Pengimbasan ZI MAN 2 Kota Malang Dorong Madrasah Bojonegoro Perkuat Integritas dan Pelayanan

BOJONEGORO, Malangpariwara.com  – Pembangunan Zona Integritas (ZI) di lingkungan madrasah tidak boleh berhenti pada tumpukan dokumen dan pemenuhan administrasi.

Perubahan harus terlihat dalam budaya kerja, tata kelola, pengawasan hingga kualitas pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Pesan itu mengemuka dalam pengimbasan pembangunan Zona Integritas yang dilakukan Tim ZI MAN 2 Kota Malang kepada Kepala Madrasah, Kepala Tata Usaha (KTU), serta guru dan tenaga kependidikan (GTK) dari 10 madrasah negeri se-Kabupaten Bojonegoro, Selasa (6/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula MTsN 4 Bojonegoro tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman dan praktik baik MAN 2 Kota Malang dalam membangun ZI menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro, Dr. H. Amanullah, M.Hi., bersama jajaran Pendidikan Madrasah (Pendma) turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Amanullah menegaskan, pengimbasan ZI harus menghasilkan perubahan nyata dalam pola kerja dan pelayanan di masing-masing satuan kerja.

Menurutnya, keberhasilan ZI tidak cukup diukur dari kelengkapan administrasi, tetapi dari sejauh mana masyarakat memperoleh pelayanan yang lebih baik.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap ada perubahan nyata dalam cara kita bekerja dan melayani. Mari membangun budaya kerja yang lebih baik, memberikan pelayanan yang lebih cepat, mudah, ramah, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, Zona Integritas harus mampu menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat melalui peningkatan kualitas pelayanan di setiap satuan kerja.

Sementara itu, Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin, M.Pd., memberikan materi umum mengenai pembangunan Zona Integritas.

Ia menekankan bahwa ZI merupakan proses perubahan budaya kerja yang harus dibangun secara konsisten dan berkelanjutan, bukan sekadar mengejar pemenuhan dokumen.

Penguatan tersebut kemudian diperdalam melalui pemaparan enam area pembangunan ZI oleh Tim ZI MAN 2 Kota Malang.

Pada Area 1 Manajemen Perubahan, Ady Siswanto, S.Pd., menyoroti pentingnya perubahan pola pikir sebagai fondasi reformasi birokrasi di lingkungan madrasah.

“Perubahan harus dimulai dari mindset. Ketika cara berpikir berubah, maka cara bekerja dan cara kita memberikan pelayanan juga akan berubah,” ujarnya.

Sementara Area 2 Penataan Tatalaksana disampaikan Budi Widodo, S.Pd. Fokusnya pada tata kelola yang efektif, efisien, transparan, terukur, serta mampu memanfaatkan sistem digital untuk mendukung pelayanan.

“Tatalaksana yang baik akan membuat pekerjaan lebih efektif, terukur, transparan, dan mudah dipertanggungjawabkan,” katanya.

Pada Area 3 Penataan Manajemen SDM, H. Sugeng Winarto, M.Pd., menempatkan sumber daya manusia sebagai kekuatan utama dalam memastikan perubahan berjalan.

Menurutnya, penataan SDM harus diikuti pemahaman tugas, profesionalisme, peningkatan kompetensi dan orientasi pelayanan.

“SDM yang tertata akan menghasilkan kinerja yang berkualitas. Setiap pegawai harus memahami tugasnya, bekerja profesional, terus meningkatkan kompetensi, dan memiliki orientasi pelayanan,” jelasnya.

Berikutnya, Area 4 Penguatan Akuntabilitas Kinerja disampaikan Heru Cahyono, A.Ma. Ia menekankan pentingnya setiap program memiliki target, indikator, evaluasi dan hasil yang jelas.

“Akuntabilitas bukan sekadar laporan, tetapi memastikan setiap kegiatan memberikan hasil dan manfaat,” tegasnya.

Sedangkan Area 5 Penguatan Pengawasan disampaikan Ronaldy Aji Saputra, M.Pd. Ia menegaskan pengawasan harus ditempatkan sebagai instrumen pencegahan sekaligus penguatan integritas, bukan semata-mata mencari kesalahan.

“Pengawasan bukan untuk mencari kesalahan, tetapi untuk mencegah terjadinya kesalahan dan memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan serta prinsip integritas,” katanya.

Pada Area 6 Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik, Adjie Panji Gumilang, S.Pd., menggarisbawahi bahwa seluruh proses pembangunan ZI pada akhirnya harus bermuara pada pelayanan yang dirasakan masyarakat.

“Ukuran keberhasilan Zona Integritas pada akhirnya adalah kualitas pelayanan yang dirasakan masyarakat. Pelayanan harus mudah, cepat, ramah, transparan, dan memberikan kepastian,” ujarnya.

Pengimbasan berlangsung interaktif melalui diskusi dan berbagi pengalaman. Para peserta mendapatkan gambaran mengenai inovasi, strategi serta langkah praktis yang dapat disesuaikan dan diterapkan di satuan kerja masing-masing.

Tim ZI MAN 2 Kota Malang berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai transfer pengetahuan. Lebih jauh, pengimbasan diharapkan menjadi pemantik perubahan budaya kerja di lingkungan madrasah negeri Kabupaten Bojonegoro.

“Kami hadir bukan untuk menggurui, tetapi untuk berbagi pengalaman dan praktik baik. Semoga apa yang kami sampaikan dapat menjadi inspirasi dan dikembangkan sesuai karakteristik masing-masing madrasah,” pungkas Sugeng, yang juga KTU MAN 2 Kota Malang.

Dengan demikian, penguatan ZI tidak hanya berbicara tentang predikat atau kelengkapan administrasi, tetapi tentang bagaimana integritas dibangun dari dalam organisasi dan diterjemahkan menjadi pelayanan publik yang semakin bersih, efektif dan berpihak pada kebutuhan masyarakat.

(Djoko W)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *