Limbah Dapur Tak Lagi Jadi Sampah, Polinema Ajari Aisyiyah Malang Bikin Pupuk Organik Cair

MALANGPARIWARA.COM  – Limbah dapur berupa sisa sayuran, kulit buah, dan sisa bahan pangan tidak lagi sekadar dipandang sebagai sampah. Politeknik Negeri Malang (Polinema) mendorong lingkungan Aisyiyah Malang mengolah limbah organik rumah tangga menjadi pupuk organik cair (POC) berbasis Effective Microorganisms 4 (EM4).

Pelatihan bertajuk “Pelatihan Penguatan Literasi dan Keterampilan Produksi Pupuk Organik Cair Berbasis EM4” tersebut digelar Sabtu (29/8/2026) oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Jurusan Teknik Kimia Polinema.

Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus keterampilan peserta dalam mengelola limbah organik secara sederhana, sehingga memiliki nilai manfaat bagi lingkungan maupun kebutuhan rumah tangga.

Ketua Tim PPM Polinema, Ari Susanti, S.T., M.T., bersama Prof. Dr. Ir. Dwina Moentamaria, M.T.; Ir. Sri Rulianah, M.P.; Dr. Luchis Rubianto, LRSC, M.MT.; Dr. Zakijah Irfin, S.T., M.T.; dan Drs. Mufid, M.T., memberikan pendampingan mulai dari pemahaman dasar hingga praktik pembuatan POC.

Sebelum praktik, peserta mendapat pembekalan mengenai pemilahan limbah organik, sanitasi peralatan, fungsi EM4 sebagai bioaktivator, hingga pemanfaatan molase atau gula merah sebagai sumber nutrisi bagi mikroorganisme.

Peserta juga dikenalkan dengan prinsip fermentasi anaerob serta sejumlah indikator sederhana untuk memantau proses, seperti perubahan pH, bau, dan warna.

Dari identifikasi awal, limbah yang banyak dihasilkan dari aktivitas rumah tangga maupun usaha anggota mitra antara lain sisa sayuran, kulit buah, dan sisa bahan pangan dapur.

Bahan-bahan tersebut kemudian diarahkan untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku POC yang dapat digunakan untuk tanaman, pekarangan rumah, maupun kegiatan urban farming.

“Melalui pemanfaatan limbah organik menjadi POC, masyarakat tidak hanya belajar mengurangi sampah, tetapi juga memperoleh keterampilan yang dapat diterapkan secara langsung di lingkungan masing-masing,” jelas Tim PPM Polinema.

Peserta Praktik Langsung Membuat POC

Pelatihan tidak berhenti pada penyampaian materi. Peserta juga langsung mempraktikkan proses pembuatan POC dengan pendampingan tim Polinema.

Tahapannya dimulai dari memilah limbah organik yang aman diolah, mencacah bahan, menyiapkan larutan EM4 dan sumber gula, kemudian mencampurkan seluruh bahan hingga homogen.

Campuran selanjutnya dimasukkan ke dalam wadah fermentasi tertutup. Tim PPM juga mengenalkan sistem pelepasan gas sederhana agar proses fermentasi berlangsung lebih aman dan stabil.

Untuk membantu peserta memahami pengendalian proses, dilakukan pengamatan sederhana terhadap pH, bau, dan warna selama fermentasi.

Parameter tersebut digunakan sebagai indikator awal untuk mengenali kondisi proses, meskipun tidak menggantikan pengujian kualitas melalui laboratorium.

Kebersihan alat, ketepatan komposisi bahan, serta urutan kerja juga menjadi perhatian. Peserta diarahkan mencatat setiap batch produksi, mulai tanggal pembuatan, jenis dan komposisi bahan, kondisi fermentasi, hingga hasil pengamatan.

Pencatatan tersebut penting untuk membantu peserta menelusuri penyebab apabila terdapat perbedaan hasil pada proses produksi berikutnya.

Dorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Untuk mengukur efektivitas pelatihan, kegiatan diawali dengan pre-test guna mengetahui pemahaman awal peserta. Setelah menerima materi dan mengikuti praktik produksi POC, peserta kembali menjalani post-test dan mengisi kuesioner evaluasi.

Dalam pelaksanaannya, Tim PPM Polinema juga melibatkan pranata laboratorium pendidikan Devmitha Nur Haqy Sumarsono, A.Md.T., serta lima mahasiswa, yakni Hasbi Arridwan Satibi, Afindi Marsinia Sari, Rizqi Ramadani, Salma Farida, dan Amalia Salsa Sa’diyah Az Zahro.

Para mahasiswa terlibat dalam penyiapan alat dan bahan, pendampingan praktik, dokumentasi hingga evaluasi kegiatan.

Program tersebut menjadi bagian dari kontribusi Polinema dalam mendorong penerapan teknologi sederhana yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Melalui pelatihan ini, pengolahan limbah organik diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. Keterampilan membuat POC diharapkan berkembang menjadi kebiasaan yang aplikatif dan berkelanjutan di lingkungan mitra.

Selain mengurangi timbulan sampah organik, pemanfaatan limbah dapur menjadi POC juga diharapkan meningkatkan literasi lingkungan, mendorong kemandirian keluarga, serta membuka peluang pemanfaatan sumber daya rumah tangga secara lebih produktif.

Konsep “dari limbah menjadi manfaat” yang dikenalkan Polinema menunjukkan bahwa sisa bahan pangan rumah tangga masih memiliki potensi untuk diolah menjadi produk yang bermanfaat bagi tanaman sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan.(Djoko W)

http://Polinema.ac.id

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *