JAKARTA, MALANGPARIWARA.COM – Silaturahim Haji dan Umrah Indonesia (SAHI) mulai mengarahkan organisasi ke ekosistem digital untuk memetakan sekaligus mengoptimalkan potensi alumni haji dan umrah di seluruh Indonesia.
Digitalisasi dinilai menjadi kunci agar kekuatan sosial dan ekonomi komunitas tersebut tidak berhenti pada aktivitas silaturahmi, tetapi berkembang menjadi gerakan produktif bagi umat dan bangsa.
Ketua Umum DPP SAHI, H. Abdul Khaliq Ahmad, mengatakan digitalisasi akan menjadi instrumen penting untuk membangun basis data, pembinaan, serta jejaring potensi alumni haji dan umrah secara lebih terintegrasi.
Menurutnya, alumni haji dan umrah merupakan aset sosial-ekonomi yang besar. Jika dikelola melalui ekosistem digital yang tepat, potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi sekaligus bagian dari upaya membangun kemandirian bangsa.
“SAHI harus menjadi organisasi yang produktif dan dirasakan manfaatnya secara langsung, baik oleh komunitas haji dan umrah maupun umat Islam dan masyarakat Indonesia pada umumnya,” ujar Khaliq dalam sambutan Peresmian Kantor Koperasi SAHI Maju Jaya Bersama dan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara DPP SAHI dan PT Mahakarya Bhumi Hambalang (MBH) di Jakarta, Jumat (25/9/2026).
Khaliq menegaskan, penguatan organisasi tidak cukup dilakukan melalui kegiatan seremonial. SAHI perlu membangun program yang mampu menghubungkan potensi anggota dengan peluang ekonomi, pendidikan, kewirausahaan, dan kemaslahatan sosial.
Langkah tersebut salah satunya diwujudkan melalui penguatan Koperasi SAHI Maju Jaya Bersama serta kerja sama dengan PT MBH.
Koperasi diharapkan menjadi salah satu instrumen untuk menerjemahkan potensi komunitas menjadi kegiatan ekonomi yang produktif.
Sementara itu, Sekjen DPP SAHI sekaligus Pengawas Koperasi, Sudarto, meminta jajaran pengurus menjadikan peresmian kantor koperasi sebagai momentum untuk meningkatkan kinerja dan mempercepat realisasi program kerja.
“Peresmian kantor koperasi ini harus memotivasi para pengelola untuk meningkatkan semangat kerja keras dan kinerja dalam merealisasikan program kerja,” katanya.
Sudarto juga mendorong seluruh pengurus DPP SAHI segera memperkuat basis keanggotaan koperasi dengan memenuhi kewajiban sebagai anggota, termasuk mengisi formulir kesediaan serta membayar simpanan pokok dan simpanan wajib.
Di sisi lain, Direktur Utama PT MBH Reza B. Surianegara menyambut positif kerja sama dengan SAHI.
Ia menilai kolaborasi tersebut memiliki ruang pengembangan yang luas, terutama dalam memberikan nilai tambah, edukasi, serta mendorong masyarakat agar lebih produktif.
“Kami akan membantu merealisasikan program digitalisasi SAHI untuk mengembangkan ekonomi dan ekosistem haji-umrah di Indonesia,” ujar Reza.
Reza yang juga dikenal sebagai sutradara dan produser film Indonesia itu menambahkan, kolaborasi SAHI dan MBH diharapkan tidak hanya menghasilkan platform atau sistem digital, tetapi mampu membangun ekosistem yang mempertemukan potensi anggota, koperasi, dunia usaha, dan berbagai program pemberdayaan.
Dengan demikian, digitalisasi SAHI diarahkan bukan sekadar modernisasi organisasi. Lebih jauh, digitalisasi menjadi sarana untuk mengonsolidasikan potensi alumni haji dan umrah agar memiliki daya ungkit ekonomi dan sosial yang lebih besar bagi umat dan masyarakat Indonesia.
Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pengurus DPP SAHI dan Koperasi SAHI, antara lain Sekjen Sudarto, Wakil Ketua Umum Tari Siwi Utami dan Abdul Ghofar, para ketua Masrur Ainun Najih, Indah Rusmiyati, Slamet Subekti, Munawar dan Ahyad Alfidai, Wakil Sekjen Lulu Setiaji, Wakil Bendahara Umum Ita Chumaeroh, serta Pengawas Koperasi Kolonel (Purn) Sriyono.( Djoko W)






