UTBK-SNBT 2026 di UM Diikuti 19.640 Peserta, Pengawasan Diperketat Cegah Kecurangan

Malangpariwara.com – Universitas Negeri Malang (UM) kembali dipercaya menjadi salah satu lokasi pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) tahun 2026.

Tercatat sebanyak 19.640 peserta mengikuti ujian yang digelar pada Selasa (21/4/2026) dengan sistem pengawasan ketat.

Hal ini disampaikan Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., dalam jumpa pers bersama jajaran rektorat.

Rektor menyampaikan bahwa jumlah peserta tersebut merupakan kuota yang ditetapkan oleh Panitia Pusat.

Ia menegaskan, kebijakan terbaru dalam pelaksanaan UTBK kini hanya memperbolehkan peserta memilih lokasi ujian berdasarkan kota, bukan tempat secara spesifik.

“Kebijakan ini diterapkan untuk menekan potensi kecurangan, termasuk praktik perjokian maupun penggunaan alat bantu ilegal,” jelasnya.

Untuk menunjang pelaksanaan ujian, UM menyiapkan sekitar 1.300 unit komputer yang tersebar di 67 ruang ujian di berbagai fakultas. Sejak pagi hari, peserta sudah mulai berdatangan guna memastikan kesiapan dan lokasi ujian masing-masing.

Demi menjaga integritas ujian, seluruh barang bawaan peserta diwajibkan dititipkan di luar ruang ujian.

Selain itu, kamera pengawas (CCTV) di dalam ruangan sengaja dinonaktifkan guna menghindari potensi kebocoran soal.

“Langkah ini merupakan bagian dari standar keamanan untuk memastikan soal tidak terekam,” tambah Hariyono.

Pengamanan juga dilakukan melalui pemeriksaan berlapis sebelum peserta memasuki ruang ujian.

Jika ditemukan indikasi pelanggaran, pihak kampus akan berkoordinasi dengan Panitia Pusat hingga aparat penegak hukum, terutama dalam kasus serius seperti manipulasi identitas dan perjokian.

Sementara itu, Wakil Rektor I UM, Prof. Dr. H. Ibrahim Bafadal, M.Pd., memastikan seluruh fasilitas dan perangkat ujian telah melalui pengecekan menyeluruh, termasuk antisipasi terhadap kemungkinan adanya alat tersembunyi.

“Kami sudah melakukan sampling terhadap ruang dan komputer. Secara keseluruhan, kesiapan UTBK di UM sangat baik,” ujarnya.

Sebagai langkah tambahan, UM juga menyiapkan pakaian ganti bagi peserta yang terindikasi melalui pemeriksaan metal detector.

Meski tidak ditemukan pelanggaran, peserta tetap diminta mengganti pakaian sebagai bentuk antisipasi.

“Termasuk peserta yang menggunakan behel, kami minta mengenakan masker untuk menghindari kecurigaan,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, sebanyak 1.009 pengawas diterjunkan dan telah dibekali pelatihan serta menandatangani pakta integritas.

Selain itu, terdapat 11 peserta disabilitas yang turut mengikuti UTBK di UM.

Hingga saat ini, pelaksanaan ujian berlangsung lancar tanpa kendala berarti.

Pihak kampus pun optimistis seluruh rangkaian UTBK-SNBT 2026 di UM dapat berjalan aman, tertib, dan bebas dari kecurangan.( Djoko W)