Ketua DPRD Kota Malang Resmikan GWS RW 05 Sebagai Role Model Kampung Tangguh Mandiri

Ketua DPRD Kota Malang
I Made Rian Diana Kartika memukul kentongan tandai diresmikannya GWS RW 05 Purwantoro menjadi Kampung Tangguh Mandiri ( Foto: Djoko Winahyu/Malangpariwara )

Minggu, 17 Mei 2020

Malangpariwara.com – Kampung RW 05, letaknya bersebelahan dengan RW 23 Glintung Go Gren era kepemimpinan Bambang Irianto yakni lebih dikenal dengan kapung GWS ( Glintung Water Street RW 05) pagi tadi gelar peresmian Kampung Tangguh Mandiri.

Jauh sebelum wabah Pandemi Covid 19, GWS adalah kampung replikasi 3G binaan Ir.H. Bambang Irianto yang telah merubah Kampung yang dulunya kering tanpa penghijauan, banjir dan banyak pengangguran memanfaatkan air resapan dari RW 23 ( tetangga ) karena menerapkan gerakan menabung air selama 6 tahun, berganti nama Glintung Water Street sebagai locus replikasi Kalpataru, sekarang sudah menjadi destinasi wisata.

Ketua RW 05 GWS, Ageng Wijayakusuma

Ketua RW 05 GWS, Ageng Wijayakusuma mengatakan, untuk membangun kampung tangguh tidaklah instan, tetapi melalui proses dan konsep yang matang.

” Itu saya lakukan setelah saya berkonsultasi dengan ketua Posko Relawan Tangguh Mandiri Kelurahan Purwantoro pak Bambang Irianto. Atas bimbingan dan arahan serta dukungan dari warga kami, maka terbentuklah Kampung Tangguh Mandiri GWS RW.05 Kelurahan purwantoro Ini,” ungkap Ageng Wijayakusuma bersemangat.

Ageng mengatakan ada tiga kekuatan yang ia gerakkan bersama warga di Kampung Tangguh Mandiri Ini. Tiga kekuatan itu adalah kelompok tani (Sari Tani), kelompok budidaya ikan (Sumber Mili) yang digarap pemuda karang taruna, serta kelola alam bernama nuansa alam yang dikelola oleh bapak-bapak warga sekitar.

Kelompok-kelompok tersebut dikuatkan dengan pembentukan kelompok peternakan. Kelompok baru ini masih disiapkan dan proses uji coba dan telah dilakukan di beberapa titik.

Kata Ageng, dari kelompok tersebut akan menjadi satu kekuatan besar untuk Glintung Water Street di Kampung Tangguh Mandiri. Memang kampung ini juga tersedia sumber mata air. Jika tidak dikelola dengan baik, bukan manfaat yang didapat justru petaka.

Dalam penyambutan ketua DPRD Kota Malang, I Made Rian Diana Kartika,
Ageng Wijaya Kusuma Ketua RW.05, menerangkan bahwa di dalam Kampung tangguh ini, sejak adanya wabah pandemi Covid 19 warga sudah siap baik pencegahan maupun penanganan terkait Covid 19.

“Siapapun yang masuk kampung harus diperlakukan anjuran protokol kesehatan. Wajib cuci tangan, mengenakan, masker, kendaraan akan disemprot disinfektan,” terang Ageng kepada Imade panggilan Ketua Dewan Malang.

Setelah meresmikan Kampung tangguh dengan memukul kentongan, Made disambut dengan tarian budaya jawa dari remaja putri Warga GWS, kemudian Karangtaruna unjuk kebolehan seni beladiri. Tak hanya itu dari sisi keamanan kampung, satgas keamanan mengunakan HT melaporkan kondisi pos masing masing.

Sebelum menuju Balai RW 05, di simpang tiga kampung, rombongan yang terdiri ketua RW 05, Danramil Bimbing, Kapolsek Blimbing, Tim medis foto bersama di depan Ambulan yang selalu siap sewaktu waktu dibutuhkan warga.

Di pintu balai RW disambut warga Mlijo gratis yang dijaga ibu ibu PKK.

Ketua DPRD Kota Malang Borong dagangan untuk dibagikan kepada warga kampung yang membutuhkan

“Mlijo adalah sejenis pasar dagangan keliling yang menjual sembako dan sayuran. Namun, mlijo ini tak keliling tetapi menggunakan meja tergeletak dengan petugas yang berjaga menerima sumbangan kebutuhan pokok dari warga yang mampu dan warga yang membutuhkan bisa mengambil secara gratis bahkan ada juga yang barter sehingga warga kami tidak ada yang kelaparan baik.massa Pandemi maupun pasca Covid 19 ini kita bisa menghidupi diri sendiri tidak bergantung dari pemberian Pemerintah saja,” beber Ageng.

Sementara itu Ketua DPRD Kota Malang, I Made Rian Diana Kartika, mengapresiasi kekompakan warga Purwantoro ini. Menurut Made, Kampung Tangguh Mandiri sangat luar biasa karena dibangun atas kesadaran masyarakat.

“Luar biasa ini. Ada lumbung pangan yang tidak instan, tapi lumbung pangan yang memang tersedia dari dalam. Dari segi kebersihan juga luar biasa. Air tidak sulit di sini. Kita optimis bisa mengatasi Covid-19 dan dampaknya,” ujar Made

I Made beri makan ikan leke

Kampung GWS ini sangat cocok sebagai Role model Kampung Tangguh yang benar benar mandiri. Dan kampung binaan Ir Bambang Glintung Go Green (3G) yang sempat mendapat apresiasi dari Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof Dr Hariyono, M.Pd. saat kunjungan beberapa waktu lalu kedepan pasti banyak kunjungan.

” Akan saya ajak seluruh RW di wilayah Kecamatan Lowokwaru dapil saya untuk studi banding dan belajar, Sharing dengan Kampung Replikasi 3G ini,” pungkas Politisi PDIP Kota Malang, I Made Rian Diana Kartika.

Suasana pemaparan kampung tangguh mandiri

Peresmian kampung Tangguh Mandiri GWS RW.05 ini dihadiri, Camat Blimbing, Mu’arib, Lurah Purwantoro, Kapolsek Blimbing (Kompol Heri Wahyu Widodo), Danramil 0833-03/Blimbing (Kapten Arm Hadi Supratikno), Anggota Koramil 0833-03/Blimbing, Babinsa Purwantoro, Relawan Purwantoro yang terdiri dari seluruh ketua RW, Dan ketua Posko Relawan Penanganan Covid 19 Kelurahan Purwantoro, Ir H Bambang Irianto serta Sekertaris BAPEDA Kota Malang Ir.Moch Kharis.( JKW )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *