jatmiko membahas probiotik beraktivitas antioksidan dari fermentasi wine coffee.
Sementara Dian Siswanto mengulas peran tanaman dan mikroba dalam bioremediasi kawasan tercemar melalui pendekatan bioteknologi dan ekologi mikroba.
Sesi Presentasi Riset Mahasiswa
Pada sesi mahasiswa, riset-riset inovatif turut dipresentasikan.
Mulai dari eksplorasi protein dalam biosintesis kojic acid, pengembangan selulosa bakteri dari limbah kulit kopi untuk bahan vegan leather.
Lalu identifikasi enzim jamur pelapuk putih untuk biokonversi biomassa, hingga potensi ekstrak Blumea balsamifera sebagai kandidat antikanker.
Diskusi akademik yang dipandu para profesor Meijo University membuka peluang kolaborasi riset lanjutan antara kedua kampus.
Program Kunjungan Lapangan
Tak hanya seminar, peserta juga mengikuti International Exchange Program di bawah supervisi Prof. Masashi Kato. Program ini menghadirkan kunjungan lapangan ke industri fermentasi di Prefektur Aichi.

Destinasi pertama adalah Mizkan Holdings Co., Ltd. di Kota Handa, produsen cuka dan bumbu fermentasi yang berdiri sejak 1804.

Peserta juga mengunjungi Shichifuku Brewing Co., Ltd. di Kota Hekinan, pionir produksi white soy sauce bersertifikasi JAS.

Kunjungan ditutup di Maruya Hatcho Miso Co., Ltd. di Okazaki, salah satu produsen Hatcho miso tertua di Jepang yang mempertahankan metode fermentasi tradisional.
Melalui kunjungan ini, peserta memperoleh gambaran langsung tentang proses produksi, manajemen mutu, inovasi, hingga strategi internasionalisasi industri fermentasi Jepang.
Salah satu delegasi mahasiswa UB, Aleyda, mengaku pengalaman tersebut sangat berkesan.
“Kunjungan ke industri fermentasi di Jepang menjadi pengalaman yang paling tak terlupakan, dan saya berharap ilmu yang diperoleh dapat saya terapkan di Indonesia”, tambah Aleyda.
Rangkaian seminar dan pertukaran ini dinilai memperkuat jejaring global serta membuka ruang kolaborasi riset berkelanjutan di bidang bioteknologi, mikrobiologi industri, dan bioremediasi.
Kolaborasi lintas negara ini menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan global melalui inovasi dan pendidikan tinggi berdaya saing internasional. (Djoko W)






