Tinggal Selangkah Lagi, Polinema Optimis Raih Akreditasi Internasional

Foto: Salah satu tahapan akreditasi Remote Inspection secara online (jkw)

Rabu, 17 Juni 2020

Malangpariwara.com
POLINEMA (Politeknik Negeri Malang) merupakan salah satu perguruan tinggi favorit dan terkenal yang berada di Malang.

Setelah secara institusi, Politeknik Negeri Malang telah mendapatkan
akreditasi dengan peringkat “A” berdasarkan surat keputusan nomor 409/SK/BAN-PT/Akred/PT/XII/2018 dari Badan Akreditasi Nasional, kini
Politeknik Negeri Malang (Polinema) kembali buktikan keseriusannya
mewujudkan diri sebagai pendidikan tinggi berskala internasional.

Selain itu, otomatis Polinema akan menjadi Politeknik kedua di Indonesia yang terakreditasi internasional setelah Politeknik Negeri Bandung yang memiliki 10 prodi terakreditasi internasional, sehingga networking Polinema akan semakin lebih luas.

Saat ini, Polinema mengajukan 20 prodi dari 7 jurusan untuk di akreditasi internasional, diantaranya 7 prodi Teknik Elektro, 4 prodi Akuntansi, 2 prodi Administrasi Niaga, 2 prodi Teknik Mesin, 2 prodi Teknik Sipil, 2 prodi Teknik Informatika, dan 1 prodi Teknik Kimia.

Informasinya, untuk mempersiapkan akreditasi internasional ini butuh waktu sekitar 9 bulan sejak Juli 2019. Lebih dari 300 dokumen softcopy dan aplikasi sudah dikirimkan, untuk dipersentasikan oleh jajaran manajemen (Direktur, Pudir, KJM, dll), jajaran prodi dan mahasiswa alumni/perusahaan pengguna.

Doddy Maulana, SE, MT, MSc, Kepala Kantor Jaminan Mutu (KJM)

Hari ini, Rabu ( 17/6/20) Polinema divisitasi oleh ASIC (Accreditation Services for International Schools, Colleges & Universities).

Doddy Maulana, SE, MT, MSc, Kepala Kantor Jaminan Mutu (KJM) Polinema saat ditemui Malangpariwara disela sela ISHOMA mengungkap kenapa Polinema mengajukan akreditasi 20 prodi, alasannya, karena ASIC merupakan badan akreditasi independen internasional spesialisasi akreditasi sekolah, perguruan tinggi, universitas, organisasi pelatihan dan penyedia pendidikan online dan jarak jauh, baik di Inggris maupun di luar negeri.

“Itu yang menjadi alasan kami mengajukan kepada ASIC ini karena lengkap mengakreditasi D3 dan D4 pendidikan vokasional seperti Polinema ini,” ungkap Kepala Kantor Jaminan Mutu (KJM) Polinema ini.

Lain dari pada itu, ASIC diakui oleh UKVI di Inggris, sebagai badan akreditasi anggota Kelompok Kualitas Internasional CHEA di AS, dan anggota British Quality Foundation.

“ASIC ini, telah mengakreditasi banyak lembaga di luar negeri dan telah melakukan akreditasi di seluruh dunia, baik di Asia, Amerika, Australia, Afrika, Eropa, Timur Tengah, dan lainnya dan Informasinya, ASIC bahkan telah mengakreditasi lebih 300 PT di lebih 60 negara, dengan banyak bidang ilmu,” terang kepala KJM ini.

Menjawab pertanyaan wartawan, dosen teknik elektro ini mengatakan sangat optimis akan lolos akreditasi Internasional yang hasilnya akan diumumkan pada awal Juli 2020 nanti.

“Yang menjadi keoptimisan Kami karena tadi tanggapannya positif terhadap semua prodi. Bahkan mereka bilang, sudah saatnya kalian go internasional,” ucap Doddy Maulana semangat.

KJM yang juga Dosen teknik elektro ini menyatakan keoptimisannya bahwa
Polinema akan lolos akreditasi internasional, lantaran beberapa syarat penilaian yang diminta ASIC telah dijalankan Polinema diantaranya,
Seperti kelas internasional
dengan mewadahi mahasiswa asing dari seluruh dunia, kerjasama double degree, joint degree, dan joint research.

“Kami optimis memenuhi beberapa area penilaian dari 8 area operasi penilaian. Minimal 4 area operasi, kita akan dinyatakan lolos, dan 7 area operasi untuk status premium,” tukas Doddy.

Tahapan yang harus dilalui Polinema yakni 2 tahapan penilaian, diantaranya Remote Inspection secara online dan Physical Inspection secara off line tentunya usai pandemi.

“Hari ini tahapan Remote Inspection online, nanti Physical Inspection offline ketika pandemi reda. Namun ketika lolos online ini, Polinema dinyatakan sudah terakreditasi internasional. Walaupun jangka waktunya sementara 1 tahun. Namun saat lolos fisik offline, durasinya 4 tahun,” sebut Doddy.

Ketika Polinema lolos akreditasi Internasional lanjut Doddy, kelas internasional hanyalah bagian dari beberapa kelas dalam prodi. Ketika prodi mendapatkan akreditasi internasional, maka kelas-kelas lain dalam prodi berpotensi menjadi kelas internasional.

“Tentu saja tidak hanya berkutat di Polinema, namun bisa bekerjasama dengan kampus nasional dan luar negeri terakreditasi internasional lainnya,” pungkasnya.

Pudir 1 Polinema Supriatna Adi Suwignyo, ST, MT (jkw)

Mewakili Direktur Polinema, Pudir 1 Polinema, Supriatna Adi Suwignyo, ST, MT mengatakan kedepannya, bahwa dalam aturan Dikti, ketika PTN memiliki akreditasi internasional, maka bisa mengarah ke PTN-BH. Saat ini Polinema memiliki akreditasi institusi nasional A, dan berstatus BLU. Nantinya, ketika Polinema memiliki akreditasi internasional, akan banyak keuntungan jika terealisasi. Salah satunya PTN-BH,” timpal Supriatna.

Supriatna menambahkan, ketika memiliki label akreditasi internasional, Polinema bisa bekerjasama dengan universitas luar negeri yang juga terakreditasi internasional. Sehingga kualitas institusi dan lulusannya berstandar internasional.

“Seringkali yang dijadikan acuan kerjasama adalah standar internasional. Tak hanya internasional, perguruan tinggi nasional pun dapat bekerjasama di level  yang sama. Sehingga terjadi perbaikan kualitas bersama di level internasional,” jelasnya.

Sedang menyimak Polinema divisitasi oleh ASIC (Accreditation Services for International Schools, Colleges & Universities).

Latar belakang Polinema sebagai pendidikan tinggi go internasional ini, merupakan renstra visi misi pendidikan tinggi unggulan berdaya saing global yang dimulai secara bertahap.( JKW )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *