BONSAI UB Dikupas Habis Live di TV UB

WR IV UB Prof.Dr.Ir.Moch Sasmito Djati, M.S, dan Ketua PSLD UB Zubaidah Ningsih AS, Ph.D. bahas PSLD UB Raih Penghargaan Internasional

MALANG – Kegiatan Bincang Santai Bersama Pakar UB(BONSAI), hari ini Kamis (27/02/ 2020) sangat berbeda dengan Program BONSAI sebelumnya yang digelar UB dua kali dalam setahun.

.
Kali ini digelar dan disiarkan langsung jam 09.00 di Studio UB TV (Gedung Rektorat Lantai 1).

.
Pada BONSAI kali ini mengundang empat narasumber diantaranya;

  • WR I Prof.Dr.drh.Aulanni’am, DES;
  • WR IV UB Prof.Dr.Ir.Moch Sasmito Djati, M.S,
  • Ketua PSLD UB Zubaidah Ningsih AS, Ph.D.
  • Hery Prawoto, SSos MAB kabag Perencanaan, Akademik dan Kerjasama.

.
Ada dua tema yang dibahas dalam BONSAI ini yakni; PSLD UB Raih Penghargaan Internasional dan UB Akan terima 14.310 Mahasiswa di Tahun 2020.

.
Pada sesi pertama BONSAI membahas tentang, Pusat Studi Layanan Disabilitas Universitas Brawijaya (PSLD UB) meraih penghargaan internasional dengan narasumber WR IV UB Prof.Dr.Ir.Moch Sasmito Djati, M.S, dan Ketua PSLD UB Zubaidah Ningsih AS, Ph.D.

.
Pusat Studi Layanan Disabilitas Universitas Brawijaya (PSLD UB) meraih penghargaan internasional atas kebijakan inovatif yang ditawarkan. Kebijakan inovatif yang ditawarkan tersebut terkait pemenuhan kuota dan Seleksi Mandiri Penyandang Disabilitas (SMPD).

.
” Penghargaan tersebut diberikan pada saat Konferensi Zero Project (19/2-21/2/2020) di Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Vienna, Austria,” beber Prof.Dr.Ir.Moch Sasmito Djati.

.
Kebijakan yang telah dimulai PSLD UB sejak tahun 2012, semula benama Seleksi Program Khusus Penyandang Disabilitas (SPKPD) berubah menjadi Seleksi Mandiri Penyandang Disabilitas (SMPD) pada 2019.

.
“Seleksi ini memberi kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk mengakses program studi di perguruan tinggi melalui tahapan-tahapan seleksi, yaitu tes administratif, tes kemampuan akademik, simulasi perkuliahan, dan wawancara,” timpal Ketua PSLD UB Zubaidah Ningsih AS, Ph.D.

.
Dalam seleksi tersebut, UB menyediakan 20 kuota bagi siswa difabel yang ingin menempuh kuliah di UB. UB juga menyediakan berbagai macam fasilitas pendukung pembelajaran inklusi, seperti juru bahasa isyarat untuk siswa tuli, alat bantu dengar, hingga volunteer yang akan mendampingi siswa selama berada di kampus.

.
Terkait Penghargaan internasional dari Zero Project, diterima oleh Prof. Dr. Ir. Mochammad Sasmito Djati, MS. (Wakil Rektor IV UB) didampingi oleh Wahyu Widodo, M.Hum (Sekretaris PSLD), Alies Poetri Lintangsari, M.Li (Kepala Bidang Pelayanan PSLD), dan Ulfah Fatmala Rizky, M.PA (Peneliti di PSLD UB).

.
Dalam kegiatan tersebut Prof. Sasmito Djati juga mempresentasikan tentang Admission Quotas and Support Services for University Enrollment.

.
“Zero Project, adalah program yang diinisiasi oleh Essl Foundation yang berpusat di Vienna Austria, memfokuskan pada pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas dalam skala global. Sebagai wadah global (platform), Zero Project menginisiasi, menyeleksi, dan menyuguhkan solusi yang inovatif dan efektif (tepat-guna) dalam memecahkan problematika penyandang disabilitas yang dialasi oleh Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa atas Pemenuhan Hak-Hak Penyandang Disabilitas (CRPD),”pungkas Prof. Dr. Ir. Mochammad Sasmito Djati, MS.(*) ( JKW )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *