MALANGPARIWARA.COM – Di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin cepat dan transparan, Anggota DPRD Kota Malang, Utari Bisowarno, menghadirkan sebuah inovasi digital yang diberi nama Astari (Aspirasi untuk Bunda Utari).
Platform berbasis dashboard dengan dukungan teknologi chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI) tersebut dirancang sebagai jembatan komunikasi antara wakil rakyat dengan masyarakat selama 24 jam tanpa batas ruang dan waktu.
Peluncuran Astari menjadi langkah baru dalam pola penyerapan aspirasi masyarakat.
Selama ini, reses sebagai mekanisme resmi anggota legislatif memiliki keterbatasan waktu dan jangkauan. Melalui Astari, warga tidak lagi harus menunggu jadwal reses untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.
Utari menjelaskan, dashboard tersebut dikembangkan bersama timnya dengan memanfaatkan teknologi chatbot sehingga masyarakat dapat menyampaikan berbagai persoalan secara langsung kapan pun dibutuhkan.
“Astari saya susun bersama tim menggunakan chatbot AI agar saya tetap bisa terhubung selama 24 jam dengan seluruh pemilih saya. Jadi komunikasi tidak hanya bergantung pada kegiatan reses,” ujarnya.
Menurutnya, Astari tidak sekadar menjadi media penyampaian keluhan. Platform tersebut telah dilengkapi sembilan layanan yang mencakup berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari layanan pengaduan, informasi peraturan daerah (Perda), penyampaian aspirasi hingga berbagai persoalan pelayanan publik.
Beragam isu yang dapat disampaikan melalui Astari antara lain kerusakan jalan dan jembatan, kesehatan, pendidikan, pemberdayaan UMKM dan koperasi, perlindungan perempuan dan anak, hingga berbagai persoalan kebijakan yang membutuhkan perhatian pemerintah.
Utari mengakui tidak semua persoalan tersebut berada dalam ruang lingkup komisinya. Namun, sebagai anggota DPRD, ia memiliki ruang koordinasi melalui fraksi maupun Badan Anggaran untuk meneruskan setiap aspirasi kepada perangkat daerah maupun anggota dewan yang membidangi persoalan tersebut.
“Kalau ada laporan soal jalan atau jembatan memang bukan bidang saya secara langsung, tetapi tetap bisa kami koordinasikan melalui fraksi ataupun Badan Anggaran sehingga aspirasi masyarakat tidak berhenti di saya,” jelasnya.
Keunggulan lain yang ditawarkan Astari adalah keterbukaan informasi mengenai aktivitas legislator.
Masyarakat dapat mengetahui berbagai kegiatan Utari melalui kumpulan berita dari media massa yang secara berkala ditampilkan dalam dashboard tersebut.
Dengan demikian, konstituen dapat memantau langsung aktivitas wakil rakyat yang mereka pilih sekaligus memperoleh informasi mengenai tindak lanjut berbagai aspirasi yang telah disampaikan.
Utari juga menegaskan dirinya akan tetap berinteraksi secara langsung melalui platform tersebut. Karena sistemnya berbasis perangkat bergerak (mobile), ia dapat memberikan respons kepada masyarakat ketika memiliki waktu luang di sela aktivitasnya sebagai anggota dewan.
“Saya bisa membuka dashboard itu di mana saja. Kalau ada waktu, saya akan menjawab langsung aspirasi masyarakat secara online,” katanya.
Ia berharap kehadiran Astari mampu meningkatkan literasi digital masyarakat sekaligus membangun budaya komunikasi yang lebih terbuka antara warga dan wakil rakyat.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi bukan untuk menggantikan pertemuan tatap muka, melainkan melengkapi mekanisme penyerapan aspirasi agar lebih efektif dan menjangkau lebih banyak masyarakat.
Utari menyebut peluncuran Astari menjadi yang pertama di lingkup DPRD Kota Malang. Ia berharap inovasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi anggota legislatif lainnya dalam memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dengan hadirnya Astari, proses penyampaian aspirasi diharapkan menjadi lebih cepat, terdokumentasi dengan baik, serta memudahkan koordinasi lintas sektor sehingga berbagai kebutuhan masyarakat dapat ditindaklanjuti secara lebih responsif.(Djoko W)








