Walikota Malang Berangkatkan Kirab 1 Abad NU Ini Pesannya

Wali Kota Malang Sutiaji sekaligus mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang, berangkatkan rombongan Kirab Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU). Dari depan Masjid Agung Jami' Kota Malang, Minggu.(15/1/23) .Djoko W)

Minggu, 15 Januari 2023

Malangpariwara.com – Nahdlatul Ulama (NU) merupakan salah satu organisasi masyarakat terbesar yang ada di Indonesia. Organisasi yang dibidani oleh KH. Hasyim Asy’ari dan beberapa ulama terkemuka tersebut akan genap mencapai usia 100 tahun jika mengacu pada kalender Hijriah yakni, 16 Rajab 1444 Hijriah yang berarti bertepatan pada tanggal 7 Februari 2023 mendatang.

Di usianya yang genap satu abad, tidak dapat dipungkiri NU sudah banyak berkontribusi untuk bangsa Indonesia di segala bidang. Berbicara mengenai NU, tentu nama Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur selalu memiliki tempat tersendiri bagi para Nahdliyin dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

Gus Dur merupakan Ketua Umum PBNU selama tiga periode (1984-1994) sekaligus Presiden Republik Indonesia pertama yang dipilih oleh parlemen pasca tumbangnya rezim Orde Baru.

Mencium Panji NU Di MWC NU Blimbing .( ist)

Momen 1 Abad NU yang dilaksanakan setiap 100 tahun mungkin satu kali seumur hidup kita memperingatinya tak di sia-siakan warga NU Kota Malang.

Hari ini, Minggu ( 15/1/23) warga NU Kota Malang menggelar Kirab Panji 1Abad NU yang diikuti ribuan massa NU keliling Kota Malang dan masing masing MWC NU menyambut kirab di lima titik(Kecamatan).

Walikota bersama tokoh NU Kota Malang (Djoko W)

Nampak Hadir Tokoh NU:
KH Isroqunnajah, Ketua Tanfidziah PCNU Kota Malang, KH Chamzawi selaku Rois Syuriah PC NU Kota Malang, Walikota Malang Drs. H. Sutiaji sekaligus mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang, dan Mustasyar Pengurus Cabang PCNU Kota Malang, Muhammad Anton.

KH Chamzawi selaku Rois Syuriah PC NU Kota Malang, bersama Walikota Malang Drs. H. Sutiaji sekaligus mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang(Djoko W)

Walikota Malang Drs.H.Sutiaji mengatakan bahwa Satu Abad NU adalah momentum Muhasabah bersama.

Hal ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Malang Sutiaji sekaligus mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang, usai memberangkatkan rombongan Kirab Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU). Dari depan Masjid Agung Jami’ Kota Malang, Minggu.

Disampaikan Sutiaji, Satu Abad NU ini merupakan momentum untuk bermuhasabah atau berintrospeksi diri untuk menjadi lebih baik lagi. Apalagi lagi usia 100 tahun bukanlah usia yang muda lagi untuk sebuah organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam terbesar di Indonesia.

“Setiap peringatan adalah momentum untuk berintrospeksi apakah eksistensi yang sudah 100 tahun ini sudah sampai di mana. Karena ke depan tantangannya jauh lebih berat,” ujarnya.

Apalagi lanjut Sutiaji, musuh yang dihadapi dulu dengan sekarang berbeda. Sehingga tantangan menjadi semakin berat.

“Dulu musuhnya bisa dilihat. Tapi sekarang kan musuh kita tidak bisa dilihat,” tuturnya.

Alumni Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Ulum Tambakberas Jombang ini menambahkan, Nahdlatul Ulama sejatinya memiliki pengertian pergerakan maupun kebangkitan para ulama.

“Ulama adalah al-ulama waratsatul anbiya. Maka sesungguhnya monumental sekali satu abad ini. Harapannya memang apa yang diinisiasi oleh ulama-ulama terdahulu itu bisa dilaksanakan,” tandasnya.

