MKKS SMP Negeri Gelar Bimtek Implementasi Kurikulum Merdeka Bagi Guru

Caption : Guru SMP Negeri se-Kabupaten Malang gelar Bimtek Implementasi Kurikulum Merdeka di SMP 01 Negeri Kepanjen, Kabupaten Malang(Yon)

Selasa, 19 Juli 2022

Malangpariwara.com – Musyawarah Kerja Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (MKKS SMP ) Negeri Kabupaten Malang gelar Bimtek Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM ) diikuti Kepala Sekolah dan guru SMP se Kabupaten Malang.

Supriyanto, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri Kabupaten Malang menjelaskan, bimbingan teknis Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) bertujuan dilaksanakannya workshop ini untuk menjalankan amanah kurikulum Merdeka yang mensyaratkan adanya kolaborasi antara Guru Mapel dan antar sekolah SMP yang menuju satu langkah maju bersama demi kemajuan pendidikan nasional.

Menurutnya, di dalam Kurikulum merdeka Ujian Nasional digantikan dengan Assessment Kompetensi Minimal berasal dari pemerintah didalamnya berisi literasi, numerasi dan survey karakter.

“AKM berisi literasi secara umum siswa yang rajin membaca baik secara lisan dan memahami peristiwa atau kejadian Peristiwa sehingga bisa membaca potret kehidupan, ” ungkapnya.

Pemerintah dalam hal ini Kemendikbudristek, menegaskan bahwa sekolah memiliki kewenangan dan tanggung jawab mengembangkan kurikulum yang sesuai kebutuhan siswa masing – masing.

Pelatihan tersebut memberikan wawasan kepada seluruh kepala sekolah dan guru tentang “Kurikulum Merdeka Belajar” yang mana guru dapat mudah menentukan format belajar yang sesuia keinginan siswa.

Implementasi Kurikulum Merdeka untuk menanamkan jatidiri bangsa Indonesia melalui karakter yang dikemas dari profile pelajar Pancasila.

Bentuk kerjasama nanti peserta didik diajak memecahkan semua masalah dilingkungannya, pada saat kerja kelompok akan terlihat karakternya melalui kerjasama, yang targetnya siswa SMP menjadi insan yang mempunyai karakter pancasila menjadi profile pelajar pancasila.

Instrumen AKM merupakan penilaian kompetensi mendasar yang diperlukan oleh semua murid untuk mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif pada masyarakat.

Berbeda dengan Ujian Nasional, Asesmen Nasional instrumen AKM menyajikan masalah-masalah dengan beragam konteks yang diharapkan mampu diselesaikan oleh murid menggunakan kompetensi literasi membaca dan numerasi yang dimilikinya.

Hal tersebut bertujuan untuk mengukur kompetensi secara mendalam, tidak sekedar penguasaan konten. Kompetensi yang diukur yaitu literasi dan numerasi dengan meninjau tiga aspek yaitu konten, proses kognitif, dan konteks.

AKM sendiri memiliki bentuk soal yang terdiri dari pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, menjodohkan, isian singkat, dan uraian.

“AKM membawa siswa bisa bercerita secara literasi kalau anak sering baca, maka ilmunya jadi bertambah, “pungkasnya .(Yon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.