Ramadan Bawa Berkah, Cempaka Cookies di Kota Malang Kebanjiran Pesanan Pertahankan Resep Kuno

Malangpariwara.com – Memasuki hari keenam Ramadan 1447 H/2026, geliat usaha kue kering di Kota Malang kian terasa, termasuk Cempaka Cookies.

Sebagai salah satu pelaku UMKM yang merasakan lonjakan permintaan signifikan, usaha rumahan milik pasangan Djoko Winahyu dan Endang Susilowati (55) ini juga mendapatkan pesanan bertubi-tubi dari berbagai kalangan.

Berlokasi di Perumahan Pondok Cempaka Indah View, Malang,  Endang mengungkapkan setiap bulan puasa selalu menjadi puncak penjualan bagi Cempaka Cookies.

Bahkan, banyak pelanggan yang memesan jauh hari sebelumnya agar tidak kehabisan menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Setiap Ramadan pasti ramai. Pesanan terus berdatangan, bahkan banyak yang minta diprioritaskan supaya tidak terlalu dekat dengan hari raya. Saya mengerjakannya bersama dua putri saya dan dibantu dua saudara,” ujar Endang.

Baca Juga:

Pertahankan Resep Nenek, Cempaka Cookies Malang Kebanjiran Pesanan Ramadan

Pelanggan Cempaka Cookies berasal dari instansi pemerintahan, anggota dewan, hingga rumah sakit yang memesan dalam jumlah besar untuk kebutuhan parsel maupun suguhan Lebaran.

Tahun ini, Cempaka Cookies kembali menghadirkan beragam kue klasik khas Lebaran, seperti kastengel, nastar, putri salju, lidah kucing, palm cheese, sagu keju, choco chip, hingga thumbprint choco nut. Seluruh produk dibuat menggunakan resep keluarga yang telah dipertahankan sejak usaha ini dirintis pada 2008.

Keunggulan Utama Cempaka Cookies

Menurut Endang, keunggulan produknya terletak pada cita rasa autentik dan tekstur khas yang konsisten terjaga. Seluruh kue diproduksi tanpa bahan pengawet, namun tetap tahan lama berkat proses produksi higienis dan pemilihan bahan baku berkualitas.

Proses pembuatan kue kering Cempaka Cookies dengan mempertahankan resep kuno (Djoko W)

Untuk harga, Cempaka Cookies dibanderol mulai Rp40 ribu hingga Rp60 ribu per toples premium ukuran 500 ml. Harga tersebut dinilai kompetitif dibandingkan produk sejenis di pasaran.

“Kami berani bersaing, baik dari segi rasa maupun harga. Untuk kemasan premium 500 ml harganya Rp60 ribu, dan kualitas tetap kami jaga,” jelas Endang, yang kini telah memiliki empat cucu.

Sementara itu, Djoko Winahyu yang turut mendukung penuh usaha sang istri menambahkan, bisnis kue kering ini memang bersifat musiman, dengan omzet selama Ramadan yang mampu menembus puluhan juta rupiah.

Di luar musim Lebaran, usaha tetap berjalan melalui layanan katering, nasi kotak, kue basah, hingga pesanan khusus seperti suvenir pernikahan dan perayaan Natal.

Dengan konsistensi kualitas, harga terjangkau, serta dukungan penuh keluarga, Cempaka Cookies terus menjadi pilihan masyarakat dalam melengkapi hidangan Lebaran. Ramadan pun kembali menjadi berkah tersendiri bagi pelaku UMKM lokal di Kota Malang.(Djoko W)