Penghormatan bendera Panji UU dan Bendera Merah Putih di taman Krida Budaya oleh MWC NU Lowokwaru (ist)

Lebih lanjut, Ketua Tanfidziah PCNU Kota Malang KH Isroqunnajah mengatakan, kirab yang digelar pada Minggu (15/1/2023) merupakan rangkaian kegiatan peringatan Satu Abad NU.

Rangkaian peringatan Satu Abad NU diawali dengan pemasangan bendera NU sejak tanggal 10 Januari sampai 10 Februari 2023 di Kantor PCNU Kota Malang, 120 ranting, serta lima Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kota Malang. Kemudian dilanjutkan kirab panji NU pada Minggu (15/1/2023) berkeliling Kota Malang.

MWC Kedungkandang ( ist)

“Kirab satu abad ini, dilaksanakan di internal NU. Kami memohon maaf kepada masyarakat. Hari ini akan kami kebut selama dua sampai tiga jam. Tanggal 29 di CFD dan resepsi puncak Satu Abad NU 7 Februari 2023, di Gelora Delta Sidoarjo dengan tema Merawat Jagat dan Membangun Peradaban,” terangnya.

Pengurus Cabang PCNU Kota Malang, Muhammad Anton bersama Wakil Ketua MWC NU Klojen Arief Wahyudi SH (Djoko W)

Sementara itu, salah satu Mustasyar Pengurus Cabang PCNU Kota Malang, Muhammad Anton, mengaku sangat bersyukur dapat turut memperingati satu abad NU. Karena merupakan momen langka sekali seumur hidup.

“Tentunya kita harus bersyukur bisa ikut dalam rangka untuk memeriahkan 1 abad NU ini. Karena mungkin merupakan kesempatan sekali seumur hidup,” ujarnya.

Sebab itu, dalam momen yang langka ini, kader NU harus mampu menunjukkan jati dirinya bahwa NU merupakan organisasi besar yang harus didukung bersama.

“Harapan kita juga di tahun 2024, NU memiliki peran besar di dalam pesta demokrasi,” tandasnya.

Arief Wahyudi bersama warga NU(Djoko W)

Senada, Wakil Ketua MWC NU Klojen, Arief Wahyudi SH juga mengaku sangat bersyukur berkesempatan dalam peringatan satu abad NU tahun ini.

“Kalau saya lihat antusiasme Jamaah yang hadir pada kirab Panji ini sangat membanggakan. Karena jumlahnya sangat banyak dan berjalan cukup tertib,” ujarnya.

Sebagai bentuk cinta NKRI jajaran MWC NU Klojen mencium Panji NU dan bendera merah putih.(Djoko W)

Menurut AW biasa di sapa, tema Satu abad NU yaitu Merawat Jagad Membangun Peradaban dapat ditafsirkan NU akan membangun tidak hanya dari sisi duniawi saja. Namun juga membangun peradaban manusia yang tentunya akan banyak bersentuhan dengan sisi ruhani Rakyat.

“Untuk itu ketika kita bicara pembangunan dengan merawat jagad atau dunia dan membangun peradaban, sudah seharusnya warga NU terlibat secara aktif di Pemerintahan baik sebagai eksekutif maupun legislatif,” tandasnya.

Sementara itu, disinggung tentang suksesi kepemimpinan Pemerintahan kedepan , Arief Wahyudi menyampaikan, hari ini tokoh NU mampu menduduki sebagai Wapres dan beberapa Menteri serta jabatan strategis di tingkat Nasional.

Sedangkan di tingkat Kota sendiri sudah dua periode ini Walikota Malang dipegang oleh kader NU yaitu Abah Anton dan Ustadz Sutiaji.

“Alhamdulillah hari ini beliau berdua hadir. Semoga ke depannya Walikota Malang juga merupakan kader NU,” pungkasnya.(Djoko W)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.