MALANGPARIWARA.COM – Tugas sebagai prajurit TNI-AD menuntut kesiapan setiap saat. Fisik harus prima, mental harus kuat, dan tanggung jawab terhadap tugas tidak boleh terganggu. Di tengah tuntutan tersebut, kepastian perlindungan kesehatan menjadi salah satu penopang penting.
Hal itu dirasakan Pasilog Kodim 0833 Kota Malang Kapten Inf. Arif Setyo Budi (40), yang sehari-hari menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
Bagi Arif, menjaga kesehatan bukan sekadar menerapkan pola hidup sehat, tetapi juga memastikan dirinya memiliki perlindungan ketika sewaktu-waktu membutuhkan pelayanan kesehatan.
Karena itu, kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi bagian penting dalam kesiapan dirinya menjalankan tugas.
“Sebagai anggota TNI, kita harus selalu siap ketika mendapat tugas. Kondisi kesehatan tentu menjadi hal yang penting. Dengan adanya JKN, saya merasa lebih tenang karena ada jaminan ketika sewaktu-waktu membutuhkan pelayanan kesehatan,” ujar Arif.
Menurutnya, kebutuhan terhadap pelayanan kesehatan tidak pernah bisa diprediksi. Seseorang bisa saja dalam kondisi sehat dan aktif menjalankan berbagai kegiatan, tetapi kondisi kesehatan dapat berubah kapan pun.
Karena itu, Arif tidak ingin jaminan kesehatan baru dipikirkan ketika sakit sudah datang.
Menurutnya, memastikan kepesertaan tetap aktif merupakan bentuk kesiapan menghadapi risiko sekaligus memberikan rasa aman bagi keluarga.
“Kalau kita sudah memiliki jaminan kesehatan, rasanya lebih tenang. Bukan berarti kita berharap sakit, tetapi kita sudah menyiapkan perlindungan kalau suatu saat memang membutuhkan pelayanan kesehatan,” katanya.
Arif juga menilai layanan JKN terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat. Berbagai kanal layanan digital, menurut dia, semakin memudahkan peserta memperoleh informasi maupun mengurus kebutuhan administrasi tanpa harus selalu datang langsung ke kantor.
“Sekarang sudah semakin mudah. Banyak informasi dan layanan yang bisa diakses tanpa harus selalu datang langsung ke kantor. Bagi saya, ini sangat membantu karena kita juga punya kesibukan dan aktivitas yang harus dijalankan,” tuturnya.
Kemudahan tersebut membuat Arif melihat JKN bukan sekadar program yang digunakan saat seseorang sakit.
Lebih dari itu, JKN merupakan bentuk persiapan menghadapi risiko kesehatan yang bisa datang tanpa mengenal waktu.
Ia pun mengingatkan masyarakat, terutama generasi muda yang masih merasa sehat dan aktif, agar tidak menunda memikirkan perlindungan kesehatan.
“Jangan karena masih muda dan merasa sehat kemudian menganggap jaminan kesehatan tidak penting. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi ke depan. Lebih baik dipersiapkan dari sekarang,” tegasnya.
Bagi Arif, kesehatan adalah modal utama untuk menjalankan tugas, bekerja, beraktivitas, sekaligus berkumpul bersama keluarga.
Jaminan kesehatan menjadi bentuk ikhtiar agar ketika risiko kesehatan datang, seseorang tidak menghadapinya sendirian.
“JKN ini menurut saya sangat penting. Kita tidak pernah tahu kapan membutuhkan pelayanan kesehatan. Jadi, selagi sehat, mari kita jaga kepesertaan tetap aktif dan manfaatkan JKN dengan sebaik-baiknya. Dengan begitu, kita bisa menjalankan tugas dan aktivitas dengan lebih tenang,” pungkas Arif.(Djoko W)






