Malangpariwara.com – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Kota Malang makin memperkuat kewaspadaan wilayah. Kali ini, lewat forum koordinasi bertajuk ‘KOPI SENJA’ yang digelar di Balai Kota Malang, Jumat (12/12/2025).
KOPI SENJA atau Koordinasi dan Sinergitas bersama Forkopimda dan Jajaran, diinisiasi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Malang.
Juga nelibatkan unsur Forkopimda, Forkopimcam, intelijen, hingga perwakilan forum masyarakat.
Sedikitnya 80 peserta hadir dalam pertemuan yang dirancang untuk menyamakan persepsi dan mengidentifikasi titik rawan. Serta merumuskan langkah pencegahan potensi konflik sosial menjelang momen libur panjang Nataru.
Penangan Krusial
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan bulan Desember menjadi momen yang krusial penanganannya.
“Bulan Desember ini kita menghadapi Nataru dan ada bencana alam ini perlu kita sosialisasikan seluruh Forkopimda. Juga seluruh undangan dengan berbagai elemen masyarakat yang ada saat ini,” ujarnya.
Disebutkan, Forkopimda akan bergerak mulai dari tingkat kota, kecamatan sampai dengan kelurahan.
“Ada banyak antisipasi nantinya. Selain bagaimana nanti lalu lintas, dengan bencana, kerawanan sosial, kemacetan, dan banyak hal yang sudah dilakukan dalam antisipasi,” katanya.
“Nanti skemanya juga sudah disampaikan agar nanti mereka yang natal dan tahun baru bisa aman nyaman,” jelasnya.

Penguatan Koordinasi Lintas Sektor
Sementara Plt Kepala Bakesbangpol Kota Malang, Ali Mulyanto, menegaskan penguatan koordinasi lintas sektor menjadi kunci menjaga kondusivitas kota.
Melalui forum ini, seluruh pemangku kepentingan diminta lebih proaktif dan responsif.
“Inti daripada kegiatan ini adalah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang menaksanakan Natal, Natal maupun Tahun Baru, semuanya harus kita antisipasi berkaitan dengan semua kondisi yang ada,” ujar Ali.
Ia mengatakan semua potensi gangguan harus diantisipasi sejak dini agar Kota Malang tetap aman dan nyaman.
Dijelaskan Ali, momen liburan menjadi fase krusial, sehingga kewaspadaan terhadap gangguan keamanan, kerawanan lalu lintas, hingga potensi bencana harus disiapkan secara matang.
“Semuanya itu sebelum beraksi kan ada satu kata kunci yaitu kita harus masing-masing berkontribusi,” lanjutnya.
Pemetaan Titik Strategis
Dalam forum tersebut juga disampaikan sejumlah titik strategis telah dipetakan untuk penempatan pos pengamanan dan pos pelayanan.
Termasuk area pusat keramaian, pusat perbelanjaan, gereja, titik lalu lintas padat, hingga kawasan rawan bencana.

Unsur terkait seperti Kepolisian, Dinas Perhubungan, BPBD, dan Satpol PP telah melakukan pengecekan lapangan, termasuk memastikan kesiapan jalur, pengaturan lalu lintas, hingga mitigasi risiko bencana.
KOPI SENJA kali ini, murni dilakukan dalam rangka membangun kesiapsiagaan bersama menghadapi Nataru.
Serta, meningkatkan sinkronisasi, koordinasi antar instansi, dan mencegah gangguan keamanan serta potensi konflik sosial di Kota Malang.
Beberapa agenda pengamanan Nataru telah disiapkan. Di antaranya, Apel Siaga Natal pada 24 Desember, Apel Pengamanan Tahun Baru pada 31 Desember.
Lalu penyampaian laporan kewaspadaan dari tiap kecamatan dan instansi, serta penguatan rencana aksi mitigasi bencana oleh BPBD.
Pemkot Malang berharap seluruh rangkaian perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dapat berlangsung aman, lancar, dan damai.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi masukan dari peserta forum untuk memperkuat langkah mitigasi, pencegahan, dan penanganan potensi gangguan di Kota Malang. (Djoko W)






