UB Kembali Lahirkan Professor dari FMIPA

Profesor dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Drs. Arinto Yudi Ponco Wardoyo, M.Sc.,Ph.D.

MALANG – Universitas Brawijaya (UB) kembali mengukuhkan profesor dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Drs. Arinto Yudi Ponco Wardoyo, M.Sc.,Ph.D.

.
Arinto merupakan profesor ke 19 di FMIPA dan ke 249 di UB. Dia merupakan profesor bidang dalam Bidang Ilmu Fisika Lingkungan.

.
Dalam orasi ilmiahnya berjudul Pembakaran Biomassa: Emisi Partikulat Dan Dampak Kesehatan Rabu (30/10/2019) dihadapan rektor dan senat UB, Arinto menjelaskan tentang dampak pembakaran biomasa bagi tubuh.

.
Pembakaran biomasa yang berupa kebakaran hutan, pembakaran sisa hasil pertanian, pembakaran kayu, dan pembakaran sampah biomasa yang saat ini semakin marak di berbagai belahan dunia, ternyata berakibat buruk bagi tubuh.

.
Partikulat atau padatan dan cairan yang tersuspensi di udara dan gas hasil dari pembakaran dari pembakaran biomassa jika terserap ke dalam tubuh menyebabkan terjadinya kerusakan sel pada organ, antara lain paru-paru, darah merah, ginjal, dan hati.

.
Tingkat kerusakan organ sebanding lurus dengan dosis konsentrasi partikulat. Semakin besar dosis konsentrasi partikulat yang diberikan semakin besar kerusakan pada organ.

.
Dampak pada Paru paru
Dalam proses pernafasan, partikulat ultrafine dapat menembus aveoli hingga sistem peredaran darah, sementara partikulat yang tertinggal di paru-paru akan bereaksi dan menyebabkan kerusakan pada jaringan epitel paru-paru .

.
Sementara Zat yang terkandung dalam partikulat berperan dalam pembentukan reactive oxygen series yang menyebabkan terjadinya inflamasi pada paru.

.
Dampak pada Darah
Partikulat Ultrafine yang mengandung senyawa-senyawa yang berbeda menyebabkan terjadinya kerusakan sel darah merah.

.
Dampak pada Ginjal
Akan mengakibatkan deformasi pada sel ginjal, seperti penyempitan dan pelebaran sel tubulus, serta melebarnya area kapsul Bowman.

.
Dampak pada Hati
Kandungan reaktif pada partikulat diketahui berakibat pada inflamasi akut yang ditemukan pada sel hati.

.
Inflamasi berkepanjangan juga berdampak pada diaktifkannya sel hepato-stellate yang berdampak pada meningkatnya hepatic fibrosis.

.
Fibrosis ini kemudian akan memicu kematian atau kerusakan sell hati karena keberadaan partikulat.(*) (JKW)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *