Selesaikan Program Santunan Anak Yatim, Komunitas Aksara Tumapel Kunjungi PA Di Batu

Simbolis M Taufik dari Komunitas Aksara tumapel menyerahkan santunan anak Yatim Dhu’afah kepada Ketua Pondok Darus Sa’adah H.A.Munir Fathulloh. (Foto: Djoko Winahyu/Malangpariwara)

Sabtu, 16 Mei 2020

Malangpariwara.com
Jelang Pemberlakuan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) Malang Raya, Komunitas Aksara Tumapel Selesaikan Program Santunan Anak Yatim.

Hari ini Sabtu ( 16/5/20), Komunitas Aksara Tumapel mendatangi beberapa yayasan Anak Yatim untuk menyalurkan Bantuan Sembako dan Uang Tunai untuk Anak Yatim, diantaranya Pondok Khusus Anak Yatim dan Dhu’afa Darus Sa’adah di jl Wukir Gg Pondok no. 186 A Temas Kota Batu Jawa Timur.

Ketua Komunitas Aksara Tumapel Liga Alam bersama Ketua pelaksana kegiatan tahunan santuni anak Yatim M.Taufik diterima langsung oleh Ketua Pondok Darus Sa’adah H.A.Munir Fathulloh.

“Saya sangat bersyukur dengan kedatangan pengurus Komunitas Aksara Tumapel ke tempat pondok kami dengan menyantuni anak yatim serta memberi bantuan sembako. Semoga apa yang diberikan ini Barokah banyak membawa manfaat bagi anak anak asuhan Pondok Darus Sa’ adah,” ujar Ustad Munir

Suasana Pondok Darus Sa’adah

Menurut keterangan Ust Munir, yang tinggal di Pondok berjumlah 80 anak putra dan putri sedangkan diluar pondok yang menjadi tanggungan Darus Sa’ada juga banyak terutama kaum Dhu’afah yang disantuni setiap bulannya.

“Alhamdulillah berkat bantuan donatur dan lembaga lembaga dermawan lainnya, kami bisa menghidupi sekian banyak anak asuh Yatim dan Dhu’afa. Untuk setiap bulan kami harus mengeluarkan anggaran sebesar 50 Juta rupiah namun semua bisa teratasi karena kami juga punya jamaah pengajian yang selalu membantu melalui kotak amal.

Ust Munir mengutarakan, “Sedekah tidak akan mengurangi harta si pemberi. Justru pintu rezeki terbuka melalui sedekah.

Sebagaimana terdapat dalam hadits :
“ Sedekah tidaklah mengurangi harta.” (HR. Muslim)

Dalam hadist dijelaskan, sedekah tidak akan mengurangi harta. Walaupun secara fisik berkurang, namun harta yang disedekahkan akan menjadi berkah. Sehingga kekurangannya tersebut tertutupi oleh keberkahannya.

“Apa yang dilakukan Komunitas Aksara Tumapel Ini harusnya menjadi contoh dan pemantik bagi komunitas komunitas lainnya,” tukas Ust Munir bersyukur.

Sementara itu menurut M Taufik, Kegiatan sosial Komunitas Aksara Tumapel ini meski bertepatan dengan mewabahnya virus corona 19 masih terlaksana juga walaupun tekniknya berbeda.

“Sesuai aturan Pemerintah Pusat maupun Pemerintah daerah Malang Raya menganjurkan masyarakat untuk menerapkan social distancing atau pembatasan sosial, maka Komunitas aksara Tumapel merubah teknik penyaluran bantuan sosial berupa sembako dan uang tunai untuk anak yatim secara dor to dor mengunjungi panti panti asuhan anak Yatim, berbeda dari tahun lalu mengumpulkan anak yatim dan dhuafa hingga terkumpul 400 anak untuk disantuni dan buka bersama,” terang M Faufik mendampingi Liga Alam.

Moch Taufik sangat bersyukur, kegiatan tahunan yang ke17 ini masih bisa terlaksana meski harus mendatangi satu persatu yayasan atau panti asuhan anak yatim.

” Tahun ini donasi yang terkumpul dari para dermawan, sebagian telah dibelikan sembako dan santunan uang tunai sebanyak 200 paket jauh lebih sedikit dari tahun lalu sebanyak 400 paket, akibat dampak dari wabah pandemi covid 19,” terangnya.

“Tahun lalu kami seperti biasa melaksanakan kegiatan pemberian santunan sekaligus mengajak berbuka bersama anak asuh dengan jajaran relawan Aksara Tumapel Malang yang di laksanakan awal bulan Ramadhan di gedung perpustakaan jalan besar ijen Malang, namun tahun ini kami cukup prihatin dengan musibah wabah pandemi covis 19, sehingga kami baru bisa menyantuni 200 anak saja,” pungkas M Taufik .( JKW )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *