Serius Maju Pilkada, Rizky Boncel Ngaku Relakan Tabungan untuk Nikah Sebagai Modal Pilwali

Sabtu, 11 Mei 2024

Malangpariwara.com – Lebih dikenal sebagai seorang entertainer, pemuda asli Kota Malang, Muhammad Rizky Wahyu Utomo (30) atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Rizky Boncel, akhirnya memutuskan untuk turut meramaikan bursa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Malang 2024 mendatang.

Rizky Boncel yang memang dikenal sebagai seorang entertainer, konten kreator bahkan komedian pun juga bukan tanpa alasan hingga akhirnya memutuskan untuk turut meramaikan bursa Pilkada Kota Malang. Ia mengaku ada beberapa keresahan sebagai anak muda yang harus disuarakan.

“Saya serius maju jadi bakal calon wakil wali Kota Malang. Saya bukan gimmick, berangkat dari keresahan saya pribadi. Saya sebagai anak muda Kota Malang saya melihat ada gep (jarak) antara Pemkot Malang dan warganya,” ujarnya, Kamis (9/5/2024).

Keseriusan Rizky Boncel untuk maju dalam Pilkada Kota Malang ini sebenarnya juga sudah terlihat sejak beberapa waktu lalu. Yakni melalui sejumlah baner bergambar dirinya yang lekat dengan nuansa politik. Bahkan mungkin dapat disebut sebagai alat peraga kampanye (APK).

Bahkan, untuk beberapa keperluannya menuju Pilkada Kota Malang ini, ia harus merogoh tabungan nikahnya.

“Ya mungkin kalau dari situ (tabungan nikah) ada hampir Rp 10 juta. Tapi untuk sosialisasi dan kegiatan seperti ini, saya masih menggunakan hasil jerih payah saya, seperti honor MC atau yang job yang lain,” kata Rizky Boncel.

Pada kesempatan tersebut, ia mengaku bahwa sebenarnya kalangan birokrat atau pejabat pemerintah bukanlah orang jauh baginya. Artinya, dalam perjalanan karirnya menapaki dunia hiburan, ia mengaku memiliki sejumlah relasi dari kalangan pejabat.

Namun sayangnya, hal tersebut ternyata tidak cukup berdampak dalam mengatasi keresahannya sebagai anak muda di Kota Malang. Termasuk keresahan yang ia terima dari rekannya di kalangan pemuda atas permasalahan yang ada di Kota Malang.

“Karena kedekatan saya dengan pemerintah, namun sebenarnya banyak potensi yang belum dapat disentuh oleh para pejabat. Malah dalam komunikasi yang terbangun terkesan ada gab antara pemerintah dan pemuda,” jelasnya.

Ia menilai bahwa, tidak menutup kemungkinan jika keresahan tersebut bisa turut disuarakan jika dirinya berkesempatan untuk masuk di dalam sistem pemerintahan. Tujuannya, agar kalangan pemuda yang ia wakilkan bisa turut berkolaborasi dalam membangun Kota Malang lebih baik.

“Kalau kita gak masuk ke sistem, kita gak bisa cuma kowar-kowar saja. Saya maju, sebisa mungkin jadi. Semoga niat saya, bisa merubah Kota Malang menjadi lebih baik lagi,” jelasnya.

Namun demikian, masuk dalam lingkaran pemerintahan bukan menjadi satu-satunya jalan untuk mengawal jalannya pemerintahan. Dalam hal ini, dirinya mengajak pemuda di Kota Malang untuk terus membangun Kota Malang, sekalipun ia gagal maju Pilkada Kota Malang.

“Yang utama itu bukan hanya bermanfaat bagi saya sendiri, tapi juga bermanfaat bagi orang lain se Kota Malang,” jelasnya.

Kendati sudah mentasbihkan diri untuk maju dalam perebutan kursi N1, ia mengaku masih belum mendaftar ke partai politik (parpol) manapun. Termasuk belum memutuskan apakah nantinya ia maju melalui jalur independent.

“Kalau komunikasi dengan parpol sudah, tapi masih sebatas komunikasi saja. Tapi saya terbuka, apakah nanti maju dengan parpol atau independent. Setidaknya, sebagai anak muda Kota Malang, saya sudah mau bergerak,” pungkasnya.( Djoko W)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *