Ini Pengamatan Recta Geson Dirut PT AMA Masa Pandemi di AS

Foto: Direktur AMA Recta dalam acara Ngobar (Ngopi Bareng) dan bincang santai bersama Para pimpinan Media baik TV, Cetak, Online maupun Radia di Malang Raya, Selasa (8/6/21) disalah satu resto terkenal di Malang.(ist)

Rabu, 9 Juni 2021

Malangpariwara.com
Dua Minggu di negeri orang tepatnya di AS, Dirut PT AMA Recta Geson banyak mendapat temuan dan pengalaman disana. Utamanya dalam
mencermati pencegahan penularan Covid di AS.

“Berada di Amerika selama 2 minggu dari tanggal 6-19 mei 2021, kami mengunjungi beberapa kota yaitu: Chicago, Madison, Milwaukee, nampak masyarakat mematuhi protokol kesehatan kalau di Indonesia ( 3M ) memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak . Pundemikian halnya di AS mereka disiplin memakai masker, menjaga jarak dengan pengaturan jarak antar meja atau bangku dalam restoran, kantor, bandara, menyediakan hand sanitizer berupa alkohol 70% dan tempat mencuci tangan dengan sabun, namun tidak nampak bilik-bilik fumigasi desinfektan yang biasanya diletakkan di depan restoran, perkantoran dan fasilitas-fasilitas umum,”beber Recta.

Hal ini disampaikan Recta
dalam acara Ngobar (Ngopi Bareng) dan bincang santai bersama Para pimpinan Media baik TV, Cetak, Online maupun Radia di Malang Raya, Selasa (8/6/21) disalah satu resto terkenal di Malang.

Sedangkan di Indonesia lanjut Recta, sejak Covid-19 melanda Indonesia Maret 2020, gugus tugas, pemerintah kota, perkantoran dan fasilitas umum menggunakan fumigasi desifektan pada lingkungan di sekitar kita, harapannya virus akan mati dan lingkungan jadi steril.

“Akan tetapi pandemi Covid-19 belum kunjung reda, lebih menakutkan ITD (Institute of Tropical Disease) Univeritas Airlangga, telah menemukan tidak sedikit strain baru virus Covid-19 yang tersebar di seluruh nusantara, bahkan yang paling menakutkan strain baru B.1.617.2 yang melanda India dan mengakibatkan tsunami. Strain ini mulai menyebar ke seluruh dunia,” tukas Dirut PT AMA kepada Malangpariwara.com.

Mengapa bisa terjadi?
Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di University of California, San Diego, Amerika Serikat oleh Holland , J.J., E. Domingo, J.C. de la Torre and D. Steinhauer (1990), virus yang memiliki materi genetik berhelai satu, berupa RNA akan bermutasi ketika bersentuhan dengan zat kimia pemicu mutasi, yang dikenal sebagai mutagen.

Dua materi yang dapat membunuh Covid-19 jelas
Apt Recta Geson, S, SI, Direktur PT Agro Mitra Alimentare (AMA) produsen PROEM-1 adalah alkohol 70% dan sabun. Mencuci tangan dengan sabun direkomendasikan sebagai pencegah penyebaran Covid-19. Cara kerja sabun adalah:
Merusak spike glycoprotein atau spike protein virus demikian juga alkohol 70%, sehingga virus menjadi tidak aktif karena tidak bisa menempel pada sel inang. Menjebak virus dalam gumpalan busa sabun.
Memiliki fungsi antivirus.

Secara teknis sabun dikategorikan sebagai surfactant (Surface Active Agent), yang berfungsi menurunkan tegangan permukaan.
Rute utama masuk corona virus adalah melalui hidung, mulut dan sebagian melalui mata. Virus yang masuk melalui hidung, mulut dan mata dapat diinaktifasi di tenggorokan (pharynx) atau nasopharynx dengan menggunakan obat kumur atau nasal spray yang mengandung surfactant, dengan cara merusak spike protein virus dan menjebak virus ke dalam gumpalan busa sehingga virus tidak dapat menempel pada dinding alveolus (gelembung paru-paru) akibatnya tidak terjadi infeksi.

Uji Inaktifasi virus H1N1 tahun 2013 di Japan Food Research Laboratories, Tokyo oleh EMRO Okinawa Jepang, membuktikan konsentrasi 1% PRO EM1 mampu menginaktifasi virus H1N1 dalam waktu kurang dari 30 menit.

“Dalam PRO EM1 terkandung banyak biosurfactant. Probiotik multi strain dalam PRO EM1 memproduksi biosurfactant. Ini yang menjadi dasar penggunaan nano spray PRO EM1 sebagai nasal spray atau spray ke kulit,” Ungkap Direktur PT AMA biasa si panggil Recta.

Menurut jurnal dari Surekha K. Satpute, Gauri R. Kulkarni, Arun G. Banpurkar, Ibrahim M. Banat, Nishigandha S. Mone, Rajendra H. Patil and Swaranjit Singh Cameotra (2016), Biosurfactant/s from Lactobacilli species: Properties, challenges and potential biomedical applications.

” Inti dari semua itu upaya apapun yang dilakukan terkait peningkatan imun kesehatan tanpa didasari kedisiplinan penerapan Protokol kesehatan seperti yang dianjurkan pemerintah Indonesia (3M) memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak) tak akan menjamin akan bebas dari paparan virus Pandemi Covid 19. Ayo taati Prokes untuk kepentingan bersama mencegah penularan Covid 19. Semoga Pandemi ini segara berakhir,” ulas Apt Recta Geson, S, SI, Direktur PT Agro Mitra Alimentare (AMA) produsen PROEM-1.(JKW)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.