Sri Untari Kenang Penghargaan Negara kepada Anak Pejuang TRIP, Pendidikan Gratis Jadi Bukti Nyata Jasa Pahlawan

 

MALANGPARIWARA.COM – Putri pejuang Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP), Dr. Sri Untari Bisowarno, M.AP., membagikan kisah pribadi yang sarat makna usai mengikuti ziarah dan tabur bunga di Makam Pahlawan Mas TRIP, Sabtu (1/8/26).

Baginya, penghormatan kepada para pejuang kemerdekaan pada masa lalu bukan sekadar seremoni, tetapi diwujudkan dalam kebijakan nyata yang dirasakan langsung oleh keluarga para pahlawan.

Sri Untari mengenang, sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga lulus Sekolah Menengah Atas (SMA), dirinya tidak pernah membayar Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) maupun biaya pendidikan lainnya. Saat itu, ia belum memahami alasan di balik kebijakan tersebut.

“Belakangan saya mengetahui bahwa ibu mendaftarkan saya sebagai anak pejuang. Karena itu seluruh biaya pendidikan saya digratiskan,” ungkapnya.

Ia mengaku sempat merasa tidak nyaman karena memperoleh perlakuan berbeda dibandingkan teman-temannya. Namun, seiring bertambahnya usia, Sri Untari menyadari bahwa fasilitas tersebut merupakan bentuk penghargaan negara atas pengorbanan para pejuang yang telah mempertaruhkan nyawa demi kemerdekaan Indonesia.

Menurutnya, kebijakan tersebut mencerminkan kuatnya rasa hormat bangsa kepada para pahlawan. Bahkan, penghargaan tidak berhenti kepada pelaku perjuangan, tetapi juga dirasakan oleh anak-anak mereka melalui akses pendidikan yang layak.

Sayangnya, Sri Untari menilai nilai penghormatan seperti itu kini mulai memudar. Ia berharap perhatian terhadap keluarga pejuang, khususnya generasi penerus para veteran dan pejuang kemerdekaan, dapat kembali diperkuat.

“Pada masa lalu, penghargaan kepada para pejuang benar-benar terasa hingga kepada anak-anak mereka. Sekarang perhatian seperti itu semakin berkurang, bahkan cucu para pahlawan pun sering kali luput dari perhatian,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan ziarah dan tabur bunga tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi pengingat bagi generasi muda untuk terus menghidupkan semangat perjuangan dengan memegang teguh nilai-nilai kebangsaan.

Semangat “Perjuangan Kuteruskan Sampai Akhir Zaman” dinilai harus terus diwariskan sebagai komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam kesempatan yang sama, upacara ziarah tahun ini berlangsung istimewa karena dihadiri Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur.

Hadir pula Komandan Korem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus, Komandan Lanal Malang Kolonel Laut (P) Agus Haryanto, Kepala Bakorwil III Malang Asep Kusdinar, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Restu Novi Widiani, serta Kepala Bakesbangpol Jawa Timur Eddy Supriyanto.

Kehadiran para pejabat disambut Ketua Umum PP Mas TRIP, Destri, bersama sekitar 500 hingga 750 anggota keluarga besar TRIP dari berbagai daerah, termasuk Surabaya, Jakarta, dan sejumlah wilayah di Jawa Timur.

Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu-lagu perjuangan, penghormatan kepada arwah para pahlawan, pelaksanaan upacara, hingga prosesi tabur bunga di makam para pejuang.

Suasana semakin khidmat saat ditampilkan drama kolosal yang merekonstruksi pertempuran Jalan Salak—kini Jalan Mas TRIP—pada 1947, yang mengisahkan gugurnya 35 pelajar pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan dari agresi militer Belanda.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menegaskan pentingnya menjaga memori kolektif bangsa terhadap sejarah perjuangan sebagai fondasi membangun karakter generasi penerus.

Sementara Ketua Umum PP Mas TRIP, Destri, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Forkopimda, dan seluruh keluarga besar TRIP yang telah menyukseskan rangkaian kegiatan sarasehan, temu kangen, ziarah, hingga napak tilas perjuangan tahun ini.(Djoko W)