Bambang Irianto, Manager Glintung Go Green : ” Kampung Tematik Harus Bisa Memasuki dunia virtual Pada Era New Normal “

Foto: Ir.H.Bambang Irianto saat menjadi pembicara ” Webinar” Melalui zoom, google meet (jkw)

Malangpariwara.com
Pandemi COVlD -19 mendorong dan mempercepat munculnya inovasi-inovasi baru selaras dengan revolusi industri 4.0. Untuk itu
3G sebagai Kampung Tematik harus jadi pioner memasuki dunia virtual

“3G memang harus bisa masuk pada dunia “daring” dengan sosialisasi jarak jauh melalui Daring, Zoom, Googlemet, webex meet dll, jadi untuk bersosialisasi tidak harus saling ketemu darat tetapi bisa melalui alat komunikasi menghadapi tantangan di era revolusi industri 4.0 ini,” ujar Bambang Ir panggilan Manager Manager Glintung Go Green (3G).

Hal itu disampaikan Bambang Irianto manager Rumah Prestasi 3G, saat menjadi narasumber acara “Webinar Sosial Masyarakat#4” dengan tema “Era New
Normal: Smart Green Concept Guna Wujudkan SDG’s pada Masa Pandemi” dengan pembahasan materi tentang aspek lingkungan, yang diselenggarakan
Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Gadjahmada, Sabtu, (27/6/20) via google meet.

Dalam paparannya, Bambang Ir menjelaskan kondisi terakhir 3G. Di era darurat Disease Covid 19 ini menurut Bambang Irianto , perawatan di kampung 3G berjalan sebagaimana biasanya tapi tetap dengan protokol covid.

Tetap kerjabakti pakai masker

“Saat ini kawasan kampung glintung go green sudah menjadi kawasan wisata edukasi yang sudah layak untuk dikunjungi karena kami menerapkan protokol kesehatan dan kampung kami ini menjadi kampung mandiri yang sudah dikunjungi oleh gubernur Jatim, Kapolda, materi PKN dari mabes polri dan lain-lain jadi kunjungan sudah mulai ada yang dipelajari dari 3G,” ungkapnya.

sebelum menceritakan tentang urban farming inovator Glintung Go Green ini menyampaikan bagaimana proses dirinya membangun kampung.

“Desember 2012 saya dipilih menjadi ketua RW, kampungnya banjir angka kriminal nya tinggi rata-rata warga tercekik rentenir. Saya dipilih jadi ketua RW dananya tidak ada 0 tingkat kesehatan masyarakat nya rendah satu-satunya prestasi yang dimiliki oleh kampung saya, pernah meraih juara lomba memandikan jenazah bagaimana cara membangun kampung semacam itu ?, maka langkah pertama yang saya lakukan membangun kampung adalah menerapkan prinsip lagu Indonesia raya bangunlah jiwanya bangunlah badannya,” ujarnya.

Lanjut Bambang Ir, tahun pertama saya rubah mindset warga tahun kedua saya mulai gerakan penghijauan Alhamdulillah 90% warga saya ternyata menolak diajak penghijauan yang ditanyakan adalah mana dananya karena membangun lingkungan identik dengan bagi-bagi dana sementara RW tidak punya uang maka kemudian saya buat aturan-aturan di kampung,” katanya.

Lebih lanjut manager Glintung Go Green ini menceritakan, tahun 2013 barang siapa minta stempel RW rumahnya tidak ada tanaman, saya tolak. Akibatnya warga protes. kalau nggak cocok dengan pak RW silakan saya dipecat, emangnya enak jadi ketua rw ternyata tidak ada yang berani dan terpaksa warga menanam syaratnya menanam membangun lingkungan tidak boleh pakai uang dari barang bekas apa saja. Mulai dari diri sendiri mulai dari yang paling gampang dan itu yang saya lakukan. Kampung jadi hijau lingkungan asri tetapi masih banjir saya kasih dengan program gerakan menampung air water movement. Dalam kaitan ini orang kampung harus bisa dan mau konsultasi ke berbagai stakeholder dalam konteks ini saya konsultasi ke universitas Brawijaya dengan profesor Bisri waktu itu.

Menjadi inspirasi bagi 3G, pada tahun 2016 kampung konservasi air pertama di dunia diresmikan oleh menteri dalam negeri berkunjung ke 3G. Sejak diresmikan 3G mulai berbayar karena banyak edukasi yang bisa diperoleh. Tiga tahun Kas RW cukup untuk mendirikan koperasi berbadan usaha, bahkan omset koperasi sekarang sudah 750 juta, inilah yang menjamin keberlanjutan.

