Malangpariwara.com – Suasana ngabuburit di kawasan Kayutangan Heritage, Kota Malang, terasa berbeda pada Selasa (10/3/2026). Melalui kegiatan Ngebuburead, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghadirkan konsep menunggu waktu berbuka puasa yang memadukan literasi, kampanye ramah lingkungan, serta hiburan edukatif bagi masyarakat.
Kegiatan ini menghadirkan berbagai aktivitas menarik. Mulai dari membaca buku di ruang terbuka, permainan edukatif untuk anak-anak, hingga penampilan batik ecoprint karya dosen UMM yang dikenakan putra-putri kampus.
Batik ecoprint sendiri merupakan teknik membatik yang memanfaatkan daun, bunga, serta bahan alami lainnya untuk menghasilkan motif unik pada kain.
Selain memiliki nilai estetika, teknik ini juga dikenal ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan kimia berbahaya.

Kepala Humas UMM, Maharina Novia Zahro, menjelaskan bahwa kehadiran batik ecoprint dalam kegiatan tersebut bukan sekadar pelengkap acara.
Tetapi juga bagian dari edukasi publik mengenai gaya hidup berkelanjutan.
“Batik ecoprint ini kami hadirkan sebagai bentuk kampanye gaya hidup ramah lingkungan. Kami ingin menunjukkan bahwa karya kreatif dari kampus juga bisa berpihak pada keberlanjutan, memanfaatkan bahan alami, dan tetap memiliki nilai seni yang tinggi,” ujarnya.
Tingkatkan Minat Membaca Generasi Muda
Selain mengangkat isu lingkungan, Ngebuburead juga dirancang untuk menumbuhkan minat baca di kalangan generasi muda.
Untuk mendukung hal tersebut, UMM menghadirkan mobil perpustakaan Kamis Membaca atau Mobil KaCa yang membawa berbagai koleksi buku anak dan remaja.
Pengunjung, khususnya anak-anak, dapat membaca langsung di ruang terbuka sambil menikmati suasana ngabuburit di kawasan Kayutangan.
“Melalui Mobil KaCa, kami ingin membawa buku lebih dekat ke ruang publik. Literasi tidak harus selalu berlangsung di ruang kelas atau perpustakaan. Tetapi juga bisa tumbuh di tengah suasana ngabuburit yang hangat dan penuh kebersamaan,” tambah Maharina.

Kemeriahan acara semakin terasa dengan hadirnya sesi live cooking dari tim Rayz Hotel UMM.
Hotel yang menjadi salah satu unit bisnis UMM tersebut juga berfungsi sebagai laboratorium pembelajaran terapan bagi mahasiswa di bidang perhotelan dan kuliner.
Dalam sesi tersebut, pengunjung dapat menyaksikan secara langsung proses memasak berbagai hidangan yang disiapkan menjelang waktu berbuka puasa.
Antusiasme anak-anak terlihat saat mereka membaca buku dari Mobil KaCa maupun mengikuti berbagai permainan yang disiapkan panitia.
Kehadiran keluarga yang menikmati kegiatan edukatif turut membuat suasana kawasan Kayutangan semakin hidup menjelang waktu berbuka.
Salah satu pengunjung, Roudhodul Mufarikha, mengaku terkesan dengan konsep ngabuburit yang dihadirkan dalam kegiatan tersebut.
“Menurut saya, konsep ngabuburit seperti ini sangat menarik karena bukan hanya menghibur, tetapi juga mengajak anak-anak membaca dan mengenal hal-hal positif. Jadi, sambil menunggu berbuka, ada pengalaman yang bermanfaat dan berkesan,” tuturnya. (Djoko W)






