Usia ke 15 tahun, Universitas Ma Chung Menargetkan Tambah Jumlah Profesor atau Guru Besar (Gubes)

Foto:Prosesi Dies Natalis Universitas Ma Chung. (Foto: Yono)

Kamis, 7 Juli 2022

Malangpariwara.com – Memasuki usia ke 15 tahun, Universitas Ma Chung menargetkan untuk menambah jumlah Profesor atau Guru Besar (Gubes). Pasalnya, hingga saat ini Ma Chung baru memiliki seorang guru besar.

Tak tanggung-tanggung, Ma Chung menargetkan lima Gubes baru hingga tahun 2023.

“Target sampai 2023 kita mentargetkan lima profesor baru hasil dari Ma Chung sendiri. Sekarang sedang proses,” ujar Rektor Universitas Ma Chung, Dr. Murpin Josua Sembiring SE MSi usai menghadiri acara Dies Natalis Universitas Ma Chung di gedung Balai Pertiwi, Kamis (7/7/2022).

Lima Gubes ada di bidang IT, ahli strategi manajemen, pembangunan, bahasa Inggris dan bidang ahli UMKM.

Disampaikan Murpin untuk penambahan jumlah guru besar sudah dipetakan dan ada road mapnya. Serta sudah dilakukan diskusi secara intensif. Karena menurutnya kendala terbesar untuk dosen bisa menjadi Profesor ini adalah di bidang riset. Riset harus sesuai dengan bidang ilmunya yang fokus dan riset juga harus dipublikasikan ke jurnal-jurnal internasional bereputasi.

“Hal ini memang cukup memakan waktu dan pikiran, analisa dan juga biaya. Itu sekarang kita siapkan semua. Supaya Ma Chung bisa lebih diperhitungkan lagi walaupun usianya masih muda,” tandasnya.

Pemberian penghargaan kepada dosen yang telah mengabdi 10 tahun di Ma Chung. (Foto:Yono)

Selain menambah jumlah guru besar, target selanjutnya adalah ingin memperkuat bahasa Mandarin di Indonesia. Sebab mitra ekonomi kedepan salah satunya adalah Tiongkok.

“Oleh sebab itu kita sedang mempersiapkan kursus bahasa Mandirin super intensif, model kampung Mandarin di Desa Tumpuk, Tulungagung. Ini sudah berproses 1,5 tahun,” akunya.

Semua unsur seperti tokoh masyarakat, tokoh agama, DPR, Bupati semua sudah Oke. Bahkan Ijin sebenarnya juga sudah keluar. Tapi Ma Chung masih sedang proses menyiapkan infrastruktur dan sebagainya.

“Jadi ini meniru sukses dari kampung Inggris di Pare Kediri. Tapi ini bahasa Mandarin,” sebutnya.

Menurutnya, bahasa Mandarin ini dibutuhkan salah satunya di bidang bisnis industri pariwisata. Seperti Perhotelan, Guide kan pasti membutuhkan bahasa Mandarin supaya komunikasi mereka lancar.

Kemudian di sektor pemerintah juga pegawai imigrasi di airport supaya komunikasinya lancar, masuk ke kampung Mandarin.

“Karena di kampung ini sudah ada 30 lebih masyarakat di sana yang bisa berbahasa Mandarin. Sebab mereka sudah pernah bekerja sebagai TKI TKW di sana,” ungkapnya.

“Jadi super intensif tiga bulan kami pastikan bisa bahasa Mandarin level sekian. Dan ini tentunya juga akan mengangkat ekonomi masyarakat sekitar,” pungkasnya.(Yono/Djoko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.