Malangpariwara.com – Koperasi Konsumen (Kopmen) Setia Budi Wanita (SBW) Malang mulai menyusun arah kerja dan anggaran 2027 dengan menjadikan suara anggota sebagai pijakan utama.
Aspirasi dari tingkat kelompok digali untuk memastikan program koperasi tidak berhenti pada perencanaan di tingkat pengurus, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan anggota.
Penegasan itu disampaikan Ketua Kopmen SBW Malang, Dr. Sri Untari Bisowarno, MAP, saat memimpin Pertemuan Kelompok-Kelompok Dampingan (K2D) periode Oktober 2026 yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Rabu (7/10/2026).
Berpusat di Aula Lantai 3 Kantor Kopmen SBW, Jalan Raden Intan Nomor 108, Kota Malang, pertemuan tersebut melibatkan sekitar 300 peserta. Mereka terdiri atas pengurus, pengawas, koordinator usaha, petugas pendamping lapangan (PPL), kepala seksi (kasi), hingga penanggung jawab (PJ) kelompok.
Forum bulanan ini sekaligus menjadi ruang strategis untuk menjaring gagasan dari bawah sebagai bahan penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Pendapatan dan Belanja (RKAPB) Kopmen SBW Tahun Buku 2027.
“Masukan dan saran dari seluruh penanggung jawab kelompok menjadi fondasi penting agar program kerja dan anggaran tahun 2027 benar-benar menjawab kebutuhan serta potensi anggota,” tegas Sri Untari.
Menurut dia, pola bottom-up menjadi penting karena kelompok merupakan bagian yang paling dekat dengan anggota. Dari forum tersebut, kebutuhan riil, persoalan di lapangan, sekaligus peluang pengembangan usaha koperasi dapat teridentifikasi lebih awal.
Sebelum masuk agenda utama, kegiatan diawali sosialisasi program perumahan bersubsidi oleh anggota Kelompok 430, Rengganis. Pertemuan kemudian dibuka dengan doa bersama yang dipimpin Sri Untari untuk mengenang anggota maupun suami anggota Kopmen SBW yang meninggal dunia sepanjang September 2026.
Pengurus juga menyampaikan penetapan PJ kelompok yang kembali dipercaya serta pengangkatan PJ baru sebagai bagian dari penyegaran dan penguatan pendampingan anggota pada periode Oktober.
Tak hanya membahas rencana kerja, forum K2D juga menjadi sarana transparansi organisasi. Pengurus bidang kelembagaan, usaha dan keuangan bersama jajaran pengawas memaparkan evaluasi kinerja, kondisi keuangan, perkembangan keanggotaan, hingga aktivitas unit toko SBWMart.
Paparan tersebut menjadi bekal bagi para PJ kelompok sebelum informasi diteruskan kepada anggota binaan. Dengan demikian, arus informasi tidak hanya bergerak dari pengurus ke anggota, tetapi juga membuka ruang bagi anggota untuk memberikan umpan balik kepada koperasi.
Dalam forum itu, pengurus kembali mendorong anggota meningkatkan pemanfaatan layanan koperasi, terutama pinjaman produktif serta aktivitas belanja di unit SBWMart. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat perputaran usaha sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi koperasi bagi anggota.
Perkembangan pembangunan klinik kesehatan dan kecantikan SBW di kawasan Teluk Etna juga menjadi bagian dari laporan pengurus. Fasilitas tersebut diproyeksikan memperluas layanan sosial dan kesehatan yang dapat dimanfaatkan anggota.
Pertemuan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 12.00 WIB itu berlangsung interaktif. Sesi tanya jawab menjadi ruang bagi para PJ kelompok menyampaikan pandangan, masukan, sekaligus kebutuhan anggota di lapangan.
Bagi Kopmen SBW, forum K2D bukan sekadar agenda rutin bulanan. Forum ini menjadi salah satu mekanisme untuk memastikan kebijakan koperasi tetap berpijak pada anggota mulai dari kebutuhan sehari-hari, penguatan usaha, layanan kesehatan, hingga arah pengembangan koperasi pada 2027.
Dengan menjadikan aspirasi kelompok sebagai bahan penyusunan RKAPB, Kopmen SBW berupaya memastikan pertumbuhan koperasi tidak hanya diukur dari angka usaha, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang kembali kepada anggotanya.( Djoko W)






