Dies Natalis ke-65 FEB UB: Serapan Lulusan Tembus 100 Persen, Magang Jadi Strategi Utama

Malangpariwara.com  – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) memperkuat orientasi pendidikan tinggi yang berfokus pada kesiapan kerja dan kepemimpinan masa depan.

Memasuki usia ke-65, FEB UB mencatat tingkat penyerapan lulusan mencapai 100 persen pada 2025, meningkat tajam dibandingkan 65 persen pada 2024.

Paparan Dekan FEB UB Abdul Ghofar.(Djoko W)

Capaian tersebut disampaikan Dekan FEB UB Abdul Ghofar, S.E., M.Si., M.Acc., DBA., Ak., CA., dalam peringatan Dies Natalis ke-65 FEB UB di Auditorium Lantai 2, Gedung Pandhita Majapahit Universitas Brawijaya, Senin (19/10/2026).

Dekan FEB UB Abdul Ghofar, S.E., M.Si., M.Acc., DBA., Ak., CA. (Djoko W)

Menurut Abdul Ghofar, capaian penyerapan lulusan menjadi salah satu indikator penting untuk mengevaluasi relevansi pendidikan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja.

Berdasarkan tracer study fakultas, seluruh lulusan yang tercatat pada 2025 telah terserap di pasar kerja atau mengembangkan usaha dalam waktu maksimal satu tahun setelah lulus.

Peningkatan dari 65 persen menjadi 100 persen dalam setahun menunjukkan hasil positif dari strategi yang diterapkan fakultas. Namun, tantangan berikutnya bukan sekadar memastikan lulusan memperoleh pekerjaan, melainkan membekali mereka dengan kompetensi yang sesuai dengan perubahan kebutuhan industri dan kemampuan memimpin di tengah persaingan ekonomi.

Wajib Magang dan Kolaborasi Industri

Salah satu langkah yang ditempuh FEB UB adalah mewajibkan mahasiswa menjalani magang minimal satu semester sebelum menyelesaikan studi.

Kebijakan ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya menguasai teori di ruang kuliah, tetapi juga memahami persoalan nyata di dunia usaha dan industri.

Pengalaman kerja sebelum lulus diharapkan mempersempit kesenjangan antara kompetensi akademik dan kebutuhan perusahaan. Mahasiswa dapat mengenali budaya kerja, mengembangkan kemampuan berkomunikasi, membangun jejaring profesional, sekaligus mengasah keterampilan memecahkan masalah.

Tantangannya tidak kecil. Dengan jumlah mahasiswa dalam satu angkatan yang membutuhkan tempat magang mencapai sekitar 1.000 orang, fakultas harus memperluas kemitraan dengan perusahaan dan berbagai sektor industri.

Karena itu, FEB UB memperkuat kerja sama dengan perusahaan-perusahaan besar. Dalam momentum Dies Natalis kali ini, fakultas juga mengundang kalangan industri untuk memperkenalkan profil dan kompetensi lulusannya sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas.

Langkah tersebut menjadi penting agar program magang tidak berhenti sebagai pemenuhan kewajiban akademik.

Ketersediaan tempat magang yang relevan, kualitas pembimbingan, serta kesesuaian pengalaman kerja dengan bidang studi menjadi faktor yang menentukan manfaat program bagi mahasiswa.

Kelas Three-in-One, Perkuat Kompetensi Mahasiswa

Selain magang, FEB UB mengembangkan model pembelajaran Three-in-One yang melibatkan tiga unsur pengajar, yakni dosen internal FEB UB, dosen asing, dan praktisi industri.

Model ini mempertemukan perspektif akademik, wawasan internasional, dan pengalaman profesional dalam proses pembelajaran. Mahasiswa diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai perkembangan ekonomi dan bisnis, termasuk tantangan yang dihadapi perusahaan dalam lingkungan yang terus berubah.

Strategi tersebut sejalan dengan arah baru misi fakultas, yakni to educate future leaders in business and economics atau mendidik calon pemimpin masa depan di bidang bisnis dan ekonomi.

Orientasi ini menuntut perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan yang mampu memasuki pasar kerja, tetapi juga memiliki kemampuan analitis, integritas, kreativitas, adaptabilitas, serta keberanian mengambil keputusan secara bertanggung jawab.

Dengan demikian, ukuran keberhasilan pendidikan tidak cukup dilihat dari ijazah atau nilai akademik.