Lorong kampung 3G

2016 banyak undangan presentasi kerjasama membangun kampung Tegalrejo di kota Jogya dan terus bergerak membangun Indonesia dari lorong lorong kampung hingga 2017.

Konsep membangun kampung ini mendapat apresiasi dari unit kerja presiden pembinaan ideologi Pancasila sebagai 57 ikon prestasi Nasional.

2018 dapat kalpataru dari presiden dan kampung ProKlim( program berlingkup nasional yang dikelola oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam rangka meningkatkan keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan lain untuk melakukan penguatan kapasitas adaptasi terhadap dampak perubahan iklim dan penurunan emisi .

story saya membangun kampung 2016 membuat event namanya farming festival dihadiri 41 negara.

Revolusi industri 4.0 menghasilkan kemajuan dalam kecerdasan buatan, robotika. komputasi tak terbatas, meluasnya jaringan broadband. manufaktur digital, nano material, biologi sintesis, dll yang berkembang secara eksponensial.

Ketergantungan masyarakat terhadap negara di Era Abundance semakin mengecil.

Glintung Go Green melatih dan mempersiapkan terbangunnya vertical farm yang menggunakan 80% lebih sedikit lahan .

Glintung Go Green mempersiapkan kemakmuran orang-orang kampung dengan membangun etos kerja.

“Salah satu yang harus diutamakan dalam masa pandemi adalah bagaimana warga masyarakat mempunyai daya tahan terhadap kebutuhan pangan itu jumlahnya cukup dan berkelanjutan. Ketahanan pangan maaf jangan hanya diartikan dengan membagi-bagi bantuan sembako. Jangan sampai masyarakat kemudian diarahkan demi budaya menunggu bantuan sembako. Kalau ini yang terjadi, “kiamat” maka mari kita mulai secara mandiri supaya cukup dan program kita lanjut ke rumah. Bagaimana di lorong kampung ketika buka pintu buka jendela nampak pertama kali hamparan buah dan sayur dilorong kampung.

Ketahanan pangan di sekitar rumah terjangkau dan mampu dibeli oleh warga jadi makanan. Jadi buah dan sayur harus jadi makanan utama ada sayur-sayuran yang bisa kita petik dari lorong kampung tetapi harus ada inovasi-inovasi cara mengkonsumsi buah dan sayur, bukannya dimakan langsung dari panen tapi bisa dibuat jus buah dan sayur kandungan kandungan gizi dalam buah dan sayur sangat dibutuhkan oleh manusia.

Bagaimana sehat dengan buah dan sayur sayur buah dan sayur sangat cocok untuk kebutuhan manusia.

Kita konsumsi buah dan sayur, insyaallah daya tahan kita terhadap virus akan meningkat imunitas kita akan meningkat Tri Utami yang pernah datang ke kampung mempromosikan buah dan sayur

Berbagai sistem penanaman urban farming seperti vertikultur, hidroponik, dan akuaponik dapat dengan mudah diterapkan di area terbatas. Mamakai strategi urban farming menyulap atap rumah menjadi kebun atap, pagar rumah menjadi taman vertikal, dan sebongkah pipa menjadi kebun tanaman hidroponik yang subur,” terang Bambang Ir.

Ir.H.Bambang Irianto sangat bersyukur karena mendapatkan kepercayaan dan diundang sebagai pembicara dalam Webinar via google meet ini.

Menjawab pertanyaan Malangpariwara tentang apa yang didapat dari Webinar ini, Bambang Ir mengaku.

“Manfaat yang saya dapatkan, pertama, membiasakan diri untuk masuk era normal dengan virtual. Yang kedua, kolaborasi akhirnya terbangun, bahkan saya sudah ada komitmen ada janji dengan pihak UGM untuk saling membantu di UGM ada Pusat kajian pemanfaatan air hujan ada sekolah banyu bening, ya saya akan banyak belajar di sana bagaimanapun, Kampung konservasi air atau water banking tentu akan seimbang kalau kita juga belajar memanfaatkan air hujan sehingga jaringan 3G itu semakin tambah lagi sekarang dengan UGM. Mudah mudahan kedepan terus bertambah harapan saya kampung kampung tematik ke Indonesia juga harus siap-siap memasuki go virtual,” pungkas penerima kalpataru kategori pembina lingkungan,’ pungkasnya.( JKW )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *