Penyusup Gentayangan,Sejumlah TPS di Kota Malang Berpotensi Pencoblosan Ulang

Kamis, 15 Februari 2024

Malangpariwara.com – Sebanyak 4 tempat pemungutan suara (TPS) di Kecamatan Lowokwaru berpotensi di dilakukan pemungutan suara ulang. Keempat TPS itu tersebar di 3 kelurahan.

Yakni 2 TPS di Kelurahan Mojolangu, TPS 37 dan 14. Kemudian TPS 48 di Kelurahan Jatimulyo dan TPS 32 di Kelurahan Dinoyo. Insiden tersebut terjadi untuk pemilihan presiden dan wakil presiden (PPWP).

Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Lowokwaru, Yulianto Dwi Saputro mengatakan, penyebab keempat TPS itu berpotensi PSU ada dua.

Untuk di TPS Kelurahan Mojolangu dan Jatimulyo, ada sejumlah pemilih yang disinyalir sebagai pemilih susupan.

“Itu TPS di Mojolangu, dan Jatimulyo itu sebabnya sama. Jadi ada pemilih susupan,” ujar Yulianto, Rabu (15/2/2024) malam melalui sambungan telepon.

Dari hasil penelaahan sementara ini, hal tersebut lantaran ada puluhan pemilih yang tidak ber KTP Kota Malang. Totalnya, ada sebanyak 61 pemilih.

“Jadi di Mojolangu kan dua TPS, itu masing-masing 27 (pemilih). Sedangkan di Jatimulyo ada 7 orang,” kata Yulianto.

Dari informasi yang dihimpun, Ke-61 pemilih tersebut berstatus mahasiswa. Yang seharusnya, tidak dapat menyalurkan hak suaranya di Kota Malang.

“Tapi ternyata sama KPPS nya diperbolehkan untuk memilih,” imbuh Yulianto.

Sementara untuk di TPS 32 Kelurahan Dinoyo, didapati ada satu orang pemilih yang mencoblos lebih dari satu kali. Dengan alasan salah memilih pada pencoblosan yang pertama.

“Lalu meminta untuk mengambil surat suara lagi untuk mencoblos ulang,” terangnya.

Yulianto mengatakan bahwa hal tersebut sudah memenuhi untuk diajukan PSU. Selain itu juga telah tertuang di dalam pasal 80 PKPU nomor 25 tahun 2023.

“Betul, karena di dasar hukum sudah sangat jelas. Pasal yang dilanggar, syarat wajib PSU sudah terpenuhi,” tegasnya.

Tahap selanjutnya, melalui proses pemberkasan yang dilakukan, Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) setempat akan mengusulkan PSU ke kelompok panitia pemungutan suara (KPPS) yang bersangkutan.

“Yang pertama PTPS, kita rekam di formulir A, kemudian PTPS secara lisan mengusulkan PSU ke KPPS yang bersangkutan,” pungkas Yulianto.(Djoko W)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *