Cetak Generasi Pancasila, Korwil Donomulyo Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka

Foto: Caption : Ahmad Wachid Arief Kepala Bidang Sekolah dasar dinas Pendidikan Kabupaten Malang saat membuka workshop IKM di Kecamatan Donomulyo(Yono)

Jum’at, 8 Juli 2022

Malangpariwara.com – Kordinator Wilayah Donomulyo menggelar workshop “Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar”bagi guru sekolah dasar negeri dan swasta untuk persiapan pemberlakuan di tahun ajaran baru.

Ahmad Khuzaeni, Ketua Panitia Worshop IKM mengatakan, Kurikulum Merdeka adalah kurikulum pembelajaran intrakurikuler yang beragam dimana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi.

” Kurikulum Merdeka mirip Kurikulum K-13 dan mirip hanya beda nama saja, dalam Kurikulum K-13 ada KTSP, kalau Kurikulum Merdeka KOSP,” ujarnya.

Guru memiliki keleluasaan untuk memilih perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat di sesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik.

Pelatihan dilaksanakan selama tiga hari mulai tanggal 4-6 Juli 2022, diikuti oleh 43 SD Negeri dan dua SD Swasta se-kecamatan Donomulyo terdiri dari seluruh kepala sekolah dan perwakilan guru kelas I dan IV.

Ahmad Wachid Arief, Kepala Bidang sekolah Dasar Negeri dinas Pendidikan Kabupaten Malang mengatakan, guru yang profesional membina peserta didik yang tidak hanya cerdas tetapi memiliki ahklak jiwa kepedulian, sosial yang tinggi.

Dalam acara pembukaan didampingi kepala Pengawas Donomulyo Bu Muntari, Daud Puji Slamet Korwil Donomulyo, Kepala Cabang PGRI Donomulyo Bapak Lastono.

Kabid SD dinas pendidikan dalam sambutannya juga mengatakan dalam pengembangan Inovasi seorang guru harus bisa memanfaatkan tiga sumber yang ada yaitu Kepala sekolah , Kesiswaan, anggaran.

Tujuan kebijakan ini , Pertama Pemerintah dalam hal ini Kemendikbudristek, menegaskan bahwa sekolah memiliki kewenangan dan tanggung jawab mengembangkan kurikulum yang sesuai kebutuhan siswa masing – masing.

Kedua dengan kebijakan tersebut perubahan kurikulum nasional harapannya dapat terjadi secara lancar dan bertahap.

Adapun tujuan Pelatihan tersebut memberikan wawasan kepada seluruh kepala sekolah dan guru tentang “Kurikulum Merdeka Belajar” yang mana guru dapat mudah menentukan format belajar yang sesuai.

” Karena guru adalah figur yang jadi digugu dan ditiru bagi peserta didiknya, sebagai panutan jadi harus menjadi panutan yang baik, ” pungkasnya.

Caption : Ratusan peserta workshop Implemntasi Kurikulum Merdeka di Gedung KPRI Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang(Yono)

Mu’ali pemateri Implementasi Kurikulum Merdeka menambahkan, dengan Kurikulum Merdeka untuk menanamkan jatidiri Bangsa Indonesia melalui karakter yang dikemas dari profile pelajar Pancasila.

Enam Aspek itu yang akan dibangun karakter peserta didik, ini bisa dilakukan pada semua mata pelajaran bisa juga tersendiri dengan profile pelajar pancasila.

Bentuk kerjasama nanti peserta didik diajak memecahkan semua masalah dilingkungannya, pada saat kerja kelompok akan terlihat karakternya melalui kerjasama, yang targetnya siswa SD, SMP dan SMA menjadi insan yang mempunyai karakter pancasila menjadi profile pelajar pancasila.

” Mencetak lulusan yang mempunyai karakter pancasila,karena mereka generasi penerus bangsa, “pungkasnya.(Yono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.