Proyek Perbaikan Jalan Pasar Induk Gadang Didanai DAK, Dikerjakan Usai Lebaran 2026

Malangpariwara.com – Pemerintah Kota Malang memastikan proyek perbaikan jalan di kawasan Pasar Induk Gadang segera dilaksanakan. Proyek tersebut akan didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) 2026 dari Pemerintah Pusat.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa pertemuan dengan Dirjen Bina Marga telah dilakukan. Dalam pertemuan tersebut, sejumlah usulan Pemkot Malang terkait perbaikan jalan disetujui pemerintah pusat.

“Jadi proyek perbaikan jalan di Pasar Induk Gadang masuk ke dana DAK jalan. Kemarin saya ketemu dengan Pak Dirjen Bina Marga dan Kementerian PU. Bantuan-bantuan yang kita usulkan rata-rata disetujui,” ujarnya, Jumat 2 Januari 2025.

Proyek Perbaikan Jalan Pasar Induk Gadang Didanai DAK, Dikerjakan Usai Lebaran 2026
Suasana jalan Pasar Induk Gadang (Djoko W)

Wahyu menjelaskan perbaikan akan difokuskan pada jalan kembar di kawasan pasar. Selain itu, jalan-jalan sirip sebagai akses pendukung di sekitar pasar juga akan dibenahi.

“Jadi ada 2, jalan yang seperti jalan kembar itu, tengahnya ada median. Termasuk juga jalan-jalan sirip yang di sekitar pasar Gadang. Itu sudah akan kita benahi juga,” lanjutnya.

Menurut Wahyu, perbaikan jalan ini bertujuan mengurai kemacetan yang telah terjadi selama puluhan tahun. Namun pelaksanaan proyek masih menunggu proses relokasi pedagang.

Proyek Perbaikan Jalan Pasar Induk Gadang Didanai DAK, Dikerjakan Usai Lebaran 2026
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat (Djoko W)

Pedagang meminta waktu hingga usai Lebaran 2026 untuk memindahkan kios mereka. Permintaan tersebut disetujui karena mempertimbangkan kelancaran aktivitas perdagangan.

“Pedagang masih menunggu waktu, katanya nunggu lebaran. Mereka khawatir kalau pada saat masuk pelanggannya bingung, akhirnya kita kasih waktu. Setelah hari raya mereka nanti akan bongkar sendiri karena lahan penggantinya juga sudah siap,” jelasnya.

Setelah kios dibongkar secara mandiri oleh pedagang, proyek perbaikan jalan akan segera dimulai. Wahyu menegaskan komunikasi dengan pedagang terus dilakukan secara rutin.

“Komunikasi terus kita lakukan karena yang membangun untuk di sana itu kan pedagang.
Semua biayanya pedagang. Jadi kita nggak mengeluarkan biaya, cuma kita gratiskan biaya sewa saja,” tutupnya. (Djoko W)