Malangpariwara.com – Kota Malang kembali dipercaya menjadi tuan rumah lanjutan kompetisi Proliga 2026. Tim voli putri Jakarta Pertamina Enduro (JPE) dijadwalkan menjalani laga kandang pertamanya di GOR Ken Arok, Malang, pada 5–8 Februari 2026.
Dalam seri ini, Jakarta Pertamina Enduro akan menghadapi Jakarta Electric PLN Mobile pada Kamis (5/2/2026) pukul 19.00 WIB.
Selanjutnya, JPE akan melakoni pertandingan melawan Medan Falcons pada Minggu (8/2/2026) pukul 19.00 WIB.
Dua laga tersebut menjadi krusial bagi JPE untuk menjaga posisi di papan atas klasemen sementara Proliga 2026.
Sebagai salah satu kota langganan penyelenggaraan Proliga, Malang dikenal memiliki atmosfer pertandingan yang kuat dengan dukungan penonton yang antusias.
Penyelenggaraan seri Proliga 2026 di Malang turut mendapat dukungan penuh dari Pertamina Group.
Mulai dari kesiapan venue, operasional pertandingan, hingga berbagai aktivasi pendukung bagi penonton.
Manager Corporate Brand PT Pertamina (Persero), Andar Titi Lestari, mengatakan dukungan Pertamina terhadap Proliga merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan.
Dalam tujuan pengembangan olahraga nasional.
“Pertamina mendukung Proliga sebagai kompetisi voli tertinggi di Indonesia dan bagian dari pengembangan prestasi serta sportivitas. Melalui Jakarta Pertamina Enduro, kami ingin menghadirkan energi yang dekat dengan masyarakat. Tidak hanya lewat pertandingan, tetapi juga melalui berbagai aktivitas yang menyertai Proliga di Malang,” ujar Andar.
Selain pertandingan utama, panitia tuan rumah juga menyiapkan sejumlah aktivitas pendukung untuk meningkatkan kenyamanan dan pengalaman menonton masyarakat.
Tiket Tersedia Secara Daring dan Luring
Ketua Pelaksana Tuan Rumah, Berno Syamsul Fisahwan, menyebutkan tiket pertandingan telah dibuka secara luas baik secara daring maupun luring.
“Kami membuka akses penjualan tiket secara luas. Baik online melalui aplikasi MyPertamina sejak 3 Februari maupun offline di booth tiket GOR Ken Arok mulai 4 Februari. Dengan harga Rp250.000 untuk VIP dan Rp100.000 untuk reguler,” ujar Berno.
“Di luar pertandingan, Pertamina juga menghadirkan booth interaktif serta melibatkan 22 UMKM. Termasuk 10 UMKM mitra binaan kategori F&B, sebagai wujud dukungan nyata terhadap ekonomi lokal,” lanjutnya.
“Untuk memastikan kenyamanan penonton, pengamanan diperkuat hingga 100 personel gabungan TNI–Polri. Juga seluruh sarana prasarana telah dipersiapkan maksimal hingga laga terakhir,” tambahnya.
Performa Konsisten JPE

Dari sisi tim, Chef de Mission Jakarta Pertamina Enduro, Werry Prayogi, menilai performa JPE sejauh ini cukup konsisten di tengah persaingan ketat Proliga 2026.
“Dalam empat pekan awal, kami mencatat lima kemenangan. Posisi ini menunjukkan tim berada di jalur yang tepat, tapi setiap pertandingan tetap krusial. Bermain di Malang sebagai kandang sendiri tentu menjadi momentum penting bagi kami,” kata Werry.
Pelatih Jakarta Pertamina Enduro, Bülent Karslıoğlu, menambahkan bahwa evaluasi terus dilakukan dari satu seri ke seri berikutnya.
“Kami fokus pada konsistensi permainan, terutama di set-set penentuan, transisi defense ke offense, serta manajemen stamina pemain. Dukungan penonton di Malang akan menjadi energi tambahan, tapi disiplin permainan tetap jadi kunci,” ujarnya.
Sementara itu, kapten tim Jakarta Pertamina Enduro, Tisya Amallya Putri, menilai laga kandang di Malang memberikan atmosfer tersendiri bagi para pemain.
“Malang terasa spesial karena ini rumah kami. Tugas kami adalah berusaha untuk bisa tetap fokus, menjaga komunikasi, dan bermain solid sebagai satu tim untuk mencapai kemenangan bersama,” jelas Tisya.
Opposite hitter Megawati Hangestri Pertiwi juga menyebut posisi JPE di papan atas klasemen menjadi tantangan tersendiri.
“Peringkat dua di klasemen saat ini menjadi motivasi dan juga tanggung jawab. Saya dan teman-teman akan berusaha untuk mengeksekusi tiap peluang yang ada dengan baik, khususnya sebagai hitter,” ujarnya.
Melalui gelaran Proliga 2026 di Malang, Pertamina tidak hanya menghadirkan hiburan olahraga berkualitas.
Tetapi juga mendorong perputaran ekonomi lokal, pemberdayaan UMKM, serta penyelenggaraan event yang aman dan nyaman bagi masyarakat. (Djoko W)






