Tim PkM Akutansi POLINEMA Dampingi PKK Warga Asrikaton Dorong Peningkatan Ekonomi Produktif

Foto: Tim PkM Akutansi POLINEMA lakukan pendampingan kepada PKK Warga Asrikaton untuk meningkatkan Ekonomi Produktif(humas)

Jum’at, 19 Agustus 2022

Malangpariwara.com – Pandemi COVID-19 berkepanjangan telah menimbulkan krisis ekonomi yang berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pengangguran dan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) banyak terjadi.

Perekonomian membuat tingkat konsumsi rumah tangga turun drastis akibat kepala keluarga yang kehilangan pekerjaan. Diperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2020 berada pada kisaran -2,0 s.d. -1,6 persen.

Sebagai bentuk kepedulian dari permasalahan tersebut, melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), pengajar Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Malang, melakukan berbagai kegiatan program penunjang yang masuk dalam prioritas pembangunan dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP).
Salah satunya adalah pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Pendampingan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM)(humas)

Ketua Pelaksana kegiatan
Pengabdian kepada Masyarakat (PkM)
Annisa Fatimah mengatakan bahwa kegiatan ini beranggotakan Erlin Melani, Triesti Candrawati, Retno Widiastuti, Padma Adriana Sari.

“Kegiatan PkM ini dilaksanakan di Dusun Urek–Urek RT 07 dan 08 Desa Asrikaton, Pakis, Kabupaten Malang. Kami memberikan beberapa pelatihan tentang kewirausahaan dengan sasaran utama ibu rumah tangga di bawah naungan Tim Penggerak PKK,” urai
Annisa.

Dari hasil survey dan pemetaan, didapatkan bahwa ibu rumah tangga Dusun Urek – Urek RT 7 dan 8 memiliki keterampilan di bidang kuliner dan kerajinan dengan memanfaatkan kekayaan dari alam sekitarnya yang dapat dijadikan salah satu modal untuk memulai usaha.

Selain itu, sebagian dari mereka juga tergabung dalam perkumpulan tingkat desa sehingga memiliki kesempatan untuk membangun jaringan/ relasi bisnis.

Ibu Ibu PKK Dsn Urek Urek serius mengikuti pelatihan dan pendampingan dari Tim PkM Akutansi POLINEMA(humas)

Pelatihan yang dilaksanakan oleh tim PkM ini antara lain bidang pemasaran, modal dan pendanaan, inovasi dan pemanfaatan teknologi informasi, pemakaian bahan baku, peralatan produksi, penyerapan dan pemberdayaan tenaga kerja, rencana pengembangan usaha serta kesiapan menghadapi tantangan lingkungan eksternal.

“Kegiatan ini difokuskan pada pelatihan proses analisis dan evaluasi jenis usaha rumahan yang menjanjikan. Kemudian peserta dapat praktik untuk membuat/memproduksi dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah didapat dan diolah,” imbuh Annisa.

Selain itu, peserta juga dapat belajar tentang penjualan, menghitung keuntungan, mengelola usaha rumahan yang sederhana dan bernilai jual serta dapat mengembangkan bisnisnya secara berkelanjutan.

“Diharapkan nantinya para peserta dapat memiliki kemampuan mengolah barang yang ada di lingkungan sekitar untuk dijadikan berbagai kerajinan tangan yang bernilai jual dan bisa menjadi peluang besar untuk dijadikan salah satu usaha bisnis unggulan,” tutupnya.(Djoko W)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.