Malangpariwara.com — Departemen Kimia Universitas Brawijaya (UB) memperkuat kiprahnya di forum akademik internasional melalui partisipasi dalam The 8th International Conference on Chemistry and Material Sciences (IC2MS 2026) yang digelar 15–16 September 2026.
Konferensi tersebut menjadi forum bagi akademisi, peneliti, dan mahasiswa dari berbagai institusi untuk mempresentasikan hasil riset sekaligus membuka peluang kolaborasi di bidang kimia dan ilmu material.
IC2MS 2026 diselenggarakan melalui konsorsium empat perguruan tinggi, yakni Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Jember (UNEJ), dan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia. Konsorsium ini menjadi wadah kerja sama akademik dan penelitian lintas institusi serta lintas negara.
Dalam gelaran tersebut, Departemen Kimia UB tampil dengan kekuatan akademik yang cukup besar.
Delegasi UB terdiri atas 10 dosen sebagai oral presenter, dua dosen sebagai poster presenter, enam mahasiswa sebagai oral presenter, dan empat mahasiswa sebagai poster presenter.
Selain menjadi presenter, Departemen Kimia UB juga menghadirkan satu keynote speaker dan satu invited speaker dalam konferensi internasional tersebut.
Partisipasi tersebut sekaligus membuahkan prestasi. Yuniar Ponco Prananto, Ph.D. dan Dr.rer.nat. Rachmat Triandi Tjahjanto meraih penghargaan Best Oral Presenter. Sementara itu, Izaz Aqeiluz Zahara, mahasiswa Program Doktor Kimia UB, berhasil meraih Best Poster Presenter.
Capaian tersebut menjadi indikator daya saing riset sivitas akademika Departemen Kimia UB, sekaligus menunjukkan kemampuan dosen dan mahasiswa dalam mempresentasikan hasil penelitian pada forum ilmiah internasional.
Ketua Departemen Kimia Universitas Brawijaya, Anna Safitri, Ph.D., mengapresiasi keterlibatan dan capaian sivitas akademika UB dalam IC2MS 2026.
“Keikutsertaan Departemen Kimia Universitas Brawijaya dalam IC2MS 2026 merupakan bagian penting dari upaya kami untuk memperkuat budaya riset, meningkatkan visibilitas akademik internasional, serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas,” ujar Anna.
Menurutnya, penghargaan yang diraih dosen dan mahasiswa UB juga menunjukkan kualitas penelitian serta kemampuan akademik sivitas Departemen Kimia UB dalam forum internasional.
Anna menilai keberlanjutan konsorsium IC2MS memiliki nilai strategis bagi pengembangan jejaring akademik dan penelitian.
“IC2MS tidak hanya menjadi forum untuk mempresentasikan hasil penelitian, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun koneksi, bertukar perspektif, dan menginisiasi kolaborasi baru,” katanya.
Kerja sama antara UM, UB, UNEJ, dan UiTM Malaysia diharapkan terus berkembang melalui berbagai kegiatan akademik dan penelitian bersama yang memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat.
Komitmen tersebut akan berlanjut pada IC2MS 2027, dengan Departemen Kimia UB ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan konferensi.
Tuan rumah IC2MS 2027 menjadi momentum strategis bagi UB untuk memperluas jejaring dengan peneliti dan akademisi dari berbagai negara.
Forum tersebut juga diharapkan membuka ruang lebih besar bagi dosen dan mahasiswa untuk mempresentasikan hasil penelitian serta membangun kerja sama riset internasional.
Selain memperkuat jejaring akademik, IC2MS 2026 juga berkaitan dengan sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, SDG 9 tentang inovasi dan infrastruktur, SDG 17 tentang kemitraan, serta SDG 12 mengenai konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
Melalui riset kimia dan material, forum tersebut turut mendorong pengembangan inovasi berbasis penelitian, pemanfaatan sumber daya secara lebih efisien, serta pengembangan material berkelanjutan yang berpotensi menjawab persoalan lingkungan.
Dengan tiga penghargaan yang diraih dan kesiapan menjadi tuan rumah IC2MS 2027, Departemen Kimia UB tidak hanya memperluas eksposur akademiknya di tingkat internasional, tetapi juga menegaskan posisi riset kimia UB dalam jejaring kolaborasi global.(Djoko W)







