Dari Limbah Jadi Cuan, POLINEMA Ajari Alir Coffee Olah Kulit Kopi Jadi Pupuk

Dari Limbah Jadi Cuan, POLINEMA Ajari Alir Coffee Olah Kulit Kopi Jadi Pupuk

KABUPATEN MALANG, Malangpariwara.com – Limbah kulit kopi yang selama ini menjadi hasil samping produksi mulai dilirik sebagai sumber ekonomi baru.

Melalui program Pengabdian Pada Masyarakat (PPM), Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Malang (POLINEMA) mendampingi UMKM Alir Coffee di Desa Pagentan, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, mengolah limbah kulit kopi menjadi pupuk organik padat.

Langkah tersebut tidak sekadar menyelesaikan persoalan limbah. POLINEMA mendorong Alir Coffee menerapkan prinsip ekonomi sirkular, yakni mengubah sisa proses produksi menjadi sumber daya baru yang memiliki nilai guna dan berpotensi menambah pendapatan usaha.

Program bertajuk “Pelatihan Produksi Pupuk Organik Padat Berbasis Kulit Kopi untuk Meningkatkan Kemandirian Ekonomi pada UMKM Alir Coffee Kabupaten Malang” itu dilaksanakan melalui skema PPM DIPA Reguler Kompetisi POLINEMA Tahun 2026.

Kegiatan dipimpin Ulfiana Ihda Afifa, S.T., M.T., bersama tim dosen Jurusan Teknik Kimia POLINEMA, yakni Dr. Susanto, S.Pd., M.Sc., Dr. Yanty Maryanty, S.T., M.Si., Nadya Rizkita, S.T., M.T., Arief Rahmatulloh, S.Si., M.Si., dan Dr. Luchis Rubianto, LRSC, M.MT.

Sejumlah mahasiswa Teknik Kimia juga dilibatkan dalam pelatihan dan pendampingan.

Dari Limbah Menjadi Produk Bernilai

Pemaparan materi mengenai potensi limbah kulit kopi dan pemanfaatannya menjadi pupuk organik .(Ist)

Alir Coffee merupakan UMKM yang bergerak dalam pengolahan hingga pemasaran kopi.

Aktivitas tersebut menghasilkan limbah organik berupa kulit kopi yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, material tersebut memiliki potensi untuk diolah menjadi pupuk organik padat.

Potensi inilah yang kemudian dikembangkan tim Teknik Kimia POLINEMA melalui pendekatan teknologi sederhana yang disesuaikan dengan kemampuan usaha skala UMKM.

Peserta tidak hanya mendapatkan pemaparan mengenai pengelolaan limbah organik dan konsep ekonomi sirkular, tetapi juga langsung mempraktikkan proses produksi.

Tahapannya dimulai dari persiapan dan pencacahan kulit kopi, pencampuran dengan bahan pendukung serta aktivator mikroba, fermentasi atau pengomposan, pematangan dan pengeringan, hingga pengayakan dan pengemasan.

Pendekatan berbasis praktik tersebut dirancang agar teknologi yang diperkenalkan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat diterapkan secara mandiri oleh mitra.

Kurangi Limbah, Buka Peluang Usaha Baru

Bagi Alir Coffee, pemanfaatan kulit kopi membuka peluang diversifikasi usaha. Rantai produksi tidak lagi berhenti pada penjualan kopi sebagai produk utama, tetapi dapat diperpanjang melalui pengolahan hasil samping menjadi produk baru.

Dari sisi lingkungan, pemanfaatan kulit kopi juga berpotensi mengurangi timbulan limbah organik.

Sementara dari sisi ekonomi, pupuk yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian maupun dikembangkan sebagai produk tambahan bagi UMKM.

Tim POLINEMA juga menyiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) sederhana sebagai panduan agar proses produksi dapat dilakukan secara konsisten setelah program pendampingan berakhir.

“Teknologi yang diterapkan diarahkan agar sederhana dan mudah diadopsi mitra. Dengan demikian, pengolahan limbah tidak bergantung terus-menerus pada pendampingan, tetapi dapat dilanjutkan secara mandiri,” menjadi arah utama program tersebut.

Ke depan, pupuk yang dihasilkan tidak hanya dapat dimanfaatkan di lingkungan usaha, tetapi juga berpotensi dikembangkan melalui jejaring petani dan pelaku usaha pertanian.

Program ini sekaligus mendukung sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 1 melalui penguatan kemandirian ekonomi, SDG 4 melalui transfer pengetahuan dan keterampilan, serta SDG 9 melalui penerapan inovasi dan teknologi pengolahan limbah.

Bagi POLINEMA, kegiatan tersebut menjadi contoh bahwa inovasi teknologi tidak harus selalu menggunakan teknologi kompleks.

Metode pendekatan yang tepat, limbah dari usaha kecil pun dapat diubah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Produk pupuk organic kulit kopi hasil kegiatan PPM.(Ist)

Model pengolahan kulit kopi berbasis ekonomi sirkular itu diharapkan dapat terus dikembangkan dan direplikasi pada pelaku UMKM kopi maupun kelompok petani lainnya di Kabupaten Malang.

Kulit kopi yang sebelumnya dipandang sebagai limbah dapat masuk kembali ke dalam rantai produksi sebagai sumber daya baru mengurangi beban lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi.( Djoko W)

http://Polinema.ac.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *