Klinik Melati Panjaitan Beri Edukasi Kesehatan Peserta Prolanis

Foto: dr. Eko Yuli Yanto Prabowo selaku salah satu koordinator sekaligus penyuluh dalam kegiatan prolanis Klinik Bunga Melati Grub(Djoko W)

Selasa, 11 Juli 2022

Malangpariwara.com
PROLANIS adalah suatu sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang dilaksanakan secara terintegrasi yang melibatkan Peserta, Fasilitas Kesehatan dan BPJS Kesehatan dalam rangka pemeliharaan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan yang menderita penyakit kronis untuk mencapai kualitas hidup yang optimal dengan biaya pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien.

Dengan tujuan untuk mencapai kualitas hidup yang optimal dengan biaya pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien bagi pasien penderita penyakit kronis, BPJS Kesehatan bekerja sama dengan fasilitas kesehatan menyelenggarakan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) Klinik Bunga Melati Group.

Salah satu faskes penyelenggara prolanis adalah Klinik Bunga Melati Panjaitan beralamat di Jl. Mayjend Panjaitan 247 Penanggungan Klojen Malang.

Usai senam bersama anggota club Prolanis Melati mengikuti edukasi kesehatan penyakit Kronis yang di pandu dr Eko Yuli Yanto Prabowo.(Foto: Djoko W)

Saat ditemui Malangpariwara, dr. Eko Yuli Yanto Prabowo selaku salah satu koordinator sekaligus penyuluh dalam kegiatan prolanis Klinik Bunga Melati Grub yang ditemui di Klinik Panjaitan menyampaikan, bahwa Klinik Melati Panjaitan memiliki jumlah peserta prolanis ±150 orang dengan nama klub “Melati Healtcare“.

“Penyelenggaraan prolanis di Klinik Melati Panjaitan sudah berjalan hampir 4 tahun. Prolanis merupakan salah satu program unggulan Klinik Bunga Melati Grub, sehingga tidak jarang pasien prolanis di tempat lain ingin bergabung disini,” tuturnya. Selasa (11/7/22).

dr Senior Melati ini juga menuturkan bahwa banyak kegiatan yang telah dilakukan untuk mensukseskan Program Prolanis ini, diantaranya pemeriksaan secara berkala, penyuluhan dan senam, kita juga menyelenggarakan gerak jalan, piknik, outbond, yang diselenggarakan untuk membuat peserta Prolanis lebih rileks dan senang tentunya melalui pengawasan dan pendampingan dari Nakes Melati.

Pada awalnya, Peserta Prolanis kebanyakan merupakan peserta pensiunan PNS/TNI, kemudian setelah adanya program JKN-KIS yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan, Peserta Prolanis bertambah dengan bergabungnya peserta mandiri dan peserta penerima bantuan iuran (PBI).

dr Eko menuturkan bahwa pihak klinik maupun peserta merasa dimudahkan dengan adanya Prolanis.

“Setelah ada Prolanis yang diselenggarakan BPJS Kesehatan, obat yang didapatkan Peserta bisa untuk persedian 1 (satu) bulan,” tandasnya.

Rutin dilakukan bergiliran sambil mendengarkan paparan dr Eko menjelaskan tentang bagaimana menjaga kesehatan terutama bagi penderita penyakit Kronis satu persatu melaksanakan tes gula darah secara gratis.(Foto: Djoko W)

Dikatakan dr Eko, FKTP sendiri memiliki peran sebagai gatekeeper yaitu menyelenggarakan pelayanan kesehatan dasar untuk memenuhi kebutuhan kesehatan peserta secara paripurna, terpadu dan bermutu serta mengatur pelayanan kesehatan lanjutan melalui sistem rujukan.

“Sebagai contoh yang telah berjalan saat ini adalah pelayanan Program Rujuk Balik (PRB) dan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) diberikan kepada peserta program JKN-KIS penderita penyakit kronis,” Imbuhnya.

Kegiatan Prolanis itu sendiri terang dr Eko, meliputi konsultasi medis atau edukasi kesehatan, Home Visit atau kunjungan tenaga kesehatan ke rumah, reminder atau pengingat kepada peserta Prolanis untuk melakukan kunjungan kesehatan secara rutin, klub Prolanis, dan pemantauan status kesehatan.(Djoko Winahyu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.