Kemampuan menerapkan ilmu, berkolaborasi, membaca perubahan pasar, dan menciptakan peluang usaha juga menjadi bagian penting dari kompetensi lulusan.

Tiga Bidang FEB UB Masuk Pemeringkatan Dunia

Di bidang akademik, FEB UB mencatat capaian internasional melalui QS World University Rankings by Subject. Fakultas ini mulai masuk pemeringkatan tersebut pada 2024 dan kini tercatat pada tiga bidang utama.

Bidang Economics & Econometrics berada di peringkat 451–500 dunia. Sementara itu, Finance & Accounting menempati posisi 301–375 dunia, sedangkan Business & Management berada di peringkat 451–500 dunia.

Pencapaian tersebut memperlihatkan perkembangan FEB UB dalam memperkuat reputasi akademik di tingkat internasional. Meski demikian, mempertahankan dan meningkatkan posisi dalam pemeringkatan global memerlukan konsistensi dalam kualitas pengajaran, penelitian, publikasi ilmiah, serta kontribusi nyata terhadap masyarakat dan dunia usaha.

Produktivitas publikasi internasional FEB UB juga meningkat 97 persen dalam tiga tahun terakhir. Peningkatan tersebut diikuti upaya memperbaiki kualitas publikasi, terutama artikel yang masuk jurnal terindeks Scopus kategori Q1 dan Q2.

Kualitas publikasi menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan perguruan tinggi karena mencerminkan kapasitas penelitian, produktivitas akademik, dan kontribusi keilmuan terhadap perkembangan ekonomi serta bisnis.

Mahasiswa Didorong Menghasilkan Inovasi

Tidak hanya berorientasi pada karier profesional, FEB UB juga mendorong mahasiswa mengembangkan inovasi dan kewirausahaan. Hingga saat ini, mahasiswa fakultas tersebut memiliki sekitar 275 hak cipta.

Pengembangan inovasi berkaitan erat dengan keberadaan program S1 Kewirausahaan. Dalam program ini, mahasiswa didorong untuk memiliki dan mengembangkan usaha sebagai bagian dari proses pembelajaran.

Produk yang dikembangkan mahasiswa antara lain pengharum ruangan atau fresh air. Pengembangan produk semacam ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memahami proses bisnis secara langsung, mulai dari penciptaan ide, pengembangan produk, hingga peluang pemasaran.

Untuk pengembangan yang membutuhkan paten, mahasiswa umumnya melibatkan dosen. Kolaborasi tersebut diharapkan membantu meningkatkan kualitas inovasi sekaligus memperkuat perlindungan kekayaan intelektual.

Kepemilikan hak cipta dan pengembangan produk usaha menjadi modal awal bagi tumbuhnya budaya inovasi di lingkungan kampus. Namun, tantangan selanjutnya adalah memastikan karya tersebut tidak berhenti sebagai produk akademik, melainkan mampu dikembangkan menjadi usaha berkelanjutan yang memiliki nilai ekonomi.

Usia 65 Tahun, Tantangan Beralih dari Serapan ke Kualitas

Memasuki usia ke-65, FEB UB menghadapi tantangan untuk menjaga keseimbangan antara pencapaian akademik, kesiapan kerja, dan pembentukan pemimpin masa depan.

Angka penyerapan lulusan 100 persen pada 2025 menjadi capaian penting. Namun, keberlanjutan hasil tersebut perlu ditopang oleh data yang transparan mengenai metode penghitungan tracer study, kesesuaian pekerjaan dengan bidang studi, kualitas pekerjaan, serta perkembangan karier lulusan dalam jangka panjang.

Di sisi lain, peningkatan publikasi internasional, posisi dalam pemeringkatan dunia, dan ratusan hak cipta mahasiswa menunjukkan upaya fakultas memperluas dampak pendidikan di luar ruang kuliah.

Dengan memperkuat magang, memperluas kemitraan industri, menghadirkan praktisi dalam pembelajaran, dan mendorong kewirausahaan, FEB UB berupaya menjawab tuntutan pendidikan tinggi yang semakin dinamis.

Peringatan Dies Natalis ke-65 pun menjadi momentum untuk menegaskan arah tersebut: bukan sekadar mencetak sarjana yang terserap di pasar kerja, melainkan membentuk lulusan yang mampu menciptakan peluang, menghasilkan inovasi, dan mengambil peran sebagai pemimpin di bidang ekonomi dan bisnis.(Djoko W)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *