Catatan BI Malang, Inflasi Kota Malang Periode Juni 2022 Terus Terakselerasi

Foto: Aktifitas pasar di Malang.(foto: Djoko W)

Minggu, 3 Juli 2022

Malangpariwara.com
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juni 2022 mengalami inflasi sebesar 0,61% (mtm), 3,95% (ytd), dan secara tahunan tercatat sebagai pencapaian inflasi tertinggi sejak awal tahun 2019 yakni sebesar 5,30% (yoy).

Menurut Kepala Kantor Perwakilan BI Malang, Samsun Hadi, Inflasi secara bulanan bulan Juni 2022 tercatat lebih tinggi seiring meningkatnya Indeks Keyakinan Konsumen pada Survei Konsumen menjadi sebesar 139,50 melanjutkan perbaikan optimisme konsumen pada bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 133,00,” terangnya.

Seluruh kota IHK di Jawa Timur mengalami inflasi pada periode ini kecuali Surabaya dan Sumenep.

Lebih lanjut, secara bulanan, realisasi inflasi Kota Malang terealisasi setara dengan inflasi Nasional, meskipun lebih tinggi dari Jawa Timur yang mengalami inflasi sebesar 0,52% (mtm).

Dikatakan Samsun Hadi, perkembangan inflasi Juni 2022 dipengaruhi oleh peningkatan inflasi di beberapa kelompok pengeluaran.

“Tiga kelompok pengeluaran penyumbang inflasi terbesar yakni yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 0,43%, transportasi dengan andil 0,11%, dan perumahan, air listrik, dan bahan bakar lainnya dengan andil 0,06%,” urainya.

Andil kelompok lainnya terpantau stabil. Sementara itu kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi adalah perawatan pribadi dan jasa lainnya (-0,09), rekreasi, olahraga, dan budaya (-0,15), informasi, komunikasi, dan jasa keuangan (-0,04), kesehatan (-0,01), dan pakaian dan alas kaki (-0,03).

Berdasarkan komoditasnya, inflasi di Kota Malang menurut Samsun Hadi, inflasi didorong oleh 5 komoditas yang menjadi penyumbang inflasi terbesar, yaitu cabai rawit (0,26%), angkutan udara (0,08%), bawang merah (0,07%), kontrak rumah (0,06%), dan cabai merah (0,06%).

“Kenaikan cabai rawit disebabkan karena pergantian musim yang mengakibatkan gagal panen dan biaya jasa transportasi yang tinggi,” ungkapnya.

Tarif angkutan udara meningkat seiring peningkatan mobilitas pada momentum liburan sekolah di tengah pengenaan fuel surcharge oleh maskapai imbas kenaikan harga avtur secara global.

Kenaikan harga bawang merah merupakan imbas dari penurunan luas tanam saat bulan Maret lalu yang semakin diperburuk dengan terjadinya anomali cuaca yang cukup ekstrim dan kurang bersahabat bagi petani.

Kenaikan harga kontrak rumah terjadi seiring persiapan tahun ajaran baru bagi pelajar yang membutuhkan tempat tinggal sewa. Inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh deflasi pada berbagai komoditas seperti tongkol diawetkan dengan andil -0,04% (mtm), beras dengan andil -0,02% (mtm), bayam, daging ayam ras, dan bawang putih sebesar -0,01% (mtm).

Penurunan harga berbagai komoditas pangan terjadi seiring moderasi permintaan pasca HBKN Idul Fitri. Meskipun demikian, faktor risiko pendorong kenaikan harga berbagai komoditas masih perlu diwaspadai mempertimbangkan berlanjutnya normalisasi mobilitas masyarakat.

Samsun hari mengatakan
“Ke depan, Bank Indonesia Malang tetap konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, guna menjaga inflasi berada dalam kisaran sasaran 3,0±1% pada 2022”.

Di samping itu, Bank Indonesia Malang dan Pemerintah Daerah juga terus berupaya untuk mendorong pemulihan ekonomi dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan meningkatkan daya beli masyarakat seiring dengan akselerasi vaksinasi Covid-19 sebagai bagian dari upaya mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).(Djoko Winahyu